Kurang dari 24 Jam, Misteri Pembunuh Pria Didalam Karung Di Danau Gawir, Tanggerang Terungkap!

Kurang dari 24 jam, Tim gabungan dari Dirkrimum, Polda Metro Jaya dan jajaran Polres Tanggerang Selatan berhasil mengungkap Jasad pria korban pembunuhan yang ditemukan terbungkus karung dan dibuang di Danau Gawir, Legok, Kabupaten Tangerang.Tersangka berinisial  SY (53) dan MYN (18) dihadirkan saat rilis kasus pembuhan berencana di Polda Metro Jaya , pelaku berjumlah dua orang dan ditangkap di dua lokasi berbeda. kedua pelaku telah di amankan dan tengah menjalani pemeriksaan secara intensif , keduanya memeiliki peran masing masing. Keduanya juga sudah mengakui telah membunuh korban. Aksi pembunuhan ini didasari rasa sakit hati salah satu pelaku terhadap korban.

Diakui kedua pelaku bahwa pembunuhan itu dilakukan oleh mereka berdua.Sakit hati jadi alasan pembunuhan itu terjadi. Pelaku tersinggung karena korban menawar kakaknya Rp300 ribu untuk dipakai memuaskan nafsu seksualnya.

Peristiwa tersebut bermula saat para tersangka dan korban bersama di kediaman korban. Ketiganya secara berama-sama menonton video pornografi pada handphone milik SY. Saat asik menonton, tiba-tiba korban mengatakan sesuatu yang tak senonoh hingga membuat tersangka naik pitam lalu membunuhnya dengan menggunakan kapak.

Atas perbuatannya, kedua pelaku terancam pidana mati atau seumur hidup. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka sangkaan pasal 340 KUHP 338 KUHP 365 ayat 3 KUHP Juncto pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup. Ada jeratan tali dibagian kaki jasad tersebut, lalu ada luka-luka juga di mukanya. Ditambah saat ditemukan, mayat dibungkus dalam karung, mayat yang ditemukan dalam karung itu juga tidak berbusana.

Demi Ilmu Kanuragan Pria Bertato Dibunuh di Bekasi

Ditreskrimum Polda Metro Jaya Subdit Umum / Jatanras berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan pria bertato di Desa Muktiwari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan, pelaku diduga melakukan pembunuhan menggunakan golok atas permintaan korban untuk mengeluarkan ilmu kanuragan. Hal itu diketahui berdasarkan informasi dari hasil pemeriksaan awal terhadap tersangka berinisial AM (50)

Dari penangkapan tersangka, kata Zulpan, penyidik menyita barang bukti sebilah golok yang digunakan untuk membunuh korban. Selain itu, penyidik juga menemukan sebuah pulpen yang di dalamnya terdapat keris berukuran kecil. Zulpan menambahkan, tersangka dijerat dengan Pasal 340 Subsider Pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pembunuhan Berencana. Baca juga: Dugaan Pembunuhan di Bekasi, Jasad Pria dengan Luka Sayatan Ditemukan Dalam Bangunan Kosong “Dan atau dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain,” pungkasnya. Adapun pengungkapan kasus pembunuhan tersebut berawal dari penemuan jasad I oleh seorang saksi berinisial N (65) yang sedang berada di sawah. Dia kemudian melihat styrofoam berbentuk segi panjang di seberang sungai dan berniat mengambilnya untuk digunakan sebagai tempat ikan.

Salah seorang saksi, yakni LN alias S, kemudian mengidentifikasi bahwa jasad laki-laki yang menjadi korban pembunuhan itu merupakan kerabat dekatnya. Hal itu diketahui setelah saksi LN meminta tolong kepada polisi untuk menunjukkan tato ikan mas di punggung korban dan tato lain yang ada di tubuh korban. “Saya kenal, tapi biar lebih yakin, (saya minta lihat belakangnya itu ada tato ikan mas, ternyata benar,” tutur LN. Saksi pun melaporkan temuan tersebut ke kepolisian dan kemudian dilakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan sementara, kepolisian menduga bahwa jasad tersebut merupakan korban pembunuhan. Polisi lalu menangkap seorang pelaku berinisial AM (50) yang diduga sebagai pelaku pembunuhan tersebut.

Tim Gabungan Ditreskrimum Dan Ditkrimsus Berhasil Menangkap 2 Pelaku Pengeroyokan Ade Armando, 4 Pelaku Masih Buron

Polda Metro Jaya tengah menyelidiki kasus pemukulan terhadap dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando dalam demo 11 April di DPR RI. Enam pelaku telah teridentifikasi.
“Polda Metro Jaya telah berhasil mengidentifikasi pelaku pemukulan dan pengeroyokan kepada Ade Armando. Ada enam orang kita identifikasi sebagai pelaku pemukulan dan pengeroyokan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (12/4/2022).

Enam pelaku itu berinisial MB, AP, AM, AL, DUH, dan K. Zulpan mengatakan dua di antaranya sudah ditangkap. “Tim dari Polda Metro dan Ditkrimum telah berhasil menangkap dua pelaku,” ujar Zulpan.Dua pelaku yang telah ditangkap berinisial MB dan K. Saat ini keduanya masih dalam perjalanan ke Polda Metro Jaya.

Ade Armando diketahui menjadi korban pengeroyokan di tengah-tengah aksi demo 11 April di Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Dia mengalami luka cukup parah. Pelaku penyerangan akan ditangkap jika tak menyerahkan diri ke polisi.Dalam kesempatan yang sama, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Tubagus Ade Hidayat menyebut masih ada empat yang buron. Namun, keseluruhan pelaku telah ditetapkan jadi tersangka.Keempatnya orang lainnya, yaitu Dia Ulhag, Ade Purnama, Abdul Latif, dan Abdul Manaf. Kombes Ade mengultimatum mereka untuk menyerahkan diri. “Kami imbau menyerahkan diri,” ucapnya. 

Jenderal Polisi Gadungan Duet dengan Istri Lakukan Penipuan, Ternyata Residivis!

Video Pengungkapan kasus Penipuan dengan modus menjadi Polisi Gadungan Berpangkat Komjen Pol

Komisaris jenderal polisi (Komjen Pol) gadungan berinisial YD (58 tahun) ternyata melakukan aksi penipuan bersama dengan sang istri, YS (41 tahun). YD dan YS ditangkap karena mencoba menipu seorang wanita berinisial RPL hingga Rp.1 miliar.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol E Zulpan mengatakan, kedua pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka. Terungkap jika keduanya juga sudah pernah ditahan karena kasus penggelapan mobil.

“YD pernah ditahan di Bandung, Jawa Barat, karena melakukan penggelapan mobil. Sedangkan sang istri ditahan pada tahun 2021 di Pondok Bambu, Jakarta Timur,” ujar Kombes Zulpan, dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Senin (7/3/2022).

Dalam melancarkan aksi, YD mengaku sebagai Komjen Yahya AH Mudiarto yang bertugas di Mabes Polri.

Modus yang dijalani pelaku adalah dengan cara mengaku memiliki Perjanjian kerjasama sebanyak Rp.30 triliun kepada korbannya. Dana tersebut dikelola perusahaan bernama PT Bintang Timur Perkasa, yang direkturnya dijabat oleh YS.

Korban ketika itu berkenalan dengan pelaku YD dan mengaku mendapatkan proyek pembangunan rest area. Korban disebut bekerja di sebuah peruasahaan swasta. Pelaku mengajukan syarat ke korban jika ingin mendapatkan dana sebesar Rp20 miliar, yaitu wajib menyiapkan dana sebanyak Rp.1 miliar di rekening perusahaan korban, PT Mega Rizky Mandiri.

Selanjutnya pelaku mengatakan akan memberikan sebuah mobil untuk operasional, namun korban harus menyiapkan dan sebanyak Rp.35 juta.

“Jadi ketika dana sudah diberikan kepada pelaku, kendaraan yang dijanjikan belum diberikan kepada korban hingga saat ini,” jelasnya.

Keduanya pun ditangkap di sebuah bank saat akan menandatangani MoU terkait dana Rp1 miliar tersebut. Kedua tersangka kini dikenakan Pasal 372 dan Pasal 378 KHUP tentang Penipuan dan Penggelapan, dengan ancaman pidana 4 tahun.

KURANG DARI 24 JAM, DITRESKRIMUM POLDA METRO JAYA BERHASIL TANGKAP PELAKU PENGEROYOKAN KETUM KNPI!

Subdit Umum/Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil menangkap pelaku pengeroyokan Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Haris Pratama. Kejadian tersebut terjadi di wilayah Cikini, Jakarta Pusat pada hari senin 21 februari 2022 pukul 14.00 W.I.B. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes. Pol. Tubagus Ade Hidayat, S.I.K., M. Sos. didamping Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Endra Zulpan, S.I.K., M.Si. berserta Kasubdit Umum/Jatanras melakuan konferensipers di Mapolda Metro Jaya.

Sejumlah pelaku pengeroyokan itu diketahui melakukan peran masing-masing pengeroyok saat menghajar Haris secara membabi-buta. Tersangka A dia pukul pakai batu, kedua JT pukul korban tiga sampai empat kali di muka korban dengan tangan kosong. Tersangka MS tendang wajah dan badan korban. Tersangka I pukul korban dengan helm,” kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat S.I.K., M. Sos. dalam konferensi pers, Dari empat pelaku itu, dua pelaku yaitu MS dan JT telah berhasil ditangkap. Sedangkan tersangka A serta I masih buron dan dalam upaya pengejaran.

Dalam kasus ini, para tersangka dijerat Pasal 170 KUHP ayat 2 dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. Sementara untuk tersangka SS selaku pemberi perintah turut dikenakan Pasal 55 KUHP Jo Pasal 20 KUHP.Sebelumnya, peristiwa pengeroyokan itu pun telah dilaporkan Haris ke Polda Metro Jaya.

PENYEKAPAN PEMUDA DI JATIWARINGIN BERUJUNG HILANG NYAWA

DITRESKRIMUM SUBDIT TAHBANG/RESMOB Polda Metro Jaya mengungkap kematian pemuda berinisial AY, yang jasadnya ditemukan dengan kondisi tangan dan kaki terikat serta mulut dilakban di Jatiwaringin, Bekasi. Korban tewas setelah disekap oleh teman semasa SMK bernama Tegar. Awal mula orang tua korban melaporkan kejadian jangggal atas meninggalnya korban ke Polres Metro Bekasi setelah pengembangan kasus polisi mendapati bukti dari para saksi bahwa pelaku menyekap korban di kamar mandi.

Tersangka mengakui perbuatan membunuh korban karena sakit hati lantaran korban melamar pekerjaan tanpa mengajak dirinya. Tegar lalu membuat sebuah skenario yang tadinya untuk ‘memberi pelajaran’ kepada korban. Skenario itu dimulai pada Selasa (18/1), ketika tersangka menghubungi korban melalui WhatsApp meminta korban bertemu di rumah saksi. Tanpa rasa curiga, korban datang ke lokasi tersebut.”Kemudian korban tiba di rumah saksi dan setelah tiba tersangka suruh korban untuk beli lakban serta tali dan tanpa dicurigai korban.

Tanpa dinyana, ternyata tali dan lakban yang dibeli korban itu digunakan tersangka untuk mengikatnya. Korban lalu disekap di dalam kamar mandi.”Setelah dibeli (tali dan lakban), tersangka gunakan itu untuk ikat korban di kamar mandi. Korban kenapa menurut aja? Karena korban ini takut kepada tersangka, karena dari zaman sekolah tersangka sudah terkenal jagoan. Jadi di bawah tekanan dan intimidasi korban nurut aja. Pelaku awalnya sempat tidak mengakui perbuatannya. Kepada keluarga korban, pelaku berdalih korban meninggal akibat terjatuh dari tangga.

Keluarga korban yang tidak percaya lalu melaporkan kasus ini ke Polres Metro Bekasi Kota. Dari lima saksi yang diperiksa, mengerucut dugaan korban meninggal akibat dibunuh oleh Tegar.”Dari lima orang saksi ada yang bilang dan saksikan sebelum korban meninggal dunia sempat melibat korban diikat dengan tali dan mulut dilakban sehingga menutup mulut dan hidungnya sehingga mengganggu pernapasan,”.

Tegar lalu ditangkap oleh tim gabungan Subdit Tahbang/Resmob Polda Metro Jaya dan Polres Metro Bekasi di bawah pimpinan AKBP Handik Zusen dan Kompol Alexander Yurikho, di rumah neneknya di daerah Banjarnegara, Jawa Tengah.Pelaku TAW kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

DITRESKRIMUM POLDA METRO JAYA TANGKAP 11 PELAKU CURANMOR YANG BERAKSI DI TANGGERANG DAN BEKASI

Ditreskrumum Polda Metro Jaya, Subdit Umum / Jatanras berhasil menangkap 11 pelaku kawanan residivis pencuri kendaraan bermotor yang kembali beraksi dengan berbekal senjata api rakitan yang beraksi di tiga lokasi yang berbeda, mereka kerap melakukan aksinya di wilayah Tangerang Kota, Tangerang Selatan dan Kabupaten Bekasi. Kegiatan pengungkapan kasus ini dilakukan Subdit Jatanras hanya dalam waktu 1 bulan berhasil mengamankan dan menangkap para pelaku, mereka merupakan tiga komplotan yang berbeda, ada tiga tempat kejadian perkara yang dilakukan para pelaku dalam melakukan aksi kejahatan pertama di wilayah Tangerang Selatan pada tanggal 11 November 2021, kemudian kedua di Tangerang Kota pada tanggal 25 November 2021 dan ketiga di kabupaten Bekasi pada tanggal 17 Desember 2021.

“Dalam kegiatan aksinya, pelaku ini juga tidak segan melakukan kekerasan, jika ada perlawanan dari korban. Mereka juga menggunakan senpi rakitan dalam kejahatannya,” Ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. E Zulpan. Mereka mencari sasaran kendaraan yang terparkir, lalu menyalakannya dengan menggunakan kunci T, setelah berhasil mereka membawa kabur kendaraan tersebut dengan ada pembagian tugas, dalam penangkapan tersebut Subdit Umum / Jatanras turut menyita beberapa alat bukti, diantaranya senjata api rakitan jenis revolver, beberapa butir peluru, kunci leter T dan mata kuncinya. Terakhir ada 9 kendaraan bermotor yang juga diamankan pihak kepolisian.

Kawanan pencuri tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka, mereka dijerat Pasal 363 Ayat 1 dan 480 Ayat 1 KUHP. Penyidik juga menjerat tersangka atas dugaan pelnggaran Undang-Undang (UU) Darurat Nomor 12 tahun 1991 tentang kepemilikan senjata. “UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951, itu penjara setinggi-tingginya 20 tahun.

KINERJA POLDA METRO JAYA PERIODE TAHUN 2021

Polda Metro Jaya mengelar konfrensi pers akhir tahun 2021, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Fadil Imran mengatkan selama tahun 2021 Jakarta aman. Hal itu disampaikan oleh Kapolda Metro Jaya di gedung BPMJ Polda Metro Jaya pada hari Kamis, 30 Desember 2021 didampingi Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Hendro Pandowo, Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), serta Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Endra Zulpan.

Kapolda Metro Jaya menyebut tahun 2021 wilayah hukum Polda Metro Jaya relatif aman. Secara umum kasus tindak pidana di wilayah hukum Polda Metro Jaya di tahun 2021 ini berjumlah 32.400 kasus. Kapolda menerangkan bahwa di sepanjang 2021 kasus kejahatan di Ibu kota menurun satu persen. penyelesaian kasus kejahatan meningkat sebanyak 102 persen atau 30.872 kasus dituntaskan Polda Metro Jaya.

Kasus pencurian dan kekerasan (curat) terdapat 1.419 kasus. Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) 949 kasus. “Kasus penganiayaan 718 kasus, kasus kejahatan siber (cyber crime) 762 kasus,” terangnya. Penyelesaian kasus kejahatan selama tahun 2021juga naik 102% atau 30.870 kasus. Dalam hal tersebut, Kapolda Metro Jaya mengatakan bahwa artinya semua kasus yang masuk ke Polda Metro Jaya dapat ditindaklanjuti dengan maksimal.

Dalam konfersi pers akhir tahun 2021 ini juga Kapolda Merto Jaya Irjen Pol Fadil Imran memberika plakat sewagai wujud ucapan terima kasih kepada masyarakat yang telah membantu POLRI dalam menyelesaikan kasus dan tugas di lapangan, yaitu pengugkapan kasus pinjaman online (pinjol) dan pemberi solusi atas maraknya balap liar di jakarta yang akhirnya difasilitasi oleh Kapolda Metro Jaya di wilayah ANCOL Jakarta Utara.

Pelaku Perampokan Yang Sempat Viral di Pulogadung Ditangkap!

Ditreskrimum Polda Metro Jaya melakukan penangkapan dengan membentuk tim gabungan dari Subdit Resmob (Tahbang) dan Subdit Jatanras (Umum). Kasus pencurian tas berisi uang tunai senilai tujuh juta rupiah di ini terjadi pada 7 Desember 2021 lalu.Kelima pelaku beraksi dengan peran masing-masing, yakni memepet mobil dan mengelabui korban, kemudian langsung mencuri uang korban. Dari kelima pelaku baru tiga pelaku yang ditangkap sementara dua orang lagi masih dalam pengejaran polisi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Endra Zulpan menjelaskan para pelaku merupakan residivis dan dijatuhkan hukuman pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. Ketiga pelaku ini dihadirkan dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya pada Senin, 27 Desember 2021. “Dua orang DPO masih kita lakukan pengejaran. Kita sudah ketahui lokasinya mudah-mudahan dalam waktu tidak lama kita berhasil tangkap,” katanya.

Ketiga pelaku itu berinisial BI (31), AAM (40), dan MW (43). Ketiganya ditangkap pada Selasa (21/12) dan Rabu (22/12) di daerah Johar Baru, Jakarta Pusat. Penangkapan dipimpin Kasubdit Jatanras (umum) Polda Metro AKBP Awaludin dan Kasubdit Resmob (tahbang) Polda Metro Jaya AKBP Handik Zusen.

Mabuk dan buat Keributan di Jalan, Pengendara ini diamankan Polisi !

Ditreskrimum melakukan kegiatan patroli malam guna menertibkan tempat tempat hiburan malam yang tidak mematuhi aturan pemerintah, yaitu tempat-tempat yang masih melaksanakan kegiatan diatas jam 24.00 WIB. Patroli dipimpin langsung oleh Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Jerry Raimond Siagian, yang didampingi oleh Kasubdit Kamneg, Kasubdit Harda, dan Kasubdit Renakta, patroli dilaksanakan di Seputaran Jakarta Selatan.

VIDEO KEGIATAN PATROLI TEMPAT HIBURAN MALAM YANG MELANGGAR PERATURAN JAM OPERASIONAL

Kegiatan ini rutin dilaksanan oleh Ditreskrimum guna menekan angka penyebaran COVID-19 dimasa pandemi, pada saat melaksanakn kegiatan patroli, Ditreskrimum mendapati kendaraan yang sedang parkir melintang di jalan dan menabrak pengendara motor roda dua di daerah kemang, lalu anggota tim patroli menghampiri mobil tersebut dan mendapati sekumpulan remaja yang sudah mabuk didalam mobil.

Tim patroli malam Ditreskrimum lansung memberikan pertolongan kepada pendra roda dua dan mengamankan pengendra mobil tersebut, namun pengendara mobil tidak koperatif kepada anggota Ditreskrimum dengan melontarkan cacian kepada anggota Ditreskrimum. Karna suasan makin tidak kondusif dan memicu kemacetan, anggota Ditreskrimum membawa pengendra mobil berserta ke 4 penumpang ke pospol terdekat untuk diproses dan tim patroli malam Ditreskrimum melanjutkan kegiatan patroli disekitar wilkum Jakarta Selatan.