Satu dari lima korban di Bekasi diduga pelaku

Jakarta- Fadil ungkap fakta mengejutkan tentang 3 korban meninggal dan 2 masih dalam perawatan diduga akibat keracunan di Bekasi.

Metode scientific yang dikedepankan dalam proses penyelidikan dan penyidikan kasus ini membawa tim penyidik pada suatu kesimpulan, satu korban yang masih dalam perawatan di duga merupakan pelaku kejahatan berencana tersebut.

“Dengan scientific crime investigation penyidik tidak terjebak dalam sebuah kesimpulan, dan kebenarannya dapat di pertanggungjawabkan”, ujar Kapolda saat konferensi pers di gedung Satya haprabu. Kamis (19/01/23). “Metode penyelidikan dan penyidikan interkolaborasi profesi akan terus di kembangkan di Polda Metro Jaya”, lanjutnya.

Hasil kolaborasi interprofesi yang melibatkan labfor, psikolog forensik, dokter forensik, digital forensik dan ahli-ahli lainnya, diketahui 3 korban meninggal berasal dari Cianjur. “(di TKP) tidak ditemukan kerusakan pintu depan maupun belakang dan kamar tidur namun ditemukan sebuah galian yang kedalamannya 2 meter di area belakang rumah. Pada proses olah TKP, penyidik mendapat sisa bakaran sampah sebuah plastik yang di duga bekas bungkus racun dan alat komunikasi yang di gunakan oleh pelaku. besar kemungkinan meninggalnya korban karena sebab lain bukan karena kekerasan.” Fadil selaku Kapolda Metro Jaya merasa perlu menyampaikan langsung keunikan penyelidikan kasus ini.

Dari hasil pemeriksaan laboratoris ditemukan bahan kimia berbahaya yang mengandung pestisida yang sangat berbahaya apabila di konsumsi oleh manusia dapat menyebabkan kematian. Pembunuhan ini akan terus di dalami apakah pembunuhan yang disertai dengan tindak pidana lain atau murni pembunuhan biasa. Tutupnya.

3 Orang Ditangkap Terkait Kasus Keracunan Satu Keluarga di Bekasi, Motif Masih Didalami

Polisi menangkap 3 orang terkait peristiwa keracunan satu keluarga di Bantargebang, Kota Bekasi, menewaskan tiga orang ibu dan dua anaknya.

Tiga orang berhasil ditangkap oleh tim gabungan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Polres Metro Bekasi.

Ketiga orang itu saat ini masih diperiksa intensif di Mapolda Metro Jaya, namun belum diungkap identitas mereka.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengungkapkan, hasil penyelidikan polisi, tewasnya satu keluarga di Bantargebang, Kota Bekasi adalah peristiwa pidana.

Ada lima orang satu keluarga yang keracunan di rumah tersebut, tiga orang tewas dua lainnya selamat namun masih dalam perawatan di rumah sakit.

“Dilakukan proses penyidikan, benar ada tindak pidana dalam peristiwa ini,” kata Trunoyudo pengganti Endra Zulpan kepada awak media Rabu 17 Januari 2023.

Kasus satu keluarga keracunan diungkap berkat kerja sama Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Polres Metro Bekasi.

Tim gabungan antara Polda Metro dengan Polres Metro Bekasi dipimpin langsung Kombes Hengki Haryadi dan AKBP Indrawieny Panjiyoga.

Saat ini polisi masih mendalami apa motif dari peristiwa itu. Polda Metro Jaya akan mengumumkannya setelah dilakukan penyidikan sekaligus nama-nama tersangka

Polda Metro Jaya Turun Tangan Bantu Usut Sekeluarga Keracunan di Bekasi

Tim Ditreskrimum Polda Metro Jaya turun tangan ikut membantu mengusut peristiwa kasus lima orang sekeluarga keracunan di Bekasi.

“Tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya sejak awal mem-backup penanganan kasus satu keluarga keracunan di Bekasi,” jelas Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes. Pol. Hengki Haryadi Senin (16/1/23).

Polda Metro Jaya juga menggandeng sejumlah ahli untuk menyelidiki kasus sekeluarga keracunan di Bekasi. Polisi dan tim ahli juga melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) ulang di rumah sekeluarga keracunan.

“Kami juga bersama-sama dengan tim kedokteran forensik dan laboratorium forensik melaksanakan olah TKP ulang dan mengambil beberapa sampel untuk diteliti kembali untuk mempertajam penyelidikan,” ungkap Dirkrimum Polda Metro Jaya.

Diketahui, sekeluarga di Bantar Gebang, Bekasi, terdiri atas ibu berinisial AM serta 2 anaknya, RA dan MR, diduga tewas keracunan. Sementara dua korban lainnya selamat. S (13), anak bungsu dari Didin (41), warga Kecamatan Mande, Cianjur, berhasil selamat dari maut karena ditinggal sendiri di kontrakan oleh AM dan ayah tirinya

Penyidik Terus Dalami Kasus Kematian Angela

Jakarta – Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan ada seorang saksi kunci dalam kasus mutilasi di Bekasi. Penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum masih menyelidiki keterangan saksi itu.

“Ini ada satu saksi yang merupakan saksi kunci bagi penyidik. Namun satu saksi ini perlu adanya pendalaman terhadap keterangan yang akan diberikan,” ujar Trunoyudo di Polda Metro Jaya, Senin, 16 Januari 2023.

Selain itu, kasus ini terus diusut dari berbagai bidang keilmuan. Namun Trunoyudo enggan memberitahu identitas saksi kunci tersebut.

“Itu tunggu penyidik nanti. Saya belum bisa jawab,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Hengki Haryadi menuturkan ada saksi dan bukti penting dalam kasus ini. Pihak eksternal yang diajak dalam penyidikan adalah Asosiasi Psikologi Forensik atau Apsifor.

Korban pembunuhan disertai mutilasi ini adalah Angela Hindriati Wahyuningsih, perempuan berumur 54 tahun. Pelaku yang mengeksekusi diduga kekasihnya bernama M. Ecky Listiantho, laki-laki berusia 34 tahun.

Laki-laki itu diduga berkenalan dengan Angela sejak tahun 2018. Kemudian kekasihnya sempat menghilang pada Juni 2019.

Mereka berdua bertemu lagi pada pertengahan tahun 2021 setelah Angela menghubungi Ecky. Mereka diduga berpacaran sejak Juni 2021, tetapi keberadaan perempuan itu masih tidak diketahui oleh keluarga.

Ecky membunuh Angela pada November 2021, diduga karena marah saat diajak menikah. Menurut penyidik kepolisian, laki-laki itu memang statusnya sudah menikah dengan perempuan lain sejak 10 Februari 2019.

2 Korban Keracunan di Bekasi Masih dirawat, Polisi Bawa 12 Sample Makanan ke Laboratorium

Jakarta – Satu keluarga ditemukan tergeletak di lantai rumahnya di Kampung Ciketing Udik, Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi. Temuan ini sempat menggegerkan warga sekitar Pada Kamis (12/1/2023).

Polres Metro Bekasi Kota dan polsek bantar gebang masih melakukan penyelidikan dugaan keracunan, sejumlah barang bukti diamankan oleh tim identifikasi saat oleh tempat kejadian perkara (TKP) di kontrakan kawasan Bantargebang, Kota Bekasi.

Selain aparat kepolisian, petugas dari Puskesmas Bantar gebang dan Dinas Kesehatan Kota Bekasi juga turut diterjunkan untuk mencari benda-benda milik korban.

Tak ada satu pun warga yang boleh masuk saat olah TKP berlangsung. Semua menyaksikan dari luar bangunan kontrakan.

Setelah kurang lebih satu jam menggelar olah TKP di dalam, petugas berwenang tampak membawa beberapa barang milik korban. Beberapa barang itu antara lain satu bungkus kopi hitam, beras yang sudah diletakkan dalam wadah kecil, bekas muntahan korban, dan feses atau kotoran korban.

Selain itu, dua botol air mineral yang masing-masing berukuran 1.500 ml dan 600 ml ikut dibawa oleh petugas. Barang-barang itu dimasukkan ke plastik wadah berukuran kecil dan dibawa ke dalam mobil identifikasi.

Rencananya, barang tersebut akan dibawa ke laboratorium untuk diperiksa. Pemeriksaan barang tersebut dilakukan untuk mencari tahu penyebab lima orang yang ditemukan lemas tersebut.

Sebagai informasi, keluarga yang ditemukan tidak sadarkan diri diduga keracunan baru menempati rumah tersebut sejak satu pekan lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan ada lima orang yang temukan tergeletak dengan mulut berbusa. Saat ini dalam kasus dugaan keracunan dengan demikian 3 orang diyatakan meninggal dunia.

Namun saat ini 2 korban keracunan di Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi kini masih dirawat di rumah sakit umum daerah (RSUD) Bantargebang. kondisi keduanya sudah menunjukkan perubahan yang lebih baik dibandingkan saat pertama kali di bawa.ungkapnya

“Pihak kepolisian pun hingga saat ini masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa itu dengan membawa 12 sampel makanan yang ada di dalam rumah itu untuk diperiksa lebih lanjut”.tutup trunoyudo

Polisi Tangkap Pelaku Penipuan Dengan Modus Penggelapan Tiket Pesawat Pemberangkatan Umroh Senilai 2,2 Milyar

Jakarta-Subdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap pelaku kasus penipuan penggelapan tiket pesawat jamaah umroh, Seorang penipu dana umrah berinisial RAP (27) diitangkap di Bandara Ngurah Rai, Bali, pada Senin (2/1/2023). Penipu dana umrah itu sebelumnya sempat kabur ke Bali pada 10 November 2022.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi menjelaskan kronologi kasus penipuan dan penggelapan dana umrah ini.

Menurut Kombes Hengky, penipu dana umrah itu merugikan jemaah sampai Rp2,2 miliar. Selain itu, ia juga menipu beberapa agen travel umrah yang sempat bekerja sama dengannya.

“Benar kami telah menangkap tersangka RAP saat berada di Gate 4 Terminal Keberangkatan Domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar Bali,” kata Kombes Hengki Haryadi kepada wartawan, Senin (2/1/2023).

“Kemudian langsung kami bawa ke Mapolda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.

Hengky lantas menyebut, penipu dana umrah itu melarikan diri sampai ke Bali tidak sendirian.

Ia memboyong tujuh anggota keluarganya untuk bersembunyi dari para korban penipuan.

Kombes Hengky menjelaskan, pelaku sudah menyewa sebuah rumah untuk satu tahun di Jalan Bung Tomo VII, Pemecutan Kaja Kecamatan Denpasar Utara Kota Denpasar, Bali denga biaya Rp 45 juta sejak 27 Oktober 2022.

Sementara itu, Kasubdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Petrus Silalahi mengatakan asal-usul  tersangka menipu dan melakukan penggelapan uang jemaah umrah sebesar Rp 2.237.800.000.

Uang tersebut, kata Petrus, merupakan hasil penjualan tiket pesawat sebanyak 242 pax kepada para calon jemaah umrah.

Para Jemaah umrah ini berangkat ibadah umrah dengan memesan tiket kepada agen travel yang juga menjadi korban dari penipu tersebut.

Adapun agen travel yang menjadi korban penipuan RAP adalah PT CTM.

Perusahaan travel itu pendapat pesanan tiket dari 3 agen travel umrah lainnya, yakni PT sebanyak 69 pax, agen travel umrah SR sebanyak 146 pax, dan agen G sebanyak 27 pax.

“Saat ditangkap, polisi berhasil menyita barang bukti di antaranya berupa paspor dan buku rekening atas nama tersangka, 1 unit mobil Toyota Terios, 1 unit mobil Honda Mobilio, 1 unit sepeda motor PCX, serta dokumen akta jual beli pembelian rumah di Sukatani Kab Bekasi,” ucap Petrus.

Setelah ditangkap dan dibawa ke Polda Metro Jaya untuk ditahan sejak 12 Desember 2022, penyidik juga sudah melimpahkan berkas perkara ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta sejak 19 Desember 2022.

Lebih lanjut, Petrus menerangkan pihaknya kini masih mendalami kasus serupa yang menyebabkan gagalnya jemaah umrah berangkat ke tanah suci.

Pelaku Mutilasi di Bekasi Berusaha Kabur Saat Hendak Ditangkap

Jakarta-Polda Metro Jaya tengah menangani kasus mutilasi seorang perempuan di Bekasi, Jawa Barat. Pelaku saat ini sudah ditangkap meskipun sempat berusaha kabur.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes pol Hengki Haryadi mengatakan, pada saat mendatangi kontrakan tempat kejadian perkara polisi tak menemukan MEL. Malah petugas menemukan adanya jenazah di dalam kamar milik MEL. Melihat adanya keramaian petugas, MEL sempat berusaha kabur menggunakan mobil.

“Tim keluar dari kos-kosan. Ada mobil yang tiba-tiba datang itu kabur. Langsung kita kejar itu, akhirnya di dapati beberapa orang termasuk tersangka ada wanitanya juga,” kata Hengki kepada wartawan, Senin (2/1).

Pemeriksaan kepada MEL terus dilakukan. Penyidik berusaha menggali motif dari pembunuhan ini.

“Kita sedang dalami motifnya dan sebagainya. Ini masih sangat awal, sangat dini, nanti perkembangan kita akan sampaikan,” jelasnya.

Sebelumnya, sesosok jasad perempuan dimutilasi ditemukan di sebuah rumah kontrakan di Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jumat (30/12) dini hari.

Seorang saksi Dian Ardiansyah yang merupakan warga sekitar mengatakan, penemuan jasad perempuan itu berawal dari pencarian seorang laki-laki berinisial MEL yang dilaporkan hilang oleh petugas kepolisian dari Polda Metro Jaya.

”Jadi awalnya ada anggota dari Polda menanyakan info orang hilang atas nama Ecky, terus sampai ke rumah saya, mereka menanyakan, saya jawab tidak kenal. Tapi info dari polisi katanya tinggal di sini,” kata Dian di lokasi, Jumat (30/12).

Petugas kepolisian tersebut kemudian melihat ada empat pintu kontrakan dan menanyakan terkait penghuni kepada dirinya. Saat dicek ternyata terdapat selembar kertas yang dituliskan pemilik kontrakan ditujukan kepada seseorang bernama Ecky.

Kepolisian kemudian meminta Dian menghubungi pemilik kontrakan yang selanjutnya datang membawa kunci untuk membuka isi kamar. Ketika dibuka, polisi menemukan dua boks kontainer dalam posisi dilakban atau diselotip berukuran besar. Di dalam kontainer tersebut terdapat sejumlah plastik hitam yang ternyata berisi merupakan potongan tubuh jasad perempuan yang belum diketahui identitasnya.

Polisi Terapkan Scientific Crime Investigation, Tak Mau Gegabah Tetapkan Tersangka Kasus Mutilasi di Bekasi

Jakarta – Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi menyatakan tidak mau terburu-buru dalam menetapkan tersangka dalam kasus mutilasi di Bekasi.

Meski sejumlah petunjuk sementara telah diperoleh diperoleh polisi, penyidik, menurut Hengki belum mengambil kesimpulan final atas kasus  penemuan mayat yang sudah dimutilasi di sebuah kos-kosan di Tambun, Bekasi, Kamis, 29 Desember 2022 lalu itu.       

Karena itu, menurut Hengki, polisi juga belum bisa menentukan identitas korban mutilasi yang jasadnya ditemukan dalam dua boks kontainer itu, meski terdapat kartu identitas di dekat jasad yang ditemukan itu.

“Artinya kita tidak boleh gegabah bahwa korbannya pasti si A berdasarkan alat bukti yang ketemu di kos-kosan, ketemu identitas yang diduga korban,” kata Hengki di Polda Metro Jaya, Sabtu, 31 Desember 2022.

Hengki menambahkan, penyidik akan berkerja sama dengan laboratorium dan kedokteran forensik untuk memastikan dentitas korban mutilasi. Melalui kedokteran forensik, akan bisa diketahui DNA korban.

“Apakah benar jenazah yang ada di dua kontainer ini cocok dengan identitas yang ada di TKP seorang wanita,” ujarnya. Saat ini, kata Hengki, penyidik masih menunggu hasil dari laboratorium dan kedokteran forensik.

Menurut Hengki, pengusutan penemuan jasad mutilasi ini akan dikerjakan dengan metode sciencetifik crime investigation. Metode ini, juga telah diterapkan dalam pengungkapakn kasus kematian satu keluarga di Kalideres beberapa waktu lalu.

“Ini sama halnya seperti kasus Kalideres, kita kedepankan sciencetifik crime investigation,” kata dia.

Hengki menjelaskan pengusutan kasus mutilasi di kamar kos-kosan ini tidak bisa terpaku dengan pengakuan teduga pelaku dan harus bener-benar berdasarkan alat bukti. Oleh karena itu, kata dia, penyidik masih melakukan pendalaman.

“Sehingga nanti kita bisa tentukan apa motifnya, siapa tersangka, siapa korbannya. Apakah hanya ini korbannya dan sebagainya,” ucapnya.

Penemuan jasad mutilasi ini bermula masuknya laporan orang hilang dari masyarakat. Dari laporan itu, polisi melacak keberadaan orang yang dinyatakan hilang tersebut.

“Awalnya mendapatkan laporan dari masyarakat tentang ada seorang laki-laki yang hilang. Kami menurunkan tim Resmob untuk menyelidiki keberadaan pria ini. Kita temukan informasi yang bersangkutan ada di kos kosaan di Tambun, Bekasi,” ujarnya.

Saat melakukan pengecekan bersama pemilik kos ke dalam kamar, polisi malah menemukan jasad mutilasi berjenis klamin perempuan.

“Saat kita cari di lokasi, kita mengajak pemilik kos ke dalam. Ternyata di dalam kita menemukan  jenazah dalam dua kontainer,” kata Hengki.

Penemuan jasad yang sudah mengalami mutilasi ini menggegerkan Warga Kampung Buaran, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Potongan tubuh manusia diitemukan dalam dua boks kontainer di sebuah kamar kontrakan pada Kamis, 29 Desember 2022.

Potongan tubuh manusia berjenis perempuan itu dimasukan di dalam boks kontainer kamar mandi. “Dibungkus dalam plastik hitam dilakban rapih,” kata saksi bernama Dian Ardiansyah, Jumat, 30 Desember 2022.

Dian menjelaskan penemuan mayat mutilasi tersebut berawal saat polisi mendatangi area sekitar kontrakan itu pada Kamis malam. Kedatangan polisi itu untuk mencari orang hilang bernama Ecky yang dilaporkan keluarganya ke Polsek Bantargebang, Kota Bekasi pada 23 Desember lalu.

Polisi Dalami Motif Pelaku Mutilasi Wanita di Rumah Kontrakan Bekasi

Jakarta- Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengungkap terduga pelaku mutilasi wanita di Bekasi hendak melarikan diri saat hendak ditangkap di Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Hengky mengungkapkan, penangkapan itu bermula kala pihaknya tengah menggeledah sebuah rumah indekos yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP). Saat itu, polisi tak menemukan terduga pelaku.

“Tim keluar dari kos-kosan, ada mobil yang tiba-tiba datang, itu kabur. Langsung kita kejar itu, akhirnya di dapati beberapa orang termasuk tersangka ada wanitanya juga kita sedang dalami,” tutur Hengky saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (31/12/2022).

Saat itu, kata Hengky, polisi langsung mengamankan dan melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku. Ia mengatakan, belum ada tersangka yang ditetapkan dalam kasus tersebut hingga saat ini.

“Iya ini masih dalam pemeriksaan. Nanti setelah ini kita cek, saya belum tanda tangan penetapan tersangka. Karena kita benar benar harus berdasarkan alat bukti,” terang Hengky.

Dalam mengusut kasus itu, Hengky mengatakan pihaknya mengedepankan metode scientific crime investigation. Atas dasar itu, polisi harus mendapatkan alat bukti yang cukup untuk menentukan tersangka dan mendapatkan motif pembunuhan tersebut.

“Ini sama halnya seperti kasus-kasus kalideres kemarin kita kedepankan scientific crime investigation. Kita tidak boleh terpaku terhadap pengakuan tersangka bahwa ini itu dan sebagainya,” terang Hengky.

“Kita harus berdasarkan alat bukti sehingga bisa tentukkan apa motif, siapa tersangka, kemudian siapa korban. Apakah hanya ini korban dan lain sebagainya kita masih pendalaman sampai sekarang,” imbuhnya.

Sebagai informasi, pengungkapan kasus mutilasi itu terjadi kala terduga pelaku bernama M Ecky Listiyanto tiba-tiba hilang karena tidak kembali ke rumah sejak Jumat (23/12/2022).

Atas dasar itu, sang istri melapor ke polisi. Polisi pum lalu menelusuri ke rumah kontrakannya di Kampung Buaran, Desa Lambangsari, Bekasi, Jawa Barat.

“Kami menindaklanjuti laporan orang hilang dari Polsek Bantar Gebang. Selanjutnya anggota Unit 4 Resmob Polda Metro Jaya melakukan lidik,” kata Zulpan.

Penyidik kemudian menemukan Ecky bersama jasad perempuan yang telah dimasukkan ke dalam dua boks kontainer.

Polisi Olah TKP Kasus Mutilasi Jenazah Perempuan Dalam Boks di Kabupaten Bekasi

Jakarta-Polda Metro Jaya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus mutilasi seorang perempuan oleh seorang pelaku bernama M Ecky Listiantho (34) di sebuah kontrakan yang berada di Kampung Buaran, Desa Lambangsari, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Olah TKP dilakukan bersama dengan tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri, tak berselang lama setelah jasad korban ditemukan, Kamis (29/12/2022).

“Olah TKP sudah dilaksanakan secara bersama sama baik tim inafis Polda Metro Jaya maupun laboratorium forensik,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengki Haryadi, Jumat (30/12/2022).

Hengki mengatakan, penyidik Polda Metro Jaya dengan kedokteran forensik sedang melakukan penyelidikan lanjutan.

Bahkan penyidik sudah melakukan otopsi terhadap jenazah perempuan yang menjadi korban mutilasi. Namun, di satu sisi identitas korban belum juga diketahui.

“Di sisi lain, tim kedokteran forensik Rumah Sakit Bhayangkara sedang melaksanakan otopsi terhadap jenazah tersebut,” kata Hengki.

Adapun Ecky telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan perempuan tanpa identitas yang jasadnya dimutilasi.

Potongan jasad korban ditemukan di kontrakan kawasan Kampung Buaran, Desa Lambangsari, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Kamis (29/12/2022), bersamaan penangkapan tersangka.

Sebelumnya, Ecky dikabarkan tak kembali ke rumah sejak Jumat (23/12/2022), setelah pamit untuk pergi ke bank, ternyata bukan hilang.

“Langsung (di TKP) kami mengamankan tersangka. Ditemukan dua boks kontainer yang berisikan kantung plastik hitam yang didalamnya mayat berjenis perempuan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan, Jumat (30/12/2022).

Zulpan mengatakan, penangkapan pelaku saat penyidik unit 4 subdit Resmob turun tangan membantu pencarian Ecky yang disebut hilang secara misterius.

Penyidik lalu menelusuri kontrakan di Kampung Buaran, Desa Lambangsari, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

“Kami menindak lanjuti laporan orang hilang dari Polsek Bantar Gebang selanjutnya Anggota unit 4 Resmob Polda metro jaya melakukan lidik,” kata Zulpan.

Sebelumnya, istri dari Ecky, zulpan mengatakan bahwa suaminya tiba-tiba menghilang setelah pamit ke bank.

“Ecky WhatsApp, pamit mau ke bank naik Grab, langsung dibalas tapi cuma ceklis satu (tidak terkirim). Itu tanggal 23 Desember sekitar pukul 09.00 WIB,” ujar zulpan, Selasa (27/12/2022).

Di hari yang sama, pada pukul 16.00 WIB, keluarga menerima catatan transaksi dari bank mengenai penarikan uang di ATM Mandiri di bilangan Rawalumbu, Bekasi Timur.