Kasus Pembunuhan Mahasiswi di Depok, Polisi: Ada Kekerasan di Bibir-Leher

Polda Metro Jaya menyampaikan perkembangan terbaru terkait penyelidikan kasus pembunuhan mahasiswi berinisial KRA (20) di Depok oleh tersangka tersangka AA (20).

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Rovan Richard Manhenu mengatakan hasil visum menunjukan adanya bekas tindak kekerasan di bagian bibir dan leher korban.

“Update tentang penyidikan kasus pembunuhan beberapa waktu lalu di Depok, korban diduga meninggal dunia karena adanya kekerasan pada bibir dan leher yang mengakibatkan adanya sumbatan jalan napas,” ungkap Rovan Manhenu saat dikonfirmasi, Kamis (8/2/2024).

Pada kesempatan yang sama, Rovan menjelaskan pihak penyidik saat ini masih melakukan pemberkasan terhadap tersangka AA. “Masih pemberkasan,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, penyidik Polda Metro Jaya telah menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan disertai pemerkosaan terhadap seorang mahasiswi oleh Argiyan Arbirama (20). Proses reka adegan dilakukan di tempat kejadian perkara (TKP) rumah kontrakan kawasan Sukmajaya, Kota Depok.

Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Rovan Richard Mahenu mengatakan proses rekonstruksi kasus pembunuhan ini dilakukan dengan menampilkan 30 adegan.

“Rekonstruksi hari ini dari Subdit Jatanras dibantu Polres depok dan Polsek Sukmajaya, dimulai dari jam 10 sampai jam 10.30 selesai. Yang tadinya 25 adegan namun dalam pelaksanaannya menjadu 30 adegan,” ungkap Rovan kepada wartawan, Selasa (23/1/2024).

Rovan menjelaskan, penambahan lima adegan tersebut terjadi karena di dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tersangka Argiyan hanya menerangkan 24 adegan. Namun pada saat proses rekonstruksi ada beberapa adegan yang diingat oleh tersangka.

Polisi Naikkan Status Kasus Kematian Anak Tamara Tyasmara ke Penyidikan

Polda Metro Jaya menaikkan status penanganan kasus kematian anak dari artis Tamara Tyasmara, Dante (6) ke tahap penyidikan. Kendati begitu, polisi belum menetapkan tersangka dalam perkara ini.

“Sementara belum (ada tersangka),” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra kepada wartawan, Rabu (7/2/2024).

Lebih lanjut Wira mengatakan, pihaknya sudah memeriksa sebanyak 20 saksi dalam untuk mengusut kematian korban. Salah satunya kekasih Tamara Tyasmara yang saat itu berada di kolam renang.

“Untuk saksi-saksi sebanyak 20 orang sudah kita periksa. Baik itu saksi-saksi yang mengetahui peristiwa kejadian, termasuk pengelola maupun pemilik dari kolam renang,” tuturnya.

“Berdasarkan rekaman CCTV, ada (kekasih Tamara di lokasi). Sementara masih kita ambil keterangan sebagai saksi,” sambungnya.

Wira menegaskan, pihaknya berkomitmen menuntaskan penyidikan kasus kematian Dante ini. “Kami berkomitmen untuk menuntaskan perkara sehingga dapat memberikan rasa keadilan bagi korban,” tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, polisi masih menyelidiki penyebab kematian anak artis Tamara Tyasmara berinisial RA alias D, yang diduga tenggelam di kolam renang kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Saat ini, kasus tersebut diambilalih Polda Metro Jaya.

“Kasus kematian anak artis Tamara T. Sejak hari Kamis, 1 Februari 2024, proses penyelidikannya ditangani oleh Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Senin (5/2/2024).

Diketahui, kasus kematian tersebut sebelumnya ditangani di Polsek Duren Sawit. Menurut Ade Ary, Tamara Tyasmara sempat berkonsultasi dengan Polda Metro Jaya terkait kelanjutan kasus ini.

Ade Ary menjelaskan, pengambilalihan kasus tenggelamnya anak Tamara ini untuk memudahkan proses penyelidikan. “Untuk memudahkan dan mempercepat proses penyelidikan,” ucapnya.

Usut Kematian Anak Tamara Tyasmara, Polda Metro Periksa 20 Saksi

Polisi masih melakukan penyelidikan kasus kematian anak artis Tamara Tyasmara, Dante (6) yang diduga tenggelam di kolam renang kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan hingga kini pihak penyidik telah memeriksa 20 orang saksi terkait kasus tersebut.

“Dalam rangkaian penyelidikan meninggalnya seorang anak laki-laki ini, telah dilakukan pengambilan keterangan dalam rangka penyelidikan yaitu klarifikasi setidaknya ada 20 orang yang sudah diperiksa,” ungkap Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Selasa (6/2/2024).

Ade Ary merinci dari puluhan orang saksi yang diperiksa di antaranya termasuk orang tua korban, yakni Tamara Tyasmara dan Angger Dimas. Kemudian ada juga dari pengelola kolam renang hingga pihak terlibat lainnya.

“Pihak keluarga, pihak saksi yang ada di sekitar kejadian, kemudian dari pihak kolam renang,” ucapnya.

Menurut Ade, penyidik juga sudah melakukan proses ekshumasi atau pengangkatan jenazah korban dari kuburnya. Ekshumasi tersebut dilakukan untuk mencari tahu penyebab pasti kematian Dante.

“Penyidik masih menunggu tim kedokteran forensik Polri, masih bekerja,” tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, polisi masih menyelidiki penyebab kematian anak artis Tamara Tyasmara berinisial RA alias D, yang diduga tenggelam di kolam renang kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Saat ini, kasus tersebut diambilalih Polda Metro Jaya.

“Kasus kematian anak artis Tamara T. Sejak hari Kamis, 1 Februari 2024, proses penyelidikannya ditangani oleh Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Senin (5/2/2024).

Diketahui, kasus kematian tersebut sebelumnya ditangani di Polsek Duren Sawit. Menurut Ade Ary, Tamara Tyasmara sempat berkonsultasi dengan Polda Metro Jaya terkait kelanjutan kasus ini.

Ade Ary menjelaskan, pengambilalihan kasus tenggelamnya anak Tamara ini untuk memudahkan proses penyelidikan. “Untuk memudahkan dan mempercepat proses penyelidikan,” ucapnya.

Polisi mengungkap fakta baru terkait kasus pembunuhan mahasiswi yang jasadnya ditemukan di rumah kontrakan kawasan Depok.

Penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya masih mendalami motif Argiyan Arbirama (20) memerkosa hingga membunuh mahasiswi di Depok. Namun, dari hasil pemeriksaan, ditemukan banyak video porno di ponsel Argiyan.

“Kami menemukan banyak video porno di ponsel tersangka Argiyan ini,” kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Rovan Richard Mahenu saat dihubungi detikcom, Senin (22/1/2024).

Dari hasil pemeriksaan, Argiyan mengaku sering menonton video porno. Polisi masih mendalami apakah hal ini yang memengaruhi Argiyan memerkosa hingga membunuh korban.

“Menurut pengakuannya, dia sering nonton film porno,” katanya.

Dilaporkan Perkosa 2 Korban Lain

Terkait pemerkosaan ini, Argiyan sebelumnya pernah dilaporkan ke Polres Metro Depok. Argiyan dilaporkan soal pemerkosaan oleh dua korban lainnya.

Polres Metro Depok menetapkan Argiyan dalam daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus pemerkosaan itu sebelumnya. Argiyan belum tertangkap saat itu karena kabur-kaburan.

“Memang DPO, pelaku sudah dilaporkan untuk kasus pemerkosaan di Polres Depok,” kata Kaur Humas Polres Metro Depok Iptu Made Budi saat dimintai konfirmasi.

“Belum pernah ditangkap karena terus melarikan diri,” ucapnya.

Argiyan kini ditangkap atas kasus pembunuhan mahasiswi usia 20 tahun di Sukmajaya, Depok. Dalam pemeriksaan, terungkap bahwa Argiyan juga ternyata memerkosa korban tersebut.

Argiyan telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pemerkosaan dan pembunuhan mahasiswi KRA. Dia dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, Pasal 285 KUHP, dan/atau Pasal 351 ayat (3) KUHP. Argiyan terancam 15 tahun penjara atas kasus tersebut.

Polisi: Pelaku Pembunuhan Pacar di Depok, Pernah Hamili Wanita Lain

Polisi mengungkap fakta baru terkait kasus pembunuhan mahasiswi yang jasadnya ditemukan di rumah kontrakan kawasan Depok. Dalam kasus ini, penyidik telah menangkap pelakunya berinisial AA.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan pria berinisial AA ternyata menghamili perempuan lain, yang masih di bawah umur. Namun, dia tidak merinci identitas korban.

“Ada temuan baru dalam proses penyidikan. Tersangka juga dilaporkan soal kasus persetubuhan anak atau terhadap pacarnya di Polres Metro Depok tertanggal 3 Januari 2024,” ungkap Ade Ary dalam keterangannya, Sabtu (20/1/2024).

Menurut Ade, temuan tersebut berdasarkan keterangan tersangka saat diperiksa oleh Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

“Tersangka mengakui bahwa pernah memaksa dan mengancam pacarnya untuk berhubungan badan,” ujarnya.

Ade menjelaskan, korban saat dipaksa melakukan hubungan badan masih belum dewasa atau di bawah 18 tahun. Dia menyebut korban saat ini telah hamil besar.

“Saat ini hamil 9 bulan dan dalam persiapan melahirkan,” tukasnya.

Ini Latar Belakang Penimbun Ratusan Motor Curian, Ada Pedagang Tanaman Hias

Latar belakang dua tersangka Eko Harianto dan Maryanto dalam kasus penimbunan ratusan kendaraan bermotor diungkap oleh polisi. Kasus pencurian kendaraan bermotor itu ditampung di Gudang Balkir Pusziad milik TNI, Sidoarjo, Jawa Timur.

Disampaikan Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Yuliansyah, tersangka Eko sebelumnya berprofesi sebagai penyewa truk trailer. Sedangkan tersangka Maryanto bekerja sebagai pedagang tanaman hias.

“Sebelum menampung mobil dan motor tersangka EI ini bekerja sebagai penyewa trailer dan ekspedisi. Kalau tersangka MY menjual tanaman hias,” kata Yuliansyah, Rabu (10/1/2024).

Tersangka Eko dan Maryanto telah menjalani praktik kejahatan ini sejak 2022 lalu. Kendaraan sepeda motor dan mobil hasil curian tersebut mereka jual ke Timor Leste.

Satu unit sepeda motor dibandrol dengan harga berkisar Rp15 juta hingga Rp20 juta. Sedangkan mobil berkisar Rp100 juta hingga Rp200 juta.

Sebelumnya dijual ke Timor Leste ratusan kendaraan bermotor tersebut disimpan di gudang milik TNI. Tersangka Eko memanfaatkan kenalannya seorang anggota TNI berinisial Kopda AS yang kekinian juga telah ditetapkan sebagai tersangka.

Polda Metro Rotasi Sejumlah Pamen: AKBP Rovan Jadi Kasubdit Jatanras

Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto merotasi sejumlah perwira menengah (pamen) di jajaran Polda Metro Jaya. AKBP Rovan Richard Mahenu kini diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasubdit 4/Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Rotasi itu teregister dalam surat telegram bernomor ST/4/1/KEP./2024 tertanggal 4 Januari 2024 yang ditandatangani oleh Karo SDM Polda Metro Jaya Kombes Langgeng Purnomo.

Berikut daftar anggota di wilayah Polda Metro Jaya yang dirotasi

  1. AKBP Agung Pitoyo Putro diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya
  2. AKBP Yugi Bayu Hendarto diangkat dalam jabatan baru yakni sebagai Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota
  3. AKBP Samian yang sebelumnya menjabat Kasubdit 4 Dirreskrimum Polda Metro Jaya kini diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasubdit I Dirreskrimum Polda Metro Jaya
  4. AKBP Rovan Richard Mahenu yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubditbinsatpam Ditbinmas Polda Metro Jaya kini diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasubdit 4 Dirreskrimum Polda Metro Jaya.
  5. AKBP Yuliansyah yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit 6 Dirreskrimum Polda Metro Jaya kini menjabat sebagai Kasubditbinsatpam Ditbinmas Polda Metro Jaya.
  6. AKBP Hadi Kristanto yang sebelumnya menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Metro Depok kini menjabat sebagai Kasubdit 6 Dirreskrimum Polda Metro Jaya.
  7. Kompol Suardi yang sebelumnya menjabat sebagai Wakasatreskrim Polres Metro Jakarta Timur kini menjabat sebagai Ps Kasat Reskrim Polres Metro Depok
  8. AKBP Kalfaris Triwijaya diangkat dalam jabatan baru yakni Kasubdit 2 Dirreskrimsus Polda Metro Jaya
  9. AKBP Budi Setiadi yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya kini menjabat sebagai Kabagops Polres Metro Jakarta Selatan.
  10. AKBP Bariu Bawana kini diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya.
  11. AKBP Saut Fernando saat ini diangkat dalam jabatan baru sebagai Kapolsek Kebayoran Baru.
  12. AKP Anggie Agus Putra yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Teluk Naga Polres Metro Tangerang Kota kini dimutasi ke Pama Yanma Polda Metro Jaya (dalam rangka riksa)
  13. AKP Wahyu Hidayat kini menjabat Kapolsek Teluk Naga Polres Metro Tangerang Kota
  14. Kompol Arif Purnama Oktora yang sebelumnya menjabat Kapolsek Setiabudi kini mendapat jabatan baru sebagai Ps Penyidik Madya 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya
  15. Kompol Firman yang sebelumnya menjabat sebagai Wakasat Binmas Polres Metro Jakarta Selatan kini menjabat sebagai Ps Kapolsek Setiabudi.
  16. Kompol Patar Mula Bona yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Metro Tanah Abang kini menjabat Ps Kasat Intelkam Polres Metro Jakarta Pusat.
  17. Kompol Hans Philip Samosir kini menjabat sebagai Kapolsek Metro Tanah Abang.
  18. Kompol Mobri Cardo Panjaitan yang sebelumnya menjabat Kapolsek Matraman kini menjabat sebagai Kanit I Subdit II Ditresnarkoba Polda Metro Jaya.
  19. Kompol Suprasetyo yang sebelumnya menjabat sebagai Wakasatnarkoba Polres Metro Jakarta Selatan kini menjabat Kapolsek Matraman.
  20. Kompol Imanuel Sinaga yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Kalibaru Polres Pelabuhan Tanjung Priok kini menjabat sebagai Kanit 3 Subdit 4 Dirreskrimum Polda Metro Jaya.
  21. Kompol Muhammad Eko Prahutomo Barmula yang sebelumnya menjabat sebagai Kanit 2 Subdit 4 Dirreskrimum Polda Metro Jaya kini menjabat sebagai Kapolsek Kalibaru Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Kombes Pol Wira Satya Triputra Jabat Dirreskrimum Polda Metro Jaya

Komisaris Besar Polisi Wira Satya Triputra kini menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya menggantikan Kombes Polisi Hengki Haryadi.

Pada laman resmi Humas Polri pada Kamis pukul 23.12 WIB disebutkan bahwa Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan mutasi sejumlah perwira tinggi (pati) hingga perwira menengah (pamen). Total ada 513 pati hingga pamen yang dimutasi.

Mutasi jabatan tersebut tertuang dalam Surat Telegram bernomor ST/2750/XII/KEP/2023 yang ditandatangani oleh Asisten Sumber Daya Manusia (SDM) Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo atas nama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Hengki Haryadi yang sebelumnya menjabat sebagai Dirreskrimum Polda Metro Jaya diangkat dalam jabatan baru sebagai penyidik tindak pidana utama tingkat 2 Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

Hengki menggantikan posisi Brigjen Pol Yoyon Toni Surya Putra yang diangkat dalam jabatan baru sebagai Kapusiknas Bareskrim Polri.

Sedangkan Wira Satya Triputra sebelumnya menjabat Wakil Direktur Tindak Pidana Umum (Wadirtipidum) Bareskrim Polri. Posisi Wira digantikan oleh Kombes Polisi Boy Rando Simanjuntak yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit IV Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri.

Wira pernah menjabat sebagai Kapolres Lahat (2015), Dirreskrimsus Polda Sulawesi Tenggara (2017), Kepala Satuan Reserse Mobile (Kasat Resmob) Bareskrim Polri (2018) dan Wadirtipidum Bareskrim Polri (2022).

Kapolda Metro Pimpin Sertijab Sejumlah Jabatan, Termasuk Dirreskrimum

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto memimpin upacara pelantikan dan serah terima jabatan sejumlah Pejabat Utama di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, Jumat (29/12/2023).

Dalam acara upacara serah terima jabatan tersebut dilaksanakan pengambilan sumpah jabatan yang dipimpin Karyoto sebagai inspektur upacara, penandatanganan fakta integritas, dan berita acara sumpah jabatan.

Salah satu jabatan dalam yang dilakukan serah terima jabatan itu terdapat jabatan Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) yang akan diemban oleh Kombes Pol Wira Satya Triputra.

“Telah dilangsungkan serah terima jabatan oleh Bapak Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto kepada 8 pejabat utama, yang merupakan mutasi, promosi, dan juga Tour of duty maupun area,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko kepada wartawan, Jumat (29/12/2023).

“Tentunya ini merupakan bagian daripada penyegaran dari organisasi dan juga merupakan bagian dari pada Tour Of Duty, tour of area dan juga bagian dari pada promosi untuk pembinaan karir pada personel Polri,” tambahnya.

Adapun 8 pejabat utama yang dilakukan serah terima jabatan dalam Surat Telegram Nomor ST/2750/XII/KEP./2023, tertanggal 7 Desember 2023 yakni:

  1. Brigjen Pol Hengky Haryadi diangkat dalam jabatan baru sebagai Penyidik Tindak Pidana Utama TK II Bareskrim Polri
  2. Kombes Pol Wira Satya Triputra yang sebelumnya menjabat Wadirtipidum Bareskrim Polri diangkat dalam jabatan baru sebagai Dirreskrimum Polda Metro Jaya
  3. Brigjen Pol Marsudianto, yang sebelumnya menjabat Karoops Polda Metro Jaya diangkat diangkat dalam jabatan baru sebagai Karojianstra Sops Polri
  4. Kombes Pol Tory Kristianto, yang sebelumnya menjabat Karoops Polda Kalimantan Tengah diangkat dalam jabatan baru sebagai Karoops Polda Metro Jaya
  5. Brigjen Pol Hirbak Wahyu Setiawan, yang sebelumnya menjabat Dirintelkam Polda Metro Jaya diangkat dalam jabatan baru sebagai Karoanalis Baintelkam Polri
  6. Kombes Pol Dedy Kusuma Bakti yang sebelumnya menjabat Dirintelkam Polda Kalimantan Timur diangkat dalam jabatan baru sebagai Dirintelkam Polda Metro Jaya
  7. Kombes Pol Yandri Irsan, yang sebelumnya menjabat Dirpamobvit Polda Metro jaya diangkat dalam jabatan baru sebagai Karolog Polda Metro Jaya
  8. Kombes Pol Joko Sulistio, yang sebelumnya menjabat Analis Kebijakan Madya bidang Brigade Mobil Korbrimob Polri (dalam rangka Diksespimti Polri Dikreg ke-31 T.A 2022) diangkat dalam jabatan baru sebagai Dirpamobvit Polda Metro Jaya

Polda Metro Jaya Ungkap Sindikat Penjual STNK dan Pelat Nomor Khusus Palsu

Jakarta – Polda Metro Jaya menangkap komplotan jaringan jual beli pelat nomor bersandi pejabat negara (Rahasia dan Khusus) hingga pelat dinas Polri

Komplotan tersebut diketahui menawarkan jasa pembuatan STNK dilengkapi dengan pelat nomor rahasia, seperti RFP, RFS, RFD, QH, OZ, ZZH dan sebagainya.

Dari komplotan tersebut, polisi mengamankan tiga tersangka yakni YY (44) yang merupakan pegawai negeri sipil (PNS), HG (46) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan satu lagi, PAW yang merupakan karyawan swasta. Sementara itu satu tersangka lainnya DPO

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Samian mengatakan Polisi menetapkan 4 orang tersangka dalam kasus ini.

” Kami telah menetapkan empat tersangka satu pelaku DPO,” ujar Samian kepada wartawan , Rabu (20/12/2023).

Lanjut Samian mengatakan, pelaku mengaku bisa menerbitkan pelat khusus atau rahasia yang dikeluarkan Polri. Namun setelah ditelusuri melalui sistem ERI (Electronic Registration and Identification) Korlantas Polri, STNK tersebut tidak terdaftar.

“Para tersangka mengaku bisa mengurus penerbitan plat nomor khusus atau rahasia yang dikeluarkan oleh Korlantas Polri, namun ternyata setelah di cek melalui sistem ERI Korlantas Polri ternyata STNK tersebut tidak sesuai dengan peruntukannya,” jelasnya.

Sementara itu Dirregident Korlantas Polri Brigjen Pol Yusri Yunus mengatakan pelaku sendiri mempunyai tiga modus operandi dalam kasus tersebut. Mulai dari membuat STNK yang benar-benar palsu hingga memanipulasi STNK yang sudah habis masa berlaku. STNK dan pelat palsu tersebut dijual dengan harga puluhan juta rupiah.

“Dia buatkan pelat nomor, baru dia jual seharga Rp 55 juta, ini sudah ratusan. Kalau kita hitung 200 atau 300 kali Rp 55 juta sebegitu lah setiap kelompok ini mereka. Dia jual Rp 55 juta sampai Rp 75 juta kepada orang yang memesan,” kata Yusri.

Ia pun menegaskan, pembeli pelat palsu ini rata-rata masyarakat dengan latar belakang ekonomi yang mapan. Yusri menambahkan , jika ada kendaraan mewah yang kedapatan memakai pelat nomor khusus sudah dapat dipastikan palsu.

“Yang menggunakan dan membeli ini adalah orang-orang yang berduit menggunakan kendaraan mewah. Kalau ada kendaraan mewah yang menggunakan ZZ itu patut dicurigai.

Karena persyaratan untuk mendapat nomor khusus itu mobil dinas. Kalau ada ZZP pada mobil Mercy harga Rp 2 miliar tidak ada ada mobil dinas kepolisian yang menggunakan mobil dinas Mercy. Kalau ada yang menggunakan Mercy, institusi mana pun tidak ada, siapa yang menggunakan Land Cruiser pakai ZZP itu palsu,” pungkasnya

Atas perbuatannya ketiga tersangka dijerat Pasal 263 KUHP Jo Pasal 56 KUHP, dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.