BERANTAS MAFIA TANAH, POLDA METRO JAYA TETAPKAN 30 TERSANGKA

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap sindikat Mafia tanah, Polda Metro Jaya menyebut bahwa penyidik sudah berhasil menetapkan 30 orang tersangka dalam kasus pengungkapan mafia tanah di wilayah DKI Jakarta, dan Bekasi.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol. Hengki Haryadi mengatakan, dari 30 orang tersebut, ada sebanyak 13 orang di antaranya merupakan pejabat dan pegawai kantor wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Sebanyak 30 tersangka yang saat ini kami  tetapkan. Di antaranya sebagian besar sudah ditahan, meliputi 13 orang pegawai BPN tersebut.

Menurut Kombes Pol. Hengki Haryadi, 13 pegawai BPN tersebut terdiri dari tujuh aparatur sipil negara (ASN) dan enam pegawai honorer.

Belasan tersangka ini diduga terlibat mafia tanah dengan menerbitkan sertifikat tanah yang seharusnya menjadi hak dari para korban tersebut.

Terdapat 12 korban dari mafia tanah ini dimulai dari aset pemerintah, kemudian badan hukum negara, maupun perorangan, ujar Dirreskrimum.

Selain pejabat dan pegawai BPN, penyidik juga menangkap dua Aparatur Sipil Negara (ASN) pemerintah daerah, dua kepala desa, dan seorang penyedia jasa perbankan, serta 12 orang masyarakat sipil lainnya.

Kini para tersangka dijerat dengan Pasal 55 dan Pasal 56 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Selain itu penyidik juga menerapkan Pasal 263, Pasal 264, dan Pasal 266, serta Pasal 372 KUHP.

Kemudian Pasal 3, 4 dan 5 UI RI Nomor 8 Tahun 2012, dan atau Pasal 170 dan 167 Ayat 1 KUHP, tutup Kombes Pol. Hengki Haryadi.

BERANTAS MAFIA TANAH, SUBDIT HARDA BERHASIL TANGKAP 3 TERSANGKA BARU!

Subdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya menetapkan tiga tersangka baru dalam kasus mafia tanah dengan korban keluarga selebritas Nirina Zubir. Penetapan tiga tersangka baru ini berdasarkan fakta dalam proses persidangan terhadap lima tersangka sebelumnya.

“Penyidik Subdit Harda melakukan pengembangan berdasarkan petunjuk persidangan ditetapkan tiga tersangka baru dan sudah kita amankan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan dalam konferensi pers, Rabu (13/7).

Ketiga tersangka ini yakni Moch Syaf Alatas (MAS), Ahmad Efrilliatio Ordiba (AEO) serta Cito (C). Ketiganya memiliki peran yang berbeda.

Tersangka MAS berperan membantu pembiayaan proses balik nama terhadap Sertifikat Hak Milik No.5774/Srengseng pemegang hak atas nama Vinta Kurniawaty menjadi pemegang hak atas nama Riri Khasmita.

Riri Khasmita diketahui merupakan mantan asisten rumah tangga keluarga Nirina. Ia ditetapkan sebagai tersangka dan saat ini sedang menjalani proses persidangan.

Kemudian, tersangka AEO adalah seorang pegawai bank yang berperan membantu pencairan kredit dengan jaminan sertifikat atas nama tersangka.

Lalu, tersangka C berperan membuat surat kuasa palsu, membuat laporan polisi kehilangan AJB palsu di Polres Metro Jakarta Utara, dan menerima uang pembagian hasil.

Selain ketiga tersangka baru, polisi juga menetapkan Ray Alexander Putra (RAP) sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). Ia turut membantu pembiayaan proses balik nama sertifikat tanah.

“DPO Ray Alexander Putra masih dalam pengejaran,” ujar Zulpan.

Dalam kasus ini, para tersangka dijerat Pasal 55 KUHP dan atau Pasal 56 KUHP dan atau Pasal 263 KUHP dan atau Pasal 264 KUHP dan atau Pasal 266 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 3,4,5 UU Nomor 8 Tahun 2010.

Sebagai informasi, selebritas Nirina Zubir dan keluarganya menjadi korban mafia tanah dengan nilai kerugian hingga Rp17 miliar.

Dari hasil penyelidikan dan penyidikan, polisi menetapkan lima orang sebagai tersangka. Mereka yakni Riri Khasmita mantan asisten rumah tangga (ART), Endrianto yang merupakan suami Riri.

Lalu, tiga tersangka lainnya adalah Faridah, Ina Rosainaz dan Erwin Riduan yang berprofesi sebagai Notaris PPAT.

KINERJA POLDA METRO JAYA PERIODE TAHUN 2021

Polda Metro Jaya mengelar konfrensi pers akhir tahun 2021, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Fadil Imran mengatkan selama tahun 2021 Jakarta aman. Hal itu disampaikan oleh Kapolda Metro Jaya di gedung BPMJ Polda Metro Jaya pada hari Kamis, 30 Desember 2021 didampingi Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Hendro Pandowo, Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), serta Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Endra Zulpan.

Kapolda Metro Jaya menyebut tahun 2021 wilayah hukum Polda Metro Jaya relatif aman. Secara umum kasus tindak pidana di wilayah hukum Polda Metro Jaya di tahun 2021 ini berjumlah 32.400 kasus. Kapolda menerangkan bahwa di sepanjang 2021 kasus kejahatan di Ibu kota menurun satu persen. penyelesaian kasus kejahatan meningkat sebanyak 102 persen atau 30.872 kasus dituntaskan Polda Metro Jaya.

Kasus pencurian dan kekerasan (curat) terdapat 1.419 kasus. Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) 949 kasus. “Kasus penganiayaan 718 kasus, kasus kejahatan siber (cyber crime) 762 kasus,” terangnya. Penyelesaian kasus kejahatan selama tahun 2021juga naik 102% atau 30.870 kasus. Dalam hal tersebut, Kapolda Metro Jaya mengatakan bahwa artinya semua kasus yang masuk ke Polda Metro Jaya dapat ditindaklanjuti dengan maksimal.

Dalam konfersi pers akhir tahun 2021 ini juga Kapolda Merto Jaya Irjen Pol Fadil Imran memberika plakat sewagai wujud ucapan terima kasih kepada masyarakat yang telah membantu POLRI dalam menyelesaikan kasus dan tugas di lapangan, yaitu pengugkapan kasus pinjaman online (pinjol) dan pemberi solusi atas maraknya balap liar di jakarta yang akhirnya difasilitasi oleh Kapolda Metro Jaya di wilayah ANCOL Jakarta Utara.

Mabuk dan buat Keributan di Jalan, Pengendara ini diamankan Polisi !

Ditreskrimum melakukan kegiatan patroli malam guna menertibkan tempat tempat hiburan malam yang tidak mematuhi aturan pemerintah, yaitu tempat-tempat yang masih melaksanakan kegiatan diatas jam 24.00 WIB. Patroli dipimpin langsung oleh Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Jerry Raimond Siagian, yang didampingi oleh Kasubdit Kamneg, Kasubdit Harda, dan Kasubdit Renakta, patroli dilaksanakan di Seputaran Jakarta Selatan.

VIDEO KEGIATAN PATROLI TEMPAT HIBURAN MALAM YANG MELANGGAR PERATURAN JAM OPERASIONAL

Kegiatan ini rutin dilaksanan oleh Ditreskrimum guna menekan angka penyebaran COVID-19 dimasa pandemi, pada saat melaksanakn kegiatan patroli, Ditreskrimum mendapati kendaraan yang sedang parkir melintang di jalan dan menabrak pengendara motor roda dua di daerah kemang, lalu anggota tim patroli menghampiri mobil tersebut dan mendapati sekumpulan remaja yang sudah mabuk didalam mobil.

Tim patroli malam Ditreskrimum lansung memberikan pertolongan kepada pendra roda dua dan mengamankan pengendra mobil tersebut, namun pengendara mobil tidak koperatif kepada anggota Ditreskrimum dengan melontarkan cacian kepada anggota Ditreskrimum. Karna suasan makin tidak kondusif dan memicu kemacetan, anggota Ditreskrimum membawa pengendra mobil berserta ke 4 penumpang ke pospol terdekat untuk diproses dan tim patroli malam Ditreskrimum melanjutkan kegiatan patroli disekitar wilkum Jakarta Selatan.

Selamat! Berkat Kinerja yang baik, 9 Anggota Subdit Harda menerima Reward dari Kasubdit Harda .

Pada kegiatan Apel Pagi Subdit Harda hari Kamis, 16 Desember 2021, Subdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya melaksanan kegiatan pemberian Reward kepada para anggota yang berprestasi guna terciptanya persaingan positif diantara para anggota, Acara pemberian Reward ini dipimpin langsung oleh Kasubdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya KOMPOL Petrus P. Silalahi, S.H., S.I.K.
adapun Pemberian Penghargaan ini terdiri dari 3 Kategori yaitu :
– Kinerja Kanit Terbaik
– Kinerja Panit Terbaik
– Kinerja Penyidik Terbaik

Kegiatan ini bertujuan agar para anggota bisa bekerja dengan penuh semangat dan penuh rasa tanggung jawab dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat dengan baik. Karna ini adalah suatu kewajiban bagi anggota Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Anggota Subdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang mendapatkan Reward antara lain adalah :

– Kinerja Kanit Tebaik :
Juara 1 : AKP Kemas M.S. Arifin, S.H., S.I.K., M.Si.
Juara 2 : Kompol Reza Mahendra Setligt, S.I.K.
Juara 3 : AKP Mulya Adhimara, S.H., S.I.K.

– Kinerja Panit Terbaik :
Juara 1 : IPTU Chepy Rusmanto, S.H.
Juara 2 : AKP Erwin Pakpahan, S.H.
Juara 3 : AKP Rizkyadi Suparto, S.I.K.

– Kinerja Penyidik Terbaik :
Juara 1 : Briptu Nanang Nurgianto, S.H.
Juara 2 : IPDA Khairul Anam, S.Kom.
Juara 3 : Bripka Budianto Kane, S.H.

Reward yang diberikan kepada anggota di nilai dari tingkat penyelesaian perkara kasus yang dilaporkan oleh Masyarakat, yang dapat di selesaikan dengan baik oleh para Penyidik tingkat Kanit, Panit dan Penyidik .

Kasubdit Harda mengucapkan selamat kepada Sembilan anggota Subdit Harda yang di sematkan menjadi penerima Reward karna kinerja meraka dan pelayan terhadap masyarkat yang maksimal. Semoga untuk para penerima reward untuk tetap bekerja dengan baik, penuh tangung jawab dan pelayan yang maksimal. Harapan untuk para anggota yang lain agar menjadikan motivasi supaya pelayan POLRI terutama Ditreskrimum Polda Metro Jaya menjadi maksimal.

Untuk Maksimalkan Kinerja, Subdit Harda Tingkatan Kemampuan Para Penyidik.

Subdit Harda Dit Reskrimum Polda Metro Jaya melaksanakan kegiatan peningkatan kemampuan, kepada para penyidik yang dipimpin oleh Panit 4 Subdit Harda (Harta Benda), AKP. Rizky Adi Saputro, S.I.K. , Kegiatan Peningkatan ini dilaksanakan denagan mensosialisasikan progaram Sistem Manajemen Administrasi Ditreskrimum Terpadu Polda Metro Jaya (SIMADU PMJ) kepada para Penyidik Subdit Harda, Dengan adanya Sistem ini Subdit Harda mengharapkan para penyidik mampu meningkatkatkan kinerja dalam melayani masyarakat, Khususnya dalam mempercepat proses penyelesaian penyidikan. SIMADU PMJ dibentuk untuk mempercepat dan mempermudah kinerja yang sebelumnya memakan proses yang membutuhkan waktu, menjadi lebih cepat dan mudah bagi para penyidik.

Dengan adanya Sistem Manajemen Administrasi Ditreskrimum Terpadu Polda Metro Jaya (SIMADU PMJ), para penyidik Subdit Harda merasa terbantu dan berupaya meningkatkan kinerja mereka dalam menyelesaikan laporan dari masyarakat. Pada kegiatan Peningkatan Kemampuan ini para penyidik memperhatikan dengan seksama agar dapat menggunakan sistem tersebut dengan baik pada saat pelaksaan penyidikan agar kinerja penyidik lebih maksimal.