Jenderal Polisi Gadungan Duet dengan Istri Lakukan Penipuan, Ternyata Residivis!

Video Pengungkapan kasus Penipuan dengan modus menjadi Polisi Gadungan Berpangkat Komjen Pol

Komisaris jenderal polisi (Komjen Pol) gadungan berinisial YD (58 tahun) ternyata melakukan aksi penipuan bersama dengan sang istri, YS (41 tahun). YD dan YS ditangkap karena mencoba menipu seorang wanita berinisial RPL hingga Rp.1 miliar.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol E Zulpan mengatakan, kedua pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka. Terungkap jika keduanya juga sudah pernah ditahan karena kasus penggelapan mobil.

“YD pernah ditahan di Bandung, Jawa Barat, karena melakukan penggelapan mobil. Sedangkan sang istri ditahan pada tahun 2021 di Pondok Bambu, Jakarta Timur,” ujar Kombes Zulpan, dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Senin (7/3/2022).

Dalam melancarkan aksi, YD mengaku sebagai Komjen Yahya AH Mudiarto yang bertugas di Mabes Polri.

Modus yang dijalani pelaku adalah dengan cara mengaku memiliki Perjanjian kerjasama sebanyak Rp.30 triliun kepada korbannya. Dana tersebut dikelola perusahaan bernama PT Bintang Timur Perkasa, yang direkturnya dijabat oleh YS.

Korban ketika itu berkenalan dengan pelaku YD dan mengaku mendapatkan proyek pembangunan rest area. Korban disebut bekerja di sebuah peruasahaan swasta. Pelaku mengajukan syarat ke korban jika ingin mendapatkan dana sebesar Rp20 miliar, yaitu wajib menyiapkan dana sebanyak Rp.1 miliar di rekening perusahaan korban, PT Mega Rizky Mandiri.

Selanjutnya pelaku mengatakan akan memberikan sebuah mobil untuk operasional, namun korban harus menyiapkan dan sebanyak Rp.35 juta.

“Jadi ketika dana sudah diberikan kepada pelaku, kendaraan yang dijanjikan belum diberikan kepada korban hingga saat ini,” jelasnya.

Keduanya pun ditangkap di sebuah bank saat akan menandatangani MoU terkait dana Rp1 miliar tersebut. Kedua tersangka kini dikenakan Pasal 372 dan Pasal 378 KHUP tentang Penipuan dan Penggelapan, dengan ancaman pidana 4 tahun.

Subdit Tahbang / Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Tangkap 5 Perampok Ruko di Pancoran Mas Depok

Tim Subdit Tahbang / Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil menangkap lima pelaku perampokan rumah toko (Ruko), yang terjadi pada 1 Maret 2022 pukul 03.00 WIB di Jalan Raya Sawangan, Pancoran Mas Kota Depok. Dalam perampokan itu, yang menjadi korban pria inisial FW.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan dari lima tersangka yang diamankan, JS sebagai kapten, dia masuk ke rumah dan mengancam korban. Kemudian, pelaku MS masuk ke rumah mengancam korban.

Sementara pelaku ketiga juga mengancam korban. Sedangkan WJ mengawasi sekitar TKP. Lalu, RS menyediakan alat transportasi dan mengawasi situasi standby di mobil.

“Beberapa barang bukti dua buah linggis, satu rencong, satu kunci tiga, jam tangan, lima handphone, satu mobil yang digunakan, rekaman CCTV. Uang tunai Rp40 juta sisa kejahatan,” kata Kombes Endra Zulpan di Mapolda Metro Jaya, Jumat (4/3/2022).

Para tersangka ia sebutkan menggunakan modus berkeliling dengan roda empat. Dalam berkeliling mereka mengamati ruko yang dianggap bisa dijadikan sasaran dalam pantauan mereka. Apabila sudah ditemukan akan disiapkan rencana, tentunya dengan cara mengambil barang-barang milik korbannya kemudian dibagi rata.

“Di TKP terjadi perampokan terhadap sebuah ruko yang menjual peralatan elektronik. Para tersangka mencari uang yang ada di brankas di dalam ruko tersebut. Kebetulan ada beberapa karyawan, mereka ancam dan takuti,” ujar Kombes Endra Zulpan.

Setelah para karyawan mereka ikat dengan kain sarung yang telah mereka robek menjadi tali. Mereka datang ke lantai 3 ruko yang diketahui merupakan suami istri dan memiliki dan melakukan pengancaman.

Korban pasutri pemilik ruko ketakutan, dan ketika ditanya dimana uang. Istri dari pemilik ruko ketakutan dan menunjuk brankas yang dimiliki.

“Dalam brankas ada yang 140 juta, pengambil uang tersebut. Mereka mengambil handphone milik karyawan karena takut ada yang merekam. Setelah itu melarikan diri dengan kendaraan,” kata Kombes Endra Zulpan.

Hasil perampokan Rp140 juta mereka bagi serta handphone diambil dari karyawan mereka buang. Sang kapten mendapatkan 38 juta, JS 35 juta, MS 27 juga, RS 15 juta, WJ 15 juta. Sisa 10 juta digunakan untuk operasional di antaranya membeli pakaian, menyewa kendaraan, dan membeli narkoba jenis sabu.

“Saat diamankan mereka positif sabu. Ditangkap di beberapa tempat di wilayah Hukum Polda Metro Jaya. Kita jerat dengan Pasal 365 Ayat (2) ke-1 dengan pidana paling lama 12 tahun penjara.Berdasarkan pemeriksaan penyidik, ada beberapa orang sebagai residivis pidana kejahatan yang lain,” pungkas Kombes Endra Zulpan.

Tiga Pelaku Pembegalan di Tol JORR, Dibekuk Subdit Tahbang / Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya

Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menggulung tiga orang pelaku pembegalan yang terjadi di T ol JORR Jatiwarna, Pondok Melati, Kota Bekasi. Komplotan begal ini saat beraksi terkenal sadis dan tidak segan menganiaya calon korbannya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol E Zulpan mengatakan, korban yang bernama RDS (28 tahun). Ketiga pelaku yang ditangkap adalah DS yang bertugas sebagai eksekutor yaitu melakukan penodongan dengan pisau lipat, BMF sebagai pilot dan ada tukang bakso sebagai penadah yaitu YM.

“Dua pelaku ditangkap di Cipayung Jakarta Timur dan penadah ditangkap di Parung Kabupaten Bogor,” jelas Kombes Zulfan di Mapolda Metro Jaya, Jumat (4/3/2022).

Kombes Zulfan melanjutkan, sepeda motor hasil pembegalan itu dijual oleh pelaku sebesar Rp2,5 juta, pelaku melakukan aksinya dengan cara mengitu korbannya dan langsung memepet korban dan mengancamnya dengan pisau lipat yang dibawa.

Setelah itu, pelaku langsung melarikan sepeda motor yang dibawa oleh RDS. ”Jadi dia langsung menjualnya ke pedagang bakso, dia beralasan kalau beli motor murah buat berjualan. Jadi membelinya dari para pelaku,” tegasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya, ketiganya di kenakan Pasal 365 KHUP tentang pencurian kekerasan dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. Satu orang Y sebagai penadah kejahatan 480 KHUP paling lama 4 tahun penjara.

KURANG DARI 24 JAM, DITRESKRIMUM POLDA METRO JAYA BERHASIL TANGKAP PELAKU PENGEROYOKAN KETUM KNPI!

Subdit Umum/Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil menangkap pelaku pengeroyokan Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Haris Pratama. Kejadian tersebut terjadi di wilayah Cikini, Jakarta Pusat pada hari senin 21 februari 2022 pukul 14.00 W.I.B. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes. Pol. Tubagus Ade Hidayat, S.I.K., M. Sos. didamping Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Endra Zulpan, S.I.K., M.Si. berserta Kasubdit Umum/Jatanras melakuan konferensipers di Mapolda Metro Jaya.

Sejumlah pelaku pengeroyokan itu diketahui melakukan peran masing-masing pengeroyok saat menghajar Haris secara membabi-buta. Tersangka A dia pukul pakai batu, kedua JT pukul korban tiga sampai empat kali di muka korban dengan tangan kosong. Tersangka MS tendang wajah dan badan korban. Tersangka I pukul korban dengan helm,” kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat S.I.K., M. Sos. dalam konferensi pers, Dari empat pelaku itu, dua pelaku yaitu MS dan JT telah berhasil ditangkap. Sedangkan tersangka A serta I masih buron dan dalam upaya pengejaran.

Dalam kasus ini, para tersangka dijerat Pasal 170 KUHP ayat 2 dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. Sementara untuk tersangka SS selaku pemberi perintah turut dikenakan Pasal 55 KUHP Jo Pasal 20 KUHP.Sebelumnya, peristiwa pengeroyokan itu pun telah dilaporkan Haris ke Polda Metro Jaya.

DITRESKRIMUM POLDA METRO JAYA BUKA GERAI VAKSINASI BOOSTER PRESISI MOBILE DI KEMANG!

Ditreskrimum Polda Metro Jaya membuka gerai vaksinasi booster presisi mobile di wilayah Kemang bertempat di Kampung kuliner Mampang Prapatan (19/2/2022). Kegiatan ini bertujuan untuk mempercepat vaksinasi booster untuk masyarakat di wilayah wilkum Polda Metro Jaya. Bagi masyarakat yang belum vaksin perta dan kedua juga bisa melaksanakan vaksin di gerai vaksinasi booster presisi mobile Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Vaksinasi booster presisi mobile Ditreskrimum Polda Metro Jaya juga di hadiri oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mohammad Fadil Imran , M.Si. .Beliau memantau langsung kegiatan vaksinasi dan memberi pengaran kepada masyarakat yang sedang menungggu antrian vaksin sembari memberikan masker dan vitamin gratis kepada masyarakat yang didampingi oleh DIR Reskrimum Polda Metro Jaya KBP Tubagus Ade Hidayat, S.IK, M.Sos. Kapolda berpesan kepada masyarakat meski sudah divaksin agar tetap mematuhi Prokes Covid 19 yaitu 5 M.

Kegiatan ini di hadiri 90 oarang peserta vaksin dengan rincian Vaksin 1 sebanyak 13 orang, Vaksin 2 sebanyak 11 orang dan Vaksin 3 sebanyak 66 orang. Pelaksanaan Vaksin dihadiri dan diawasi 3 Pilar dari Polri ( Polda, Polres, & Polsek), TNI ( Danramil Mampang Prapatan) dan Camat Mampang Prapatan. kegiatan ini berjalan lancar sampai dengan selesai dan masyarakat yang melaksanakan vaksin merasa terbantu dengan adanya Vaksinasi booster presisi mobile Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

DITRESKRIMUM PMJ LAUNCHING BUKU PANDUAN PENANGANAN KASUS KEKERASAN PEREMPUAN DAN ANAK PERTAMA DI INDONESIA.

Ditreskrimum Polda Metro Jaya meluncurkan buku panduan dan bimbingan standar oprasional prosedur (SOP) penanganan kasus kekerasan perempuan dan anak yang diresmikan oleh Kapolda Metro Jaya, Irjen. Pol. Dr. Drs. H. Mohammad Fadil Imran, M.Si. di Gedung BPMJ, Mapolda Metro Jaya, Selasa (15/2).

Kapolda Metro Jaya mengatakan, diterbitkannya buku ini seiring dengan maraknya kasus kekerasan pada perempuan dan anak. Hal ini perlu mendapat penanganan khusus. “Saya berharap dengan terbitnya buku ini kasus-kasus viktimisasi sekunder yang sering terjadi di kantor-kantor kepolisian dalam bentuk pengabaian laporan, dalam bentuk kurang sensitif dalam pencarian barang bukti tidak terjadi lagi,” kata Kapolda Metro Jaya.

Di terbitkan buku ini karna masih banyak anggota polri yang masih memahami betul cara penanganan kasus perempuan dan anak. Sehingga buku ini diharapkan menjadi panduan untuk para penyidik yang kesulitan dalam menangani kasus yang berhubungan dengan perempuan dan anak.

Direktur DITRESKRIMUM Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengatakan kasus pada perempuan dan anak perlu perlakuan yang berbeda. Dengan diluncurkannya buku panduan ini bisa menjadi pedoman bagi unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dalam menangani kasus.”Karena perlakuan berbeda maka disusunlah buku standar operasional prosedurnya yang ini nanti akan menjadi pedoman bagi pelaksanaan tugas unit-unit PPA di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

PENYEKAPAN PEMUDA DI JATIWARINGIN BERUJUNG HILANG NYAWA

DITRESKRIMUM SUBDIT TAHBANG/RESMOB Polda Metro Jaya mengungkap kematian pemuda berinisial AY, yang jasadnya ditemukan dengan kondisi tangan dan kaki terikat serta mulut dilakban di Jatiwaringin, Bekasi. Korban tewas setelah disekap oleh teman semasa SMK bernama Tegar. Awal mula orang tua korban melaporkan kejadian jangggal atas meninggalnya korban ke Polres Metro Bekasi setelah pengembangan kasus polisi mendapati bukti dari para saksi bahwa pelaku menyekap korban di kamar mandi.

Tersangka mengakui perbuatan membunuh korban karena sakit hati lantaran korban melamar pekerjaan tanpa mengajak dirinya. Tegar lalu membuat sebuah skenario yang tadinya untuk ‘memberi pelajaran’ kepada korban. Skenario itu dimulai pada Selasa (18/1), ketika tersangka menghubungi korban melalui WhatsApp meminta korban bertemu di rumah saksi. Tanpa rasa curiga, korban datang ke lokasi tersebut.”Kemudian korban tiba di rumah saksi dan setelah tiba tersangka suruh korban untuk beli lakban serta tali dan tanpa dicurigai korban.

Tanpa dinyana, ternyata tali dan lakban yang dibeli korban itu digunakan tersangka untuk mengikatnya. Korban lalu disekap di dalam kamar mandi.”Setelah dibeli (tali dan lakban), tersangka gunakan itu untuk ikat korban di kamar mandi. Korban kenapa menurut aja? Karena korban ini takut kepada tersangka, karena dari zaman sekolah tersangka sudah terkenal jagoan. Jadi di bawah tekanan dan intimidasi korban nurut aja. Pelaku awalnya sempat tidak mengakui perbuatannya. Kepada keluarga korban, pelaku berdalih korban meninggal akibat terjatuh dari tangga.

Keluarga korban yang tidak percaya lalu melaporkan kasus ini ke Polres Metro Bekasi Kota. Dari lima saksi yang diperiksa, mengerucut dugaan korban meninggal akibat dibunuh oleh Tegar.”Dari lima orang saksi ada yang bilang dan saksikan sebelum korban meninggal dunia sempat melibat korban diikat dengan tali dan mulut dilakban sehingga menutup mulut dan hidungnya sehingga mengganggu pernapasan,”.

Tegar lalu ditangkap oleh tim gabungan Subdit Tahbang/Resmob Polda Metro Jaya dan Polres Metro Bekasi di bawah pimpinan AKBP Handik Zusen dan Kompol Alexander Yurikho, di rumah neneknya di daerah Banjarnegara, Jawa Tengah.Pelaku TAW kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

PENGEROYOKAN ANGGOTA TNI HINGGA TEWAS DI JAKARTA UTARA DITANGKAP !

Ditreskrimum Polda Metro Jaya , Subdit Ranmor berhasil menangkap pengeroyok anggota TNI hingga tewas di Jakarta Utara yang berjumlah 8 pelaku dan sudah diamankan berjumlah 4 orang terangka, 3 orang sebagai tersangka dan 1 masih dalam pendalan. kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat di Polda Metro Jaya, Selasa (18/1/2022).

motif pengeroyokan yang menewaskan anggota TNI tersebut adalah kesalah pahaman antara pelaku dengan korban. “Motifnya diduga ada kesalah pahaman, karena antara anggota prajurit TNI yang jadi korban dengan para pelaku tidak pernah ada permasalahan sebelumnya. Bukannya dia mencari anggota TNI tapi anggota TNI kebetulan berada di sana sehingga motivasinya perselisihan di lokasi kejadian.

Keempat pria itu menanyakan satu persatu korban apakah mereka orang Kupang. Kemudian SM menjawab bahwa ia bukan orang Kupang melainkan orang Lampung. Setelah itu pelaku bertanya ke korban S dan korban tidak menjawab, akhirnya terjadi cekcok antara pelaku dan korban. Antara korban dan pelaku kemudian saling pukul dan salah satu pelaku mencekik leher korban S sambil memegang tangan korban.Saat kedua tangan korban dipegang oleh salah satu pelaku, pelaku lain menusuk korban S dengan senjata tajam sebanyak dua kali hingga korban jatuh tersungkur. Akibat penusukan itu korban meninggal dunia dengan alami luka di bagian dada.



POLISI BENTUK SATGAS KARANTINA, HOTEL KARANTINA LANGSUNG DISIDAK!

Kapolda Metro Jaya Irjen. Pol. Dr. Drs. H. Mohammad Fadil Imran, M.Si. memerintahkan untuk membentuk Satgas Karantina, atas dasar perintah tersebut Ditreskrimum Polda Metro Jaya membentuk TIM Gabungan Satgas Karantina dalam rangka menyelidiki dugaan Isu yang banyak beredar di Masyarakat, bahwa banyak Warga Negara Asing dan Warga Negara Indonesia yang kabur dari Hotel Karantina yang baru kembali tiba di Indonesia dari Luar Negri.


Tim Satgas Karantina ini berisikan dari gabungan anggota Ditreskrimum, Ditreskrimsus, Ditresnarkoba, dan Ditsamapta Polda Metro Jaya, yang di bagi menjadi 3 TIM, Masing-masing TIM terdiri dari 31 Personil dengan total 93 Personil, masing-masing TIM dipimpin oleh 2 Kanit, dan Satgas Karantina ini di Pimpin Langsung oleh Kasubsatgas 1 / Kasubdit Kamneg Polda Metro Jaya, AKBP. RAINDRA RAMADHAN SYAH, S.I.K., M.I.K.

Pada Hari Senin, tanggal 10 Januari 2021, tepatnya Pukul 11.00 WIB Satgas Karantina melaksanakan Apel pengecekan personil oleh Kabagbinops Ditreskrimum PMJ Kompol. Indra S. Tarigan yang dilanjutkan Apel Pelaksanaan tugas pada pukul 14.00 WIB, dipimpin oleh Kasubsatgas 1 / Kasubdit Kamneg Krimum PMJ, AKBP RAINDRA RAMADHAN SYAH, S.I.K., M.I.K. dengan memberikan arahan cara bertindak pengecekaan orang yang sedang melakukan karantina di hotel yang telah ditunjuk oleh satgas covid 19 dan pembagian tugas dan tempat yang akan dituju oleh Subsatgas 1,2 dan 3.

Setelah melaksanakan pengecekan dan menerima arahan Sub Saatgas Karantina 1, 2 dan 3 berangkan melakukan sidak ke Hotel Karantina, TIM Melaksanakan pengecekan di 5 Hotel berbeda di daerah DKI Jakarta dengan Jumlah orang yang Terdaftar sebanyak 800 Orang, dengan keterangan 760 orang berada di Hotel Karantina dan 40 orang dinyatakan Positif berdasarkan hasil PCR dan langsung di Rujuk ke RS. Covid-19 yang berada di DKI Jakarta.

TAHUN BARU, PANGKAT BARU!

Ditreskrimum Polda Metro Jaya melaksanakan Upacara Kenaikan Pangkat Personil Bintara Polri dan Perwira Polri yang bertugas di Ditreskrimum PMJ, Upacara ini dilaksanakan bersamaan dengan Apel Pagi Ditreskrimum PMJ yaitu pada hari Senin, 03 Januari 2022 di Lapangan depan Gedung Dit Tahti Polda Metro Jaya yang dipimpin langsung oleh Dir Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Tubagus Ade Hidayat, S.I.K., M.Sos. selaku Inspektur Upacara .

Dalam Upacara ini Personil Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang menerima kenaikan Pangkat Satu Tingkat lebih tinggi diantaranya adalah 35 Bintara Polri, 24 Perwira Pertama (PAMA) Polri, dan 15 Perwira Menengah (PAMEN) Polri.

Dalam Upacara Kenaikan Pangkat ini, Dir Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Tubagus Ade Hidayat, S.I.K., M.Sos., menyampaikan bahwa Kenaikan Pangkat ini adalah suatu Anugerah untuk Rekan-rekan semua, sehingga bisa menjadi motivasi untuk rekan-rekan lebih baik lagi dalam melaksanakan tugas dan melayani masyarakat, serta memberi inovasi-inovasi yang baik untuk Institusi Polri .