Selamat! Berkat Kinerja yang baik, 9 Anggota Subdit Harda menerima Reward dari Kasubdit Harda .

Pada kegiatan Apel Pagi Subdit Harda hari Kamis, 16 Desember 2021, Subdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya melaksanan kegiatan pemberian Reward kepada para anggota yang berprestasi guna terciptanya persaingan positif diantara para anggota, Acara pemberian Reward ini dipimpin langsung oleh Kasubdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya KOMPOL Petrus P. Silalahi, S.H., S.I.K.
adapun Pemberian Penghargaan ini terdiri dari 3 Kategori yaitu :
– Kinerja Kanit Terbaik
– Kinerja Panit Terbaik
– Kinerja Penyidik Terbaik

Kegiatan ini bertujuan agar para anggota bisa bekerja dengan penuh semangat dan penuh rasa tanggung jawab dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat dengan baik. Karna ini adalah suatu kewajiban bagi anggota Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Anggota Subdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang mendapatkan Reward antara lain adalah :

– Kinerja Kanit Tebaik :
Juara 1 : AKP Kemas M.S. Arifin, S.H., S.I.K., M.Si.
Juara 2 : Kompol Reza Mahendra Setligt, S.I.K.
Juara 3 : AKP Mulya Adhimara, S.H., S.I.K.

– Kinerja Panit Terbaik :
Juara 1 : IPTU Chepy Rusmanto, S.H.
Juara 2 : AKP Erwin Pakpahan, S.H.
Juara 3 : AKP Rizkyadi Suparto, S.I.K.

– Kinerja Penyidik Terbaik :
Juara 1 : Briptu Nanang Nurgianto, S.H.
Juara 2 : IPDA Khairul Anam, S.Kom.
Juara 3 : Bripka Budianto Kane, S.H.

Reward yang diberikan kepada anggota di nilai dari tingkat penyelesaian perkara kasus yang dilaporkan oleh Masyarakat, yang dapat di selesaikan dengan baik oleh para Penyidik tingkat Kanit, Panit dan Penyidik .

Kasubdit Harda mengucapkan selamat kepada Sembilan anggota Subdit Harda yang di sematkan menjadi penerima Reward karna kinerja meraka dan pelayan terhadap masyarkat yang maksimal. Semoga untuk para penerima reward untuk tetap bekerja dengan baik, penuh tangung jawab dan pelayan yang maksimal. Harapan untuk para anggota yang lain agar menjadikan motivasi supaya pelayan POLRI terutama Ditreskrimum Polda Metro Jaya menjadi maksimal.

Untuk Maksimalkan Kinerja, Subdit Harda Tingkatan Kemampuan Para Penyidik.

Subdit Harda Dit Reskrimum Polda Metro Jaya melaksanakan kegiatan peningkatan kemampuan, kepada para penyidik yang dipimpin oleh Panit 4 Subdit Harda (Harta Benda), AKP. Rizky Adi Saputro, S.I.K. , Kegiatan Peningkatan ini dilaksanakan denagan mensosialisasikan progaram Sistem Manajemen Administrasi Ditreskrimum Terpadu Polda Metro Jaya (SIMADU PMJ) kepada para Penyidik Subdit Harda, Dengan adanya Sistem ini Subdit Harda mengharapkan para penyidik mampu meningkatkatkan kinerja dalam melayani masyarakat, Khususnya dalam mempercepat proses penyelesaian penyidikan. SIMADU PMJ dibentuk untuk mempercepat dan mempermudah kinerja yang sebelumnya memakan proses yang membutuhkan waktu, menjadi lebih cepat dan mudah bagi para penyidik.

Dengan adanya Sistem Manajemen Administrasi Ditreskrimum Terpadu Polda Metro Jaya (SIMADU PMJ), para penyidik Subdit Harda merasa terbantu dan berupaya meningkatkan kinerja mereka dalam menyelesaikan laporan dari masyarakat. Pada kegiatan Peningkatan Kemampuan ini para penyidik memperhatikan dengan seksama agar dapat menggunakan sistem tersebut dengan baik pada saat pelaksaan penyidikan agar kinerja penyidik lebih maksimal.

Hari Anti Korupsi Se-Dunia, Dit Reskrimum amankan Unjuk Rasa di Kantor KPK R.I.

Ditreskrimum Polda Metro Jaya melaksanakan Pengamanan Unjuk Rasa di depan Kantor KPK R.I dalam memperingati Hari Anti Korupsi Se-Dunia pada hari Kamis, 9 Desember 2021 .

Massa yang hadir dalam aksi Unjuk Rasa Hari Anti Korupsi Se-Dunia ini terdiri dari 8 elemen dari berbagai kalangan, dari mulai Mahasiswa, Pekerja, dan Ibu Rumah Tangga, yang juga terdiri dari berbagai Wilayah, yaitu dari Maluku, Garut, Papua dan DKI Jakarta .

Pada kesempatan yang baik ini, dimana hari ini adalah hari Anti Korupsi Se-Dunia, beberapa elemen massa aksi memberikan apresiasi kepada KPK R.I yang telah berjuang dalam memberantas Korupsi di indonesia.

Namun ada juga elemen massa aksi yang menuntut agar KPK RI berjuang lebih keras dalam memberantas Korupsi, terutama di Daerah-Daerah.

Salah satu aksi yang paling ramai adalah aksi unjuk rasa dari mahasiswa Universitas Pamulang (UNPAM), mahasiswa UNPAM menyampaikan kekecewaannya Melihat kondisi yang ada saat ini di Indonesia, dimana banyak Korupsi yang terjadi di indonesia, contohnya banyak kasus Korupsi APBD di daerah-daerah.

Mahasiswa UNPAM menambahkan ” KPK harus segera menyelesaikan kasus-kasus Korupsi yang belum selesai dan mencegah terjadinya Korupsi ” ucap mereka di depan Kantor KPK R.I.

Dit Reskrimum Amankan Unjuk Rasa, Buruh berterimakasih kepada Polri.

Dit Reskrimum Polda Metro Jaya melaksanakan Pengamanan Unjuk Rasa Buruh yang menuntut kenaikan Upah dan Revisi UU Cipta Kerja di Patung Kuda Monas, Jakarta Pusat, Rabu, 8 Desember 2021 .

Unjuk Rasa Berjalan Kondusif dikarenakan Pihak Kepolisian dan TNI mampu menjembatani Rekan-Rekan Buruh untuk bertemu dengan Pihak Mahkamah Konstitusi R.I untuk menyampaikan aspirasi .

Dengan hasil musyawarah, Mahakamah konstitusi bersedia membantu buruh dalam memperjuangkan hak-hak yang di Tuntut dalam waktu dekat .

” UU Cipta Kerja Tetap Berlaku, namun MK RI akan mempertimbangkan Pasal-pasal yang dipermasalahkan oleh Rekan-Rekan Buruh ” Ucap Presiden Partai Buruh, Said Iqbal kepada para masa aksi yang telah menunggu di Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat .

Presiden Partai Buruh tersebut mengucapkan terimakasih banyak kepada pihak Kepolisian dan TNI yang mau membantu menjembatani Buruh sampai bisa bertemu dengan pihak Mahkamah Konstitusi .

Dan masa aksi juga berterimakasih kepada Hakim-Hakim Mahkamah Konstitusi R.I karna sudah mau membantu rekan-rekan buruh dalam memperjuangkan Hak-Hak yang dituntut oleh masa aksi unjuk rasa .

Tingkatkan Kecepatan Penyidikan, Ditreskrimum PMJ Siapkan Sistem Manajemen Administrasi Ditreskrimum Terpadu Polda Metro Jaya.

Demi terciptanya manajemen Penyidikan yang lebih cepat dan tepat, Polda Metro Jaya menyiapkan mekanisme baru dalam proses penyidikan berbasis sistem manajemen administrasi ditreskrimum terpadu polda metro jaya (SIMADU PMJ). sistem ini diperuntukan untuk penyidik Ditreskrimum PMJ untuk mempercepat dan mempermudah birokrasi yang sebelumnya agak rumit menjadi lebih mudah.

Diharapkan dengan adanya Sistem manajemen administrasi ditreskrimum terpadu polda metro jaya ini, masyarakat dapat dengan cepat mendapatkan informasi tentang perkembangan penyidikan kasus yang sedang berlangsung, melalui terbitnya SP2HP yang lebih cepat. Melalui sistem manajemen yang sudah dibuat oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Demi Terwujudnya Polri yang Presisi, Ditreskrimum Bekali 36 Personil Baru

Ditreskrimum Polda Metro Jaya menerima penambahan Personil baru dari Ditsabhara Polda Metro Jaya dan beberapa Satker lainnya, pada kesempatan ini, Dir Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Tubagus Ade Hidayat, S.I.K., M.Sos, didampingi oleh Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Jerry Raimond Siagian, S.H., S.I.K., M.H., beserta para Kasubdit Ditreskrimum Polda Metro Jaya memberikan arahan kepada 38 Personil baru yang di Tugaskan ber dinas di Ditreskrimum Polda Metro Jaya di Gedung Biro Operasi Polda Metro Jaya tepatnya hari Senin, 05 Desember 2021 .

Dalam arahannya, Dir Reskrimum memberikan arahan tentang tugas-tugas dan fungsi Reserse sebagaimana yang baik dan benar, hal ini dilakukan demi terwujudnya Personil yang PRESISI, khususnya personil Ditreskrimum Polda Metro Jaya .

Dir Reskrimum memberi saran dan motivasi kepada 36 Bintara Ditreskrimum yang baru untuk dapat belajar dengan baik, semoga pelatihan dan pembekalan ini bisa berguna bagi para peserta dalam melaksanakan tugas kedepannya sebagai Penyidik, yang juga memahami tentang dasar-dasar hukum dan pasal-pasal KUHP yang berlaku.

“ Jadilah Anggota Reserse yang baik dan Berprestasi ! “ tegas Kombes Pol. Tubagus Ade Hidayat, S.I.K., M.Sos. dalam penuutupan arahan nya .

Polda Metro Jaya Menetapkan Lima Tersangka Baru Dalam Kasus Pengeroyokan Perwira Polisi Di Depan Gedung MPR/DPR RI

Penyidik Polda Metro Jaya menetapkan lima tersangka baru dalam kasus pengeroyokan terhadap Kabag Ops Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Dermawan Karosekali, saat demo di depan gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Kamis (25/11/2021) lalu.

“Saya menyampaikan bahwa para tersangka yang sudah kita tahan dan kita tetapkan sebagai tersangka dan menjalani proses penyidikan saat ini, ada lima orang,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol E. Zulpan di Jakarta, Selasa.

Adapun inisial dan peran para tersangka baru tersebut yakni AS (18) yang perannya adalah mengejar, menarik dan memukul korban menggunakan tangan kosong.

Kemudian WH (35) yang perannya memprovokasi, mengejar dan memukul korban. Selanjutnya DH (23) yang perannya mengejar, memukul dan menendang korban.

Tersangka keempat ACH (29) yang memukul korban dengan menggunakan kayu dan tersangka kelima adalah MBK (23) yang turut mengejar, menarik dan memukul korban dengan tangan kosong.

Dalam penangkapan tersebut polisi turut menyita sejumlah barang bukti antara lain KTP, seragam dan kartu anggota ormas Pemuda Pancasila.

“ini ada kemeja seragam ormas Pemuda Pancasila. Seragam ini dimiliki oleh semua tersangka. Jadi, tersangka ini adalah anggota ormas Pemuda Pancasila,” ujarnya.

Sebelumnya Polda Metro Jaya telah terlebih dulu menetapkan satu tersangka yang berinisial RC dalam kasus pengeroyokan terhadap AKBP Karosekali. Tersangka RC juga diketahui merupakan anggota ormas Pemuda Pancasila.

Keenam tersangka tersebut selanjutnya ditahan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya dan dijerat dengan Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 212 KUHP dan atau Pasal 216 KUHP dan atau Pasal 218 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama lima tahun enam bulan.

Berkas Perkara Rachel Vennya Dinyatakan Lengkap (P21), Polda Metro Jaya Segera Serahkan Tersangka dan Barang Bukti ke JPU

Berkas perkara selebgram Rachel Vennya beserta kekasihnya, Salim Nauderer dan manajernya, Maulida Khairunnisa dinyatakan lengkap dan akan segera disidangkan.

“Sudah dinyatakan lengkap. Paling minggu sekarang tersangka dan barang bukti diserahkan, kita buat janji dulu dengan jaksa penuntut umum (JPU),” kata Dir Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat kepada wartawan, Kamis (25/11/2021) kemarin.

Dikatakan Kombes Tubagus, setelah berkas perkara dinyatakan lengkap, kini kasus itu menjadi wewenang dari Kejaksaan Tinggi Banten. Rachel Vennya akan segera menjalani proses persidangan.

“Saat ini nasib keempat tersangka sudah berada di tangan Kejati Banten dan menunggu proses peradilannya,” ucapnya.

Terkait berkas perkara di Kejaksaan Tinggu Banten alasannya karena lokasi kejadian tindak pidana tersebut bermula di bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

Sebelumnya, penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya menetapkan Rachel, Salim, Maulida, dan OP sebagai tersangka kasus dugaan kabur dari karantina atau dugaan pelanggaran karantina kesehatan.

Penetapan tersangka tersebut dilakukan setelah tim penyidik melakukan gelar perkara dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

Rachel Vennya dan ketiga tersangka lainnya diketahui melanggar Pasal 14 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dan/atau Pasal 93 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 1 tahun penjara.

Tangkap 21 Pengunjuk Rasa Anarkis, 15 Anggota Ormas Pemuda Pancasila Jadi Tersangka

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 21 orang massa Pemuda Pancasila (PP) dan menetapkan 15 orang sebagai tersangka dalam aksi anarkis yang melukai anggota polisi berpangkat AKBP. Bahkan, sebanyak enam buah senjata dan dua butir peluru kaliber 38 revolver ikut diamankan.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengatakan, dari 21 orang yang telah diamankan polisi, 15 orang ditetapkan jadi tersangka.

“Diamankan 21 orang yang diamankan ini dugaan pelanggaran UU Darurat yakni bawa senjata yakni sajam penikam, senjata pemukul, dan senjata penusuk,” kata Kombes Pol Tubagus bersama Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (25/11/2021).

Sejumlah barang bukti yang diamankan yakni tiga buah sangkur, satu buah golok, satu buah stik golf, satu buah linggis. Polisi juga mengamankan dua buah butir peluru senjata api.

“Barbuk (barang bukti) di depan salah satunya bawa dua butir peluru yan diduga kaliber 38 revolver. Tentunya barbuk saat ini akan kami kembangkan pertama dari mana diperoleh dan untuk apa digunakan bisa mungkin senjatanya,” ujarnya.

Sebelumnya, polisi mengamankan 21 orang massa aksi Pemuda Pancasila dan menetapkan 15 orang tersangka. Peristiwa bermula pada akhir aksi demo Pemuda Pancasila di depan gedung DPR telah terjadi penyerangan terhadap petugas dengan cara brutal.

“Dalam demo tadi terjadi penyerangan terhadap petugas. Ada satu anggota Polda Metro atas nama AKBP Dermawan Karosekali jabatannya Kabagops Ditlantas Polda Metro dilakukan pemukulan oleh oknum Pemuda Pancasila,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan di Polda Metro Jaya.

Saat ini AKBP Dermawan mengalami luka dan tengah dirawat di Rumah Sakit Kramatjati, Jakarta Timur. AKBP Dermawan mengalami luka serius di kepala bagian belakang yang harus dirawat secara intensif.

“Kemungkinan beberapa hari ke depan yang bersangkutan menjalankan tugas seperti biasa karena di dalam rumah sakit,” tambahnya.

Kombes Zulpan pun mengecam ormas Pemuda Pancasila.

“Jadi tidak boleh ada organisasi mana pun yang menempatkan dirinya di atas hukum, ini perlu menjadi catatan kita bahwa ormas Pemuda Pancasila dalam kegiatan hari ini seolah-olah menempatkan mereka di atas daripada hukum,” kata Kombes Zulpan.

“Kemudian perlu saya tekankan, Polda Metro menjunjung tinggi supremasi hukum. Kegiatan penyampaian pendapat di muka umum didukung oleh peraturan dan ketentuan yang berlaku ini dilakukan dengan kegiatan-kegiatan yang tidak benar, ini akan kita lakukan penindakan,” tegas Kombes Zulpan.

Kombes Zulpan menjelaskan, mereka yang melawan aparat hukum akan dipidana dengan sangkaan Pasal 170 KUHP.

Dir Reskrimum Polda Metro Jaya: Kasus Mafia Tanah Milik Keluarga Nirina Zubir Dilakukan oleh dua ‘klaster’ yakni klaster Pelaku dan klaster Notaris

Polda Metro Jaya menyatakan kasus mafia tanah Rp 17 miliar dengan Nirina Zubir sebagai korbannya dilakukan oleh dua klaster tersangka. Dua klaster ini melibatkan tersangka Riri Khasmita dan suaminya, Endrianto, sebagai dalangnya dan juga notaris.

“Ada dua klaster, klaster pelaku dan klaster notaris. Di sini ada peran dari 3 tersangka yang ditahan. Yang pertama suami-istri, dia mendapatkan untuk pengurusan tanah, surat tanah,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (18/11/2021).

Kombes Tubagus mengatakan tersangka Riri dan Endrianto diminta mengurus surat tanah oleh Cut Indria Martini, ibunda Nirina Zubir. Saat itulah, timbul niat keduanya untuk menggelapkan sertifikat tanah tersebut.

“Timbullah niat itu dan komunikasikan dengan salah satu tersangka kita yang berperan sebagai notaris,” katanya.

Kombes Tubagus mengatakan kasus mafia tanah tidak akan terjadi secara sempurna jika dilakukan satu tersangka.

“Ini melibatkan banyak profesi, salah satunya adalah profesi notaris,” ucapnya.

Lebih lanjut, Kombes Tubagus mengungkap motif tersangka melakukan penggelapan aset tersebut adalah motif ekonomi.

“Motivasinya adalah mencari keuntungan uang udah pasti. Dari mana pastinya, karena, dari hasil itu kemudian diuangkan dengan dua cara, yaitu dijual dan diagunkan atau jadi hak tanggungan di bank,” jelas Tubagus.

Dalam kasus ini, para tersangka dijerat Pasal 263 KUHP dan atau Pasal 264 KUHP dan/atau Pasal 266 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau Pasal 3,4,5 UU RI No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.