Pembunuh Anak Tamara Tyasmara Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Polda Metro Jaya menyebut pria berinisial YA (33), tersangka kasus kematian anak artis Tamara Tyasmara, Raden Andante Khalif Pramudityo alias Dante (6) disangkakan dengan Pasal 340 KUHP.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra mengatakan pihaknya mengindikasikan adanya pembunuhan berencana di kasus kematian Dante.

“Terkait masalah indikasi pembunuhan berencana, tentunya nanti kami akan selaraskan keterangan saksi yang ada. Namun pasal yang kami terapkan ada Pasal 340 (KUHP) pembunuhan berencana,” ungkap Wira Satya Triputra kepada wartawan, Senin (12/2/2024).

Wira menjelaskan, penyidik juga telah memiliki bukti indikasikan adanya pembunuhan berencana terhadap Dante. Bukti ini nantinya akan dicocokkan dengan keterangan saksi maupun ahli.

“Untuk masalah pembuktiannya indikasi ada pembunuhan berencananya, kami sudah terapkan. Kami akan perkuat dengan keterangan saksi dan ahli, termasuk kami akan melakukan pemeriksaan terhadap orang yang memiliki sertifikasi atau ahli di bidang renang,” terangnya.

“Kami (juga) akan lebih mendalami lagi dengan Apsifor,” sambungnya.

Menurut Wira, salah satu bukti adanya indikasi pembunuhan berencana tersebut didasari dari petunjuk CCTV. Tersangka YA sempat mengangkat korban ketika lifeguard melewatinya.

“Soal masalah Pasal 340, ini kami terapkan yang mana salah satunya berdasarkan hasil analisis video. Kenapa ada perencanaan, karena ketika ada lifeguard lewat, sempat diangkat sebentar,” tuturnya.

“Jadi seperti ada merencanakan jangan sampai ketahuan dan itu dikemas bahwa kematian korban tewas tenggelam,” imbuhnya.

Penyidik Periksa 10 Saksi di Kasus Tewasnya Dante Anak Tamara Tyasmara

Kasus tewasnya Dante (6), anak dari artis Tamara Tyasmara di kolam renang Tirtamas, Pondok Kelapa, Jakarta Timur berbuntut panjang. Penyidik Polda Metro Jaya memanggil sejumlah saksi termasuk pemanggilan terhadap pihak dari manajemen kolam renang tersebut.

“Pihak kolam renang sampai penjaga, sampai dengan mungkin dari sistem menajemen pihak kolam renang itu sendiri,” kata Direskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Selasa (6/2).

Dikatakan Wira, rangkaian pemeriksaan hari ini dilakukan terhadap 10 orang saksi yang dimintai keterangannya untuk mengusut kematian Dante.

“Tentunya pemeriksan saksi akan kita kembangkan,” tegasnya.

Ditambahkan Wira, pemeriksaan rekaman CCTV saat ini tengah diteliti oleh puslabfor digital forensik. Namun hasilnya belum dapat disampaikan.

Di saat yang bersamaan penyidik Polda Metro Jaya bersama dengan kedokteran forensik RS Polri, menggelar ekshumasi terhadap makam Dante. Proses itu dihadiri oleh Tamara bersama kerabat dan kuasa hukumnya juga mantan suaminya, Dimas Angger. Wira mengatakan, pasca proses ekshumasi itu pihaknya berjanji akan membuka tabir kematian anak semata wayang Tamara.

“Pelaksanaan ekshumasi ini diharapkan nantinya bisa mengungkap, tabir penyebab kematian daripada korban. Tentunya dalam hal ini, penyidik dari Polda Metro Jaya, akan mengutamakan pembuktian melalui scientific investigation crime,” pungkasnya.

Tersangka YA Pacar Tamara Tyasmara Ditahan Polda Metro Jaya

Kekasih Tamara Tyasmara berinisial YA yang telah menjadi tersangka kasus pembunuhan terhadap Dante anak dari Tamara Tyasmara akhirnya ditahan oleh Penyidik Polda Metro Jaya. Penahanan dilakukan usai dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh penyidik.

“Iya benar, sudah ditahan ya,” kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Rovan Richard Mahenu, Minggu (11/1/2024).

Penahanan akan dilakukan selama 20 hari kedepan, sesuai Pasal 24 dan Pasal 25 KUHAP. Hal itu dilakukan selama proses untuk tingkat penyidikan sampai pelimpahan ke kejaksaan.

Penetapan YA sebagai tersangka berdasarkan hasil gelar perkara kepolisian yang telah menaikkan status dari penyelidikan menjadi penyidikan. Untuk tahap penyidikan polisi telah memeriksa sebanyak 16 orang saksi.

Dimana dalam kasus kematian Dante, penyidik telah menyiapkan Pasal Dugaan 359 KUHP terkait kelalaian menyebabkan orang lain meninggal dunia.

Kasus Pembunuhan Mahasiswi di Depok, Polisi: Ada Kekerasan di Bibir-Leher

Polda Metro Jaya menyampaikan perkembangan terbaru terkait penyelidikan kasus pembunuhan mahasiswi berinisial KRA (20) di Depok oleh tersangka tersangka AA (20).

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Rovan Richard Manhenu mengatakan hasil visum menunjukan adanya bekas tindak kekerasan di bagian bibir dan leher korban.

“Update tentang penyidikan kasus pembunuhan beberapa waktu lalu di Depok, korban diduga meninggal dunia karena adanya kekerasan pada bibir dan leher yang mengakibatkan adanya sumbatan jalan napas,” ungkap Rovan Manhenu saat dikonfirmasi, Kamis (8/2/2024).

Pada kesempatan yang sama, Rovan menjelaskan pihak penyidik saat ini masih melakukan pemberkasan terhadap tersangka AA. “Masih pemberkasan,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, penyidik Polda Metro Jaya telah menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan disertai pemerkosaan terhadap seorang mahasiswi oleh Argiyan Arbirama (20). Proses reka adegan dilakukan di tempat kejadian perkara (TKP) rumah kontrakan kawasan Sukmajaya, Kota Depok.

Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Rovan Richard Mahenu mengatakan proses rekonstruksi kasus pembunuhan ini dilakukan dengan menampilkan 30 adegan.

“Rekonstruksi hari ini dari Subdit Jatanras dibantu Polres depok dan Polsek Sukmajaya, dimulai dari jam 10 sampai jam 10.30 selesai. Yang tadinya 25 adegan namun dalam pelaksanaannya menjadu 30 adegan,” ungkap Rovan kepada wartawan, Selasa (23/1/2024).

Rovan menjelaskan, penambahan lima adegan tersebut terjadi karena di dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tersangka Argiyan hanya menerangkan 24 adegan. Namun pada saat proses rekonstruksi ada beberapa adegan yang diingat oleh tersangka.

Polisi Naikkan Status Kasus Kematian Anak Tamara Tyasmara ke Penyidikan

Polda Metro Jaya menaikkan status penanganan kasus kematian anak dari artis Tamara Tyasmara, Dante (6) ke tahap penyidikan. Kendati begitu, polisi belum menetapkan tersangka dalam perkara ini.

“Sementara belum (ada tersangka),” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra kepada wartawan, Rabu (7/2/2024).

Lebih lanjut Wira mengatakan, pihaknya sudah memeriksa sebanyak 20 saksi dalam untuk mengusut kematian korban. Salah satunya kekasih Tamara Tyasmara yang saat itu berada di kolam renang.

“Untuk saksi-saksi sebanyak 20 orang sudah kita periksa. Baik itu saksi-saksi yang mengetahui peristiwa kejadian, termasuk pengelola maupun pemilik dari kolam renang,” tuturnya.

“Berdasarkan rekaman CCTV, ada (kekasih Tamara di lokasi). Sementara masih kita ambil keterangan sebagai saksi,” sambungnya.

Wira menegaskan, pihaknya berkomitmen menuntaskan penyidikan kasus kematian Dante ini. “Kami berkomitmen untuk menuntaskan perkara sehingga dapat memberikan rasa keadilan bagi korban,” tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, polisi masih menyelidiki penyebab kematian anak artis Tamara Tyasmara berinisial RA alias D, yang diduga tenggelam di kolam renang kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Saat ini, kasus tersebut diambilalih Polda Metro Jaya.

“Kasus kematian anak artis Tamara T. Sejak hari Kamis, 1 Februari 2024, proses penyelidikannya ditangani oleh Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Senin (5/2/2024).

Diketahui, kasus kematian tersebut sebelumnya ditangani di Polsek Duren Sawit. Menurut Ade Ary, Tamara Tyasmara sempat berkonsultasi dengan Polda Metro Jaya terkait kelanjutan kasus ini.

Ade Ary menjelaskan, pengambilalihan kasus tenggelamnya anak Tamara ini untuk memudahkan proses penyelidikan. “Untuk memudahkan dan mempercepat proses penyelidikan,” ucapnya.

Usut Kematian Anak Tamara Tyasmara, Polda Metro Periksa 20 Saksi

Polisi masih melakukan penyelidikan kasus kematian anak artis Tamara Tyasmara, Dante (6) yang diduga tenggelam di kolam renang kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan hingga kini pihak penyidik telah memeriksa 20 orang saksi terkait kasus tersebut.

“Dalam rangkaian penyelidikan meninggalnya seorang anak laki-laki ini, telah dilakukan pengambilan keterangan dalam rangka penyelidikan yaitu klarifikasi setidaknya ada 20 orang yang sudah diperiksa,” ungkap Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Selasa (6/2/2024).

Ade Ary merinci dari puluhan orang saksi yang diperiksa di antaranya termasuk orang tua korban, yakni Tamara Tyasmara dan Angger Dimas. Kemudian ada juga dari pengelola kolam renang hingga pihak terlibat lainnya.

“Pihak keluarga, pihak saksi yang ada di sekitar kejadian, kemudian dari pihak kolam renang,” ucapnya.

Menurut Ade, penyidik juga sudah melakukan proses ekshumasi atau pengangkatan jenazah korban dari kuburnya. Ekshumasi tersebut dilakukan untuk mencari tahu penyebab pasti kematian Dante.

“Penyidik masih menunggu tim kedokteran forensik Polri, masih bekerja,” tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, polisi masih menyelidiki penyebab kematian anak artis Tamara Tyasmara berinisial RA alias D, yang diduga tenggelam di kolam renang kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Saat ini, kasus tersebut diambilalih Polda Metro Jaya.

“Kasus kematian anak artis Tamara T. Sejak hari Kamis, 1 Februari 2024, proses penyelidikannya ditangani oleh Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Senin (5/2/2024).

Diketahui, kasus kematian tersebut sebelumnya ditangani di Polsek Duren Sawit. Menurut Ade Ary, Tamara Tyasmara sempat berkonsultasi dengan Polda Metro Jaya terkait kelanjutan kasus ini.

Ade Ary menjelaskan, pengambilalihan kasus tenggelamnya anak Tamara ini untuk memudahkan proses penyelidikan. “Untuk memudahkan dan mempercepat proses penyelidikan,” ucapnya.

Polisi mengungkap fakta baru terkait kasus pembunuhan mahasiswi yang jasadnya ditemukan di rumah kontrakan kawasan Depok.

Penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya masih mendalami motif Argiyan Arbirama (20) memerkosa hingga membunuh mahasiswi di Depok. Namun, dari hasil pemeriksaan, ditemukan banyak video porno di ponsel Argiyan.

“Kami menemukan banyak video porno di ponsel tersangka Argiyan ini,” kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Rovan Richard Mahenu saat dihubungi detikcom, Senin (22/1/2024).

Dari hasil pemeriksaan, Argiyan mengaku sering menonton video porno. Polisi masih mendalami apakah hal ini yang memengaruhi Argiyan memerkosa hingga membunuh korban.

“Menurut pengakuannya, dia sering nonton film porno,” katanya.

Dilaporkan Perkosa 2 Korban Lain

Terkait pemerkosaan ini, Argiyan sebelumnya pernah dilaporkan ke Polres Metro Depok. Argiyan dilaporkan soal pemerkosaan oleh dua korban lainnya.

Polres Metro Depok menetapkan Argiyan dalam daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus pemerkosaan itu sebelumnya. Argiyan belum tertangkap saat itu karena kabur-kaburan.

“Memang DPO, pelaku sudah dilaporkan untuk kasus pemerkosaan di Polres Depok,” kata Kaur Humas Polres Metro Depok Iptu Made Budi saat dimintai konfirmasi.

“Belum pernah ditangkap karena terus melarikan diri,” ucapnya.

Argiyan kini ditangkap atas kasus pembunuhan mahasiswi usia 20 tahun di Sukmajaya, Depok. Dalam pemeriksaan, terungkap bahwa Argiyan juga ternyata memerkosa korban tersebut.

Argiyan telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pemerkosaan dan pembunuhan mahasiswi KRA. Dia dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, Pasal 285 KUHP, dan/atau Pasal 351 ayat (3) KUHP. Argiyan terancam 15 tahun penjara atas kasus tersebut.

Polisi: Pelaku Pembunuhan Pacar di Depok, Pernah Hamili Wanita Lain

Polisi mengungkap fakta baru terkait kasus pembunuhan mahasiswi yang jasadnya ditemukan di rumah kontrakan kawasan Depok. Dalam kasus ini, penyidik telah menangkap pelakunya berinisial AA.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan pria berinisial AA ternyata menghamili perempuan lain, yang masih di bawah umur. Namun, dia tidak merinci identitas korban.

“Ada temuan baru dalam proses penyidikan. Tersangka juga dilaporkan soal kasus persetubuhan anak atau terhadap pacarnya di Polres Metro Depok tertanggal 3 Januari 2024,” ungkap Ade Ary dalam keterangannya, Sabtu (20/1/2024).

Menurut Ade, temuan tersebut berdasarkan keterangan tersangka saat diperiksa oleh Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

“Tersangka mengakui bahwa pernah memaksa dan mengancam pacarnya untuk berhubungan badan,” ujarnya.

Ade menjelaskan, korban saat dipaksa melakukan hubungan badan masih belum dewasa atau di bawah 18 tahun. Dia menyebut korban saat ini telah hamil besar.

“Saat ini hamil 9 bulan dan dalam persiapan melahirkan,” tukasnya.

Polda Metro Rotasi Sejumlah Pamen: AKBP Rovan Jadi Kasubdit Jatanras

Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto merotasi sejumlah perwira menengah (pamen) di jajaran Polda Metro Jaya. AKBP Rovan Richard Mahenu kini diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasubdit 4/Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Rotasi itu teregister dalam surat telegram bernomor ST/4/1/KEP./2024 tertanggal 4 Januari 2024 yang ditandatangani oleh Karo SDM Polda Metro Jaya Kombes Langgeng Purnomo.

Berikut daftar anggota di wilayah Polda Metro Jaya yang dirotasi

  1. AKBP Agung Pitoyo Putro diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya
  2. AKBP Yugi Bayu Hendarto diangkat dalam jabatan baru yakni sebagai Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota
  3. AKBP Samian yang sebelumnya menjabat Kasubdit 4 Dirreskrimum Polda Metro Jaya kini diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasubdit I Dirreskrimum Polda Metro Jaya
  4. AKBP Rovan Richard Mahenu yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubditbinsatpam Ditbinmas Polda Metro Jaya kini diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasubdit 4 Dirreskrimum Polda Metro Jaya.
  5. AKBP Yuliansyah yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit 6 Dirreskrimum Polda Metro Jaya kini menjabat sebagai Kasubditbinsatpam Ditbinmas Polda Metro Jaya.
  6. AKBP Hadi Kristanto yang sebelumnya menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Metro Depok kini menjabat sebagai Kasubdit 6 Dirreskrimum Polda Metro Jaya.
  7. Kompol Suardi yang sebelumnya menjabat sebagai Wakasatreskrim Polres Metro Jakarta Timur kini menjabat sebagai Ps Kasat Reskrim Polres Metro Depok
  8. AKBP Kalfaris Triwijaya diangkat dalam jabatan baru yakni Kasubdit 2 Dirreskrimsus Polda Metro Jaya
  9. AKBP Budi Setiadi yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya kini menjabat sebagai Kabagops Polres Metro Jakarta Selatan.
  10. AKBP Bariu Bawana kini diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya.
  11. AKBP Saut Fernando saat ini diangkat dalam jabatan baru sebagai Kapolsek Kebayoran Baru.
  12. AKP Anggie Agus Putra yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Teluk Naga Polres Metro Tangerang Kota kini dimutasi ke Pama Yanma Polda Metro Jaya (dalam rangka riksa)
  13. AKP Wahyu Hidayat kini menjabat Kapolsek Teluk Naga Polres Metro Tangerang Kota
  14. Kompol Arif Purnama Oktora yang sebelumnya menjabat Kapolsek Setiabudi kini mendapat jabatan baru sebagai Ps Penyidik Madya 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya
  15. Kompol Firman yang sebelumnya menjabat sebagai Wakasat Binmas Polres Metro Jakarta Selatan kini menjabat sebagai Ps Kapolsek Setiabudi.
  16. Kompol Patar Mula Bona yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Metro Tanah Abang kini menjabat Ps Kasat Intelkam Polres Metro Jakarta Pusat.
  17. Kompol Hans Philip Samosir kini menjabat sebagai Kapolsek Metro Tanah Abang.
  18. Kompol Mobri Cardo Panjaitan yang sebelumnya menjabat Kapolsek Matraman kini menjabat sebagai Kanit I Subdit II Ditresnarkoba Polda Metro Jaya.
  19. Kompol Suprasetyo yang sebelumnya menjabat sebagai Wakasatnarkoba Polres Metro Jakarta Selatan kini menjabat Kapolsek Matraman.
  20. Kompol Imanuel Sinaga yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Kalibaru Polres Pelabuhan Tanjung Priok kini menjabat sebagai Kanit 3 Subdit 4 Dirreskrimum Polda Metro Jaya.
  21. Kompol Muhammad Eko Prahutomo Barmula yang sebelumnya menjabat sebagai Kanit 2 Subdit 4 Dirreskrimum Polda Metro Jaya kini menjabat sebagai Kapolsek Kalibaru Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Kombes Pol Wira Satya Triputra Jabat Dirreskrimum Polda Metro Jaya

Komisaris Besar Polisi Wira Satya Triputra kini menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya menggantikan Kombes Polisi Hengki Haryadi.

Pada laman resmi Humas Polri pada Kamis pukul 23.12 WIB disebutkan bahwa Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan mutasi sejumlah perwira tinggi (pati) hingga perwira menengah (pamen). Total ada 513 pati hingga pamen yang dimutasi.

Mutasi jabatan tersebut tertuang dalam Surat Telegram bernomor ST/2750/XII/KEP/2023 yang ditandatangani oleh Asisten Sumber Daya Manusia (SDM) Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo atas nama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Hengki Haryadi yang sebelumnya menjabat sebagai Dirreskrimum Polda Metro Jaya diangkat dalam jabatan baru sebagai penyidik tindak pidana utama tingkat 2 Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

Hengki menggantikan posisi Brigjen Pol Yoyon Toni Surya Putra yang diangkat dalam jabatan baru sebagai Kapusiknas Bareskrim Polri.

Sedangkan Wira Satya Triputra sebelumnya menjabat Wakil Direktur Tindak Pidana Umum (Wadirtipidum) Bareskrim Polri. Posisi Wira digantikan oleh Kombes Polisi Boy Rando Simanjuntak yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit IV Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri.

Wira pernah menjabat sebagai Kapolres Lahat (2015), Dirreskrimsus Polda Sulawesi Tenggara (2017), Kepala Satuan Reserse Mobile (Kasat Resmob) Bareskrim Polri (2018) dan Wadirtipidum Bareskrim Polri (2022).