PELAKU PENCURIAN DAN PERAMPOKAN DENGAN MODUS GEMBOS BAN BERHASIL DIRINGKUS SUBDIT TAHBANG / RESMOB!

Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya berhasil Mengungkap Kasus Tindak pidana pencurian dengan pemberatan terkait Perampokan dengan Modus Gembos Ban di Wilayah Jln. Nusantara Kec. Beji, Kota Depok, Jawa Barat.

Adapun Modus Operasi Kasus Tindak Pidana tersebut sebagai berikut Pelapor adalah Karyawan PT. ASPEX KUMBONG. Pada hari Rabu, tanggal 6 Juli 2022 sekitar jam 13.00 Wib, Pelapor dan Saksi mengambil uang sebesar Rp. 50.000.000 (Lima Puluh Juta Rupiah) dari Bank BNI KCU Margonda Depok, dengan tujuan akan dibawa ke kantor PT. ASPEX KUMBONG di Cileungsi Kab. Bogor, dengan mengendarai Mobil. Saat dalam perjalanan, Pelapor dan Saksi mengetahui ban belakang sebelah kiri kempes, kemudian Pelapor membawa mobil ke tukang tambal ban. Saat Pelapor dan Saksi berada di samping kiri mobil melihat tukang tambal ban memperbaiki ban, dengan meninggalkan tas berisi uang di dalam mobil tanpa mengunci pintu mobil, Pelapor dan Saksi melihat mobil bergoyang dan ternyata ada seorang Pelaku laki-laki membuka pintu kanan mobil dan mengambil uang dari tas, selanjutnya melarikan diri dengan dibonceng temannya menggunakan motor. Atas kejadian tersebut PT. ASPEX KUMBONG mengalami kerugian Rp. 50.000.000 (Lima Puluh Jita Rupiah) dan membuat laporan di Polsek Beji Depok.

Dengan adanya Perkara Kasus Tindak Pidana tersebut kemudian Tim Opsnal Subdit Resmob Polda Metro Jaya melakukan Pengungkapan Kasus Tindak Pidana tersebut.

DITRESKRIMUM POLDA METRO JAYA BERHASIL MENANGKAP SINDIKAT BEGAL ELEKTRONIK

Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus Tindak Pidana Penipuan online atau begal elektronik yang dapat mengakses sistem elektronik milik orang lain secara ilegal dan atau Pencurian data elektronik, terkait Sindikat Penipuan Online atau begal rekening

Adapun Kronologis Kejadian Kasus Tindak Pidana tersebut adalah Pelapor sebagai korban melaporkan bahwa ada akun whatsapp dengan menggunakan logo BCA dan mengirimkan pesan ke pelapor untuk menawarkan BCA Prioritas. Kemudian terlapor mengirimkan link pada pelapor dan pelapor dibujuk untuk masuk ke link tersebut.

Selain itu, pelapor diminta memberitahukan nomor kartu debitnya dan CVV-nya. Tanpa curiga, pelapor  memberitahukan nomor kartu debit BCA-nya berikut CVV-nya. Setelah itu, rekening terlapor terjadi transaksi Rp 181.000.000 (seratus delapan puluh satu rupiah). Dengan demikian pelapor memberikan keterangannya.

Dengan adanya perkara tersebut kemudian Tim Opsnal Subdit Resmob Polda Metro Jaya berhasil melakukan Pengungkapan Kasus Tindak Pidana tersebut.

Warga Negara Asing dari Estonia menjadi Pelaku “Skimming”, Berhasil tertangkap!

Polda Metro Jaya menangkap seorang warga negara (WN) Estonia yang melakukan skimming di wilayah Cengkareng dan Kalideres, Jakarta Barat. Pelaku berinisial SP (24) ditangkap setelah meraup uang sejumlah nasabah salah satu bank pada bulan Juni 2022.

“Kasus skimming ini terjadi pada Juni 2022 di wilayah Cengkareng dan Kalideres, Jakarta Barat. Korbannya dalam kasus ini adalah bank BUMN,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Endra Zulpan, Senin (27/6/2022).

Kabid Humas menjelaskan, kejadian bermula saat Bank tersebut menerima aduan dari nasabah terkait hilangnya sejumlah uang pada Juni 2022. Salah satunya berjumlah Rp 300 juta.

Pihak bank kemudian melakukan penelusuran secara internal dan mendapatkan adanya data transaksi berkait dengan hilangnya uang nasabah tersebut. “Pihak bank melakukan pendataan korban, kemudian dilakukan penyelidikan dan menemukan bahwa transaksi terhadap hilangnya uang itu,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya.

“Ditemukan di beberapa mesin ATM milik korban dalam hal ini bank BUMN tersebut. Hal ini kemudian dilaporkan ke kepolisian,” sambungnya.

Setelah itu, kata Zulpan, penyidik melakukan penyelidikan dan mendapatkan identitas SP selaku pihak yang melakukan transaksi dengan uang milik nasabah tersebut.

Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa SP mentransfer uang milik nasabah Bank BUMN yang hilang itu ke seseorang yang berada di Estonia. “Ini adalah orang yang memberikan instruksi kepada pelaku dalam melakukan aksinya. DPO ini juga warga negara asing posisi tidak di Indonesia. Berkomunikasi melalui Telegram,” ungkap Kombes Pol. Zulpan.

Kini, penyidik Polda Metro Jaya telah menetapkan SP sebagai tersangka. Dia dijerat dengan Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Pasal 30 Juncto Pasal 46 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. “Kemudian pelaku kami kenakan juga Pasal 3, 4 dan 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang,” tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya.

Kabid Humas menambahkan bahwa penyidik sudah mendapatkan identitas dari pelaku lain yang menerima uang kiriman SP dan memasukkannya dalam daftar pencarian orang. “Rekan SP yang memberikan instruksi dan menerima uang itu saat ini kami tetapkan DPO. Nanti kerjasama dengan instansi lainnya, dengan interpol,” tutupnya.

PELAKU TAWURAN GENG MOTOR DI DUREN SAWIT BERHASIL DIRINGKUS

Pengungkapan Kasus Tindak pidana pencurian dengan kekerasan dan atau dimuka umum secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang terkait Tawuran antar Geng dengan menggunakan senjata tajam diwilayah Duren Sawit, Jakarta Timur.

Adapun Kronologis Kejadian tersebut sebagai berikut Sewaktu pelapor di rumah di datangi seorang teman korban memberitahukan kepada pelapor bahwa korban di IGD RS Duren sawit dan pelapor bergegas ke RSUD Duren Sawit, sesampainya di RSUD Duren sawit di ruang IGD melihat korban mengalami luka di bagian Tangan kiri luka, Punggung luka dan wajah disiram air keras, namun korban sadar dan menurut keterangan korban kepada pelapor (Ibu Korban) bahwa ia korban Begal (Rampas handphone), yang mana awal mulanya korban dan temannya melakukan tawuran dengan kelompok pelaku dan melakukan perlawanan, sehingga pelaku berhasil merampas Handphone milik korban, pelaku menyiram air keras mengenai wajah korban serta pelaku membacok korban sehingga korban mengalami luka bacok dibagian lengan tangan dan punggung.

Dengan adanya perkara tersebut kemudian
Timsus I Subdit Tahbang/Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya dibawah pimpinan IPTU ROSBANA, S.H. (KATIMSUS), IPDA ADITYA SAKTI YUDOBHAKTI, S.Trk, dan IPDA MUH. YUSMIN OHORELLA. berhasil melakukan Pengungkapan Kasus Tindak Pidana tersebut. Atas kejadian tersebut para tersangka telah menlanggar Pasal 365 ayat (2) Ke 2e KUHP dan atau pasal 170 ayat (2) ke 2e KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 (Dua Belas) tahun.

Pembegalan Viral Menggunakan Celurit di Bekasi Berhasil Diamankan Subdit Tahbang / Resmob!

Subdit Tahbang / Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya meringkus tiga begal handphone yang beraksi di Jalan Medan Satria, Bekasi, Jawa Barat pada Rabu (8/6/2022). Satu dari tiga orang yang ditangkap merupakan anak di bawah umur. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan, tiga tersangka itu berinisial MRR (21), RB (20) dan BAF (15). Tersangka MRR berperan sebagai joki sepeda motor dan mengawasi situasi sekitar, RB sebagai eksekutor membawa senjata tajam celurit dan satu orang lagi BAF sebagai eksekutor begal. “Ada satu orang DPO yang merupakan komplotan mereka, inisialnya RB, 21 tahun. Perannya juga eksekutor, saat ini masih dalam pengejaran oleh tim penyidik,” kata Kabid Humas Kombes Pol Endra Zulpan.

 Kasus ini berawal ketika dua orang korban sedang makan nasi goreng di depan toko dekat lokasi kejadian dan didatangi para pelaku mengendarai dua sepeda motor. Eksekutor ini langsung mengeluarkan senjata tajam dan mengancam korban hingga akhirnya dua unit HP berhasil dibawa kabur para pelaku beruntung kejadian ini terekam CCTV.

Barang bukti yang disita dari komplotan begal itu di antaranya dua buah celurit dan pakaian yang digunakan tersangka. Penyidik juga menemukan barang bukti handphone milik korban yang dirampas oleh begal di tempat kejadian, serta uang tunai Rp 20 ribu milik korban. “Juga ada sweter dan celana jeans yang digunakan dalam kejahatan,” tutur Kabid Humas Kombes Pol Endra Zulpan. . Pengungkapan kasus begal bercelurit di Bekasi tersebut dilakukan oleh Subdit Tahbang / Resmob Ditkrimum Polda Metro Jaya. Para tersangka dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan ancaman pidana 12 tahun penjara.

Pengemudi Arogan Berplat “RFH” yang Melakukan Pemukulan di TOL Dalam Kota Berhasil Diamankan

Subdit Tahbang / Resmob Ditreskrimum berhasil mengamankan pelaku pemukulan terhadap JF di jalan Tol Dalam Kota Jakarta kawasan Gatot Subroto (Gatsu) arah Cawang pada Sabtu, 4 Juni 2022. Pelaku pemukulan terhadap korban Justin Frederick ini ditangkap Subdit Tahbang /Resmob Ditreskrimum pada hari kejadian tepatnya Sabtu malam kemarin. Pelaku pemukulan di jalan TOL dalam kota Jakarta yang ditangkap ini diketahui mengendarai mobil dengan pelat nomor RFH.Sebelumnya VIRAL di media sosial video pemukulan yang dilakukan dua orang pria di bahu jalan Tol Dalam Kota, Gatot Subroto, Jakarta Selatan pada Sabtu siang kemarin sekira pukul 12.40 WIB.

Dalam video, terlihat korban tersungkur ke jalan setelah mendapatkan pukulan berkali-kali dari salah satu pelaku. Sedangkan satu pria lain berbaju batik menyaksikan peristiwa kekerasan itu terjadi. Akibat perbuatan tersangka, korban yang berusia 23 tahun mengalami luka-luka  antaralain bengkak pada kedua bola mata hingga mengakibatkan kemerahan di bawah kelopak mata, pendarahan pada hidung, luka memar leher kanan, luka bengkak bibir atas, memar ketiak kanan, memar punggung bagian kiri dan luka jari manis kanan.

Dalam kasus ini, penyidik menyita sejumlah barang bukti. Barang bukti yang disita yakni satu kemeja lengan panjang warna hijau, satu celana panjang warna putih, satu jas warna merah, satu buah KTP atas nama tersangka, palat mobil RFH dan rekaman video saat kejadian. Saat berpindah lajur itulah mobil tersangka menyerempet mobil korban.Karena merasa mobilnya diserempet, korban mencoba memepet mobil tersangka. Selanjutnya tersangka menghentikan mobilnya tepat di depan mobil korban.

Di sinilah terjadi cekcok dimana korban turun dari kendaraannya kemudian menujukkan bagian mobil yang terserempet. Kemudian tiba-tiba salah seorang pelaku menyundulkan kepalanya ke arah muka korban dan mengakibatkan hidung korban keluar darah. Setelah itu pelaku lain turun dari mobil dan tanpa basa basi langsung menganiaya korban seperti dalam video yang viral

Dari pemeriksaan dan pengecekan pada Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, diketahui pelat nomor B 1146 RFH bukanlah pelat nomor dari Nissan X Trail yang dikendarai. Artinya, pelaku menggunakan pelat nomor bodong.Dalam kasus ini, polisi mengenakan pasal 351 KUHP dan atau pasal 170 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara. “Pasal yang disangkakan adalah pasal 351 KUHP dan atau pasal 170 KUHP dengan pidana penjara paling lama 9 tahun penjara,” terang Kabid Humas Polda Metro Jaya. 








Sejoli Bantai Korban Pakai Martil Hingga Tewas!

Subdit Tahbang / Resmob berhasil mengungkap kasus pembunuhan pria di pinggir Tol Cipondoh, Kota Tangerang. Korban bernama Bayu Samudra (19). Korban dibantai dengan martil hingga tewas karena pelaku kesal kerap diajak berhubungan seksual. Pelaku ini adalah pasangan sejoli FR (21) dan DF (18). Kasus ini bermula dari penemuan jasad korban di pinggir jalan arah Gerbang Tol Tangerang arah Merak. Dari penemuan ini, Polres Tangerang Kota dibantu Polda Metro Jaya melakukan penyelidikan mendalam.

“Tim gabungan Subdit Resmob, Jatanras dan Satreskrim Polres Tangerang Kota berhasil mengungkap, menangkap pelaku pembunuhan berencana atau pencurian dengan kekerasan melibatkan kematian korban”. Kata Kabid Humas Polda Metro Jaya

Peristiwa ini bermula saat DF kerap menerima pesan dari korban yang isinya mengajak DF untuk berhubungan seksual. Korban merupakan mantan pacar tersangka DF, kesal dengan pesan tersebut, DF menceritakan hal ini kepada kekasihnya yakni FR. Tersangka FR juga melihat pembicaraan melalui pesan WA korban ke DF hingga tersangka RF meminta berbicara dengan korban lewat telepon dan memancing korban agar dilakukan pertemuan. Di sini diatur strategi dan peran DF membantu FR.

Singkat cerita, DF menjebak korban dengan mengajaknya bertemu. Setibanya di TKP, DF melarikan diri sedangkan FR beraksi menyiram wajah korban dengan cairan vacum cleaner.  Saat korban membersihkan mukanya langsung tersangka mengambil martil yang sudah disiapkan di dalam tas langsung memukulkan ke kepala bagian belakang korban sebanyak 3 kali hingga korban jatuh dan tidak sadarkan diri. Setelah memastikan korban sudah tewas, pelaku membawa kabur motor dan ponsel korban. Tak butuh waktu lama, polisi berhasil menangkap kedua sejoli tersebut.

Saat ini keduanya ditahan. Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 340 KUHP, 365 KUHP, dan/atau Pasal 338 KUHP dengan ancaman pidana seumur hidup atau penjara paling lama 20 tahun.

Subdit Tahbang / Resmob Mengungkap Kasus Tindak Pidana Pencurian dan Penadahan.

Subdit Tahbang / Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengungkap kasus pidana pencurian dengan kekerasan dan penadahan yang terjadi di daerah Bojong Gede, Bogor. Dalam kasus tersebut, tersangka begal dan penadahan telah diamankan. Dalam kasus tersebut, tersangka begal dan penadahan telah diamankan.Sedangkan barang bukti yang diamankan penyidik, yaitu 1 unit handphone Samsung, 1 unit handphone Realmi, 1 buah dompet, 1 unit sepeda motor.

“Modus yang digunakan, para pelaku berkeliling menggunakan sepeda motor secara acak untuk mencari sasaran atau korban. Jika melihat korban, pelaku langsung memepet kendaraannya untuk meminta barang milik korban,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan. Apabila ada perlawanan dari korban, maka para pelaku tidak segan untuk melakukan tindak kekerasan. Kasus ini terungkap berawal dari informasi masyarakat terkait adanya tindak pidana pencurian dengan kekerasan menggunakan senjata tajam di daerah Tajur Halang, Bogor.

Terkait dengan perbuatan yang dilakukan pelaku, penyidik sudah menetapkan mereka menjadi tersangka dengan diancam pasal 365 KUHP dengan pidana 9 tahun dan atau Pasal 480 KUHP dengan pidana paling lama 4 tahun.

Kurang dari 24 Jam, Misteri Pembunuh Pria Didalam Karung Di Danau Gawir, Tanggerang Terungkap!

Kurang dari 24 jam, Tim gabungan dari Dirkrimum, Polda Metro Jaya dan jajaran Polres Tanggerang Selatan berhasil mengungkap Jasad pria korban pembunuhan yang ditemukan terbungkus karung dan dibuang di Danau Gawir, Legok, Kabupaten Tangerang.Tersangka berinisial  SY (53) dan MYN (18) dihadirkan saat rilis kasus pembuhan berencana di Polda Metro Jaya , pelaku berjumlah dua orang dan ditangkap di dua lokasi berbeda. kedua pelaku telah di amankan dan tengah menjalani pemeriksaan secara intensif , keduanya memeiliki peran masing masing. Keduanya juga sudah mengakui telah membunuh korban. Aksi pembunuhan ini didasari rasa sakit hati salah satu pelaku terhadap korban.

Diakui kedua pelaku bahwa pembunuhan itu dilakukan oleh mereka berdua.Sakit hati jadi alasan pembunuhan itu terjadi. Pelaku tersinggung karena korban menawar kakaknya Rp300 ribu untuk dipakai memuaskan nafsu seksualnya.

Peristiwa tersebut bermula saat para tersangka dan korban bersama di kediaman korban. Ketiganya secara berama-sama menonton video pornografi pada handphone milik SY. Saat asik menonton, tiba-tiba korban mengatakan sesuatu yang tak senonoh hingga membuat tersangka naik pitam lalu membunuhnya dengan menggunakan kapak.

Atas perbuatannya, kedua pelaku terancam pidana mati atau seumur hidup. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka sangkaan pasal 340 KUHP 338 KUHP 365 ayat 3 KUHP Juncto pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup. Ada jeratan tali dibagian kaki jasad tersebut, lalu ada luka-luka juga di mukanya. Ditambah saat ditemukan, mayat dibungkus dalam karung, mayat yang ditemukan dalam karung itu juga tidak berbusana.

Geng Motor Jakarta Mistry Si Pembuat Onar Berhasil Dibekuk!

Direktorat reserse kriminal umum polda metro jaya subdit tahbang / resmob berhasil menangkap pelaku kelompok geng sepeda motor ‘Jakarta Mistery’ yang menyerang warga Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat.Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan, tersangak berinisial MR (21 thn) ditetapkan sebagai tersangka atas kepemilikan senjata tajam.Pengungkapan ini berawal adanya video viral di sosial media penyebaran warga Johar Baru, Jakarta Pusat oleh geng sepeda motor.

Tersangka juga berperan sebagai admin akun sosial media Jakarta mistery, Para pelaku ini awalnya melakukan konvoi menggunakan sepeda motor sebanyak 15 kendaraan dengan membawa senjata tajam.Mereka sengaja melakukan itu untuk mencari lawan secara acak. Kebetulan saat itu warga Johar Baru, Jakarta Pusat sedang berkumpul sekira pukul 02.00 WIB. Sehingga terjadi penyerangan oleh geng sepeda motor, beruntung tidak sampai menimbulkan korban luka atau jiwa.

“Pelaku juga menguplaod penyerangan di sosial media dan tentunya ini sangat membahayakan pengendara sepeda motor lain yang melintas,” Kadiv Humas Polda Metro Jaya. Tersangka juga merupakan pendiri geng sepeda motor Jakarta Mistery. Diduga senjata tajam itu digunakan pelaku untuk melakukan aksi penyerangan terhadap warga Johar Baru.Atas perbuatannya, MR dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 Undang-undang darurat atas kepemilikan senjata tajam ancaman paling lama 10 tahun. Tersangka membeli senjata tajam ini secara online.