Polda Metro Jaya Dan Densus 88 Polri ungkap Seorang Wanita Mencoba Menerobos Istana Negara

Jakarta – Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Densus 88 Polri berhasil ungkap seorang wanita Inisial SE yang mencoba menerobos depan pagar Istana Negara pada pada hari Selasa (25/10/2022). aksi tersebut berhasil di cegah oleh Personel Paspampers yang saat itu sedang berjaga dan Personel Ditlantas Polda Metro Jaya. Rabu (26/10/2022)

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol E. ZULPAN, S.I.K., M.Si dalam konferensi pers mengatakan SE mencoba menerobos ring satu Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Hal tersebut di ketahui oleh Personel Paspampres yang sedang berjaga menaruh kecurigaan dengan seorang perempuan inisial SE

Kombes Pol E Zulpan menyebut, dengan kesigapan yang dilakukan anggota Paspampres, akhirnya SE berhasil diamankan. ditemukan Senjata api jenis FN yang dibawa SE juga turut diamankan anggota Paspampres.

“Kemudian menyerahkannya kepada petugas polisi lalu lintas yang sedang pengaturan di depan Istana pada saat itu. Kemudian dilakukan pengamanan oleh kepolisian selanjutnya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” imbuhnya.

Kemudian sesuai dengan apa yang telah disampaikan oleh Bapak Kapolda Polda Metro Jaya mengapresiasi keberhasilan anggota Paspampres dan anggota Polantas dengan sigap dapat mencegah timbulnya korban dan tepat cepat dan terukur

kemudian Polda metro jaya akan selalu melakukan upaya mewujudkan Jakarta yang aman nyaman.

Polda Metro Jaya akan selalu berada di Garda terdepan untuk selalu siap dan siaga menjaga keamanan dan ketertiban dari segala jenis gangguan yang ada

Dirreskrimum Kombes Pol HENGKI HARYADI, S.I.K., M.H., menambahkan telah mengindikasikan Siti Elina, wanita yang mencoba menerobos Istana Negara, Jakarta Pusat, terhubung dengan kelompok radikalisme. Dari hasil pemeriksaan, Siti Elina diketahui sudah tiga kali bolak-balik Istana Negara. Dikutakan dengan bukti digital dan sebagainya,

“Dia datang ke Istana tujuannya ingin bertemu Jokowi untuk menyampaikan Indonesia ini salah karena dasarnya bukan Islam, tapi ideologinya Pancasila,” imbuhnya.

Kabag Banops Densus 88 Polri Kombes Aswin Siregar menambahkan Densus 88 Antiteror Polri mengungkap pengakuan wanita yang mencoba menerobos ring satu Istana Negara dan ditemukan senjata api jenis FN, Wanita bernama Siti Elina (24) itu mengaku mendapat mimpi masuk surga.

“Saat ini semua keterangan yang bersangkutan itu seperti mendapat mimpi atau wangsit, jadi yang bersangkutan mimpi masuk surga dan neraka sampai ada kesimpulan dia harus menegakkan ajaran yang benar,”

“Kita dalami motif. Kita sarankan bertemu psikolog untuk mendalami kejiwaan terhadap yang bersangkutan. Kita ingin supaya kita hidup damai aman tenteram semuanya,”tutupnya.

Jatanras Polda Metro Ungkap Pembunuhan di Apartemen Green Pramuka

Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil menangkap Christian Rudolf Tobing (36), pelaku kasus pembunuhan Icha (36) yang dimasukkan ke dalam plastik dan dibuang ke Tol Becakayu, Jatibening, Bekasi.

“Subdit jatanras Polda Metro Jaya berhasil menangkap pelaku pembunuhan berencana,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan saat Konferensi pers, Senin (24/10/2022).

konferensi pers dihadiri Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan, Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi, dan Kasubdit Jatanras AKBP Indrawieny Panjiyoga.

Beberapa barang bukti juga ditampilkan, mulai dari troli warna merah. Troli itu merupakan alat yang digunakan Rudolf Tobing dalam membuang jasad Icha ke kolong Tol Becakayu, Bekasi. Di dalam troli warna merah itu, terdapat satu tas berukuran besar berwarna biru. Belum diketahui fungsi tas tersebut dalam pembunuhan Icha.

Barang bukti lain yang ikut ditampilkan penyidik berupa bantal. Rudolf diketahui menumpuk jasad Icha dengan bantal saat dimasukkan ke troli untuk mengelabui perhatian. Sejumlah barang bukti kartu kredit, handphone, laptop, dan uang tunai juga dihadirkan. Satu unit pistol mainan berwarna biru juga menjadi salah satu barang bukti yang ditampilkan penyidik.

Pembunuhan yang dilakukan Rudolf kepada Icha pada Senin (18/10) menyita perhatian publik. Icha dibunuh di salah satu kamar apartemen daerah Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jasad Icha lalu dibungkus ke dalam plastik hitam. Tubuh korban kemudian dimasukkan ke troli dan ditumpuk bantal sebelum dibuang ke kolong Tol Becakayu, Bekasi. Mayat korban ditemukan warga pada Selasa (18/10). Di hari itu juga Rudolf berhasil ditangkap saat tengah menjual laptop milik Icha di daerah Pondok Gede.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi menambahkan. Rudolf Tobing memiliki dua target pembunuhan lain usai membunuh Ade Yunia Rizabani (36). Awalnya target utama pembunuhanya adalah pria inisial H yang sebelumnya memiliki hubungan baik denganya. Hal itu itu diketahui berdasarkan pengakuan Rudolf sendiri.

“Ada calon target yang atas nama H ini merupakan dulunya kawan pelaku. Tapi ada berselisih paham sehingga bermusuhan dengan pelaku,” kata Hengki.

Menurut Hengki, kebencian Rudolf kepada H kian memuncak usai melihat target pembunuhan I, S, dan H kerap melakukan kegiatan bersama saat merayakan Natal. Lalu, H menjadi incaran pertama Rudolf untuk dibunuh.

“Pelaku merasa lebih sakit hati lagi dan berniat untuk menghabisi ketiganya,” ujar Hengki.

Pembunuh Perempuan di Kolong Tol Becakayu Ditangkap, Motif Sakit Hati

Kasus pembunuhan perempuan berinisial AYR (36 tahun), yang jasadnya ditemukan terbungkus plastik di kolong Tol Becakayu, Pondok Gede, Kota Bekasi diungkap jajaran Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Pelaku berinisial R membunuh korban yang merupakan rekan kerja korban. Dari hasil pemeriksaan sementara diketahui motif pelaku membunuh korban akibat sakit hati.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi saat menjelaskan motif pembunuhan tersebut.

“Yang bersangkutan membunuh korban karena motif tersangka sakit hati,” ujar Kombes Hengki Haryadi saat dikonfirmasi, Rabu (19/10/2022).

Pada saat kejadian, kata Hengki, R dan korban yang merupakan rekan kerja mulanya sedang berbincang mengenai konten podcast. Di tengah perbicangan, AYR disebut mendapatkan panggilan telepon dari seseorang berinisial H yang tidak disukai pelaku.

“Saat sedang ngobrol, tiba-tiba korban mendapat telepon dari seseorang, diduga pelaku adalah H. Tersangka ini enggak suka sama H. Menurut tersangka, H ini pernah bermasalah sama korban,” kata Kombes Hengki.

Keduanya pun terlibat adu mulut. Sampai akhirnya pelaku naik pitam dan membunuh korban karena melontarkan perkataan yang dianggap menyakiti hati.

“Kami masih dalami lagi keterangan sementara sakit hati,” kata Kombes Hengki.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menangkap pembuang sekaligus pembunuh perempuan yang ditemukan di Tol Becakayu, Kota Bekasi pada Senin (17/10/2022).

Kombes Hengki Haryadi mengatakan, pelaku ditangkap di kawasan Pondok Gede pada Selasa (18/10/2022) siang. R membunuh korban yang merupakan rekan kerjanya di kamar salah satu apartemen kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

“Pelaku pembuang mayat berinisial R adalah pelaku tunggal pembunuhan. TKP (pembunuhan) di Apartemen Green Pramuka,” ujar Kombes Hengki.

Setelah menghabisi nyawa korban, lanjut Kombes Hengki, pelaku langsung membungkus jasad korban menggunakan plastik dan lakban berwarna hitam. Jasad AYR kemudian dibawa dari lokasi pembunuhan dan dibuang ke kolong Tol Becakayu.

R pun ditangkap oleh penyidik di kawasan Pondok Gede pada Selasa kemarin.

Atas perbuatannya, kata Hengki, pelaku R dijerat dengan Pasal 340 subsider Pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Bentrokan di Mampang 43 orang jadi tersangka

Tim Gabungan Subdit Resmob dan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah berhasil mengungkap dan menangkap para pelaku kasus Penganiayaan dan Pengeroyokan kasus bentrokan antar kelompok massa di mampang Jakarta selatan pada Senin 17 Oktober 2022.

Kabid humas polda metro jaya Kombes Pol E. Zulpan  menjelaskan saat konferensi pers di polda metro jaya Penyidik Polda Metro Jaya telah menetapkan 43 orang menjadi tersangka kasus bentrokan antara dua kelompok pemuda yang dipicu perebutan penguasaan lahan di Mampang.

Lanjut”Terkait bentrok dua kelompok massa, kita tetapkan 43 tersangka dari kedua belah pihak, penyidik telah melakukan penahanan terhadap seluruh tersangka”.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi menambahkan penetapan tersangka dan penahanan terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam kasus tersebut sebagai bentuk keseriusan petugas menindak aksi premanisme di Ibu Kota dan sekitarnya.”Main hakim sendiri atau eigenrichting tidak di benarkan apalagi dengan mengerahkan massa. Sejatinya ini menjadi peringatan, bahwa segala bentuk premanisme akan kami tindak tegas,” ungkap Hengki.

Adapun para tersangka disangkakan Pasal 170 KUHP tentang kekerasan secara bersama-sama dan atau Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dan atau Pasal 358 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan luka berat,”tutup Zulpan.

Kapolda Metro Jaya Berikan Arahan Kepada Personel Reserse Jajaran Polda Metro Jaya

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol DR. Mohammad Fadil Imran, M.Si memberikan arahan kepada Personel Reserse di Jajaran Polda Metro Jaya, Selasa (18/10/2022). Arahan diberikan sebagai tindaklanjut arahan Presiden Republik Indonesia kepada Pati dan Pamen Polri di Istana Negara pada hari Jumat (14/10/2022) lalu, agar terlaksana tindakan dan program konkrit di jajaran Polda Metro Jaya.

Pada arahan yang dilaksanakan di Gedung BPMJ (Balai Pertemuan Polda Metro Jaya), Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Dr. Moh Fadil Imran, M.Si. didampingi oleh Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Drs. Hendro Pandowo dan Irwasda Polda Metro Jaya, dan dikuti personel Direktorat Reserse Kriminal Umum, Direktorat Reserse Kriminal Khusus dan Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya.

Menurut Kapolda, ada beberapa rancangan program yang berdasar pada pesan Presiden Jokowi yang bisa untuk diimplementasikan dalam jangka pendek antara lain yaitu tidak adanya lagi pelanggaran atau ketidak Profesionalan yang di lakukan oleh Penyidik.

“antara lain meniadakan anggapan-anggapan negatif yang melekat dibenak masyarakat terhadap penyidik kepolisian seperti upaya penindakan yang menekan UMKM, melaksanakan upaya paksa tanpa ada dasar yang kuat dan sesuai prosedur, Bermain pasal, Pungli kasus (untuk gelar, AHLI, SP3), Intimidasi dan Kekerasan dalam interogasi, Keberpihakan terhadap salah satu yang berperkara hingga menyisihkan barang bukti,” beber Kapolda.

Irjen Fadil juga berharap agar tantangan internal yang dihadapi dalam penyidikan perkara dapat diatasi.

“Tantangan Internal dalam Penyidikan perlu adanya peningkatan kualitas Penyidik yaitu dengan adanya Pendidikan Kejuruan, sertifikasi dibidang Penyidikan sehingga dengan jumlah Personel yang ada dapat lebih maksimal dalam penanganan perkara dan tidak ada lagi budaya yang sudah turun temurun serta Mekanisme penyelidikan menjadi lebih modern,” kata Irjen Fadil.

Menurut Irjen Fadil, Polisi sebagai garda terdepan dalam penegakan hukum di Indonesia, maka polisi bisa dikatakan sebagai “hukum pidana yang hidup “, Polisi yang dapat menerjemahkan Law in the book menjadi law in action, Tindakan polisi mesti mengandung kebenaran hukum, bukan menjadikan hukum sebagai pembenaran tindakan kepolisian/ merekayasa hukum,” ujar Kapolda.

Lebih lanjut Irjen Fadil mengatakan pola pemeriksaan scientific investigation akan menghindari aneka bentuk intimidasi, ancaman, kekerasan fisik, maupun psikologis dan laksanakan segala bentuk tindakan kepolisian berdasar pada SOP.

Selanjutnya Irjen Fadil berharap agar seluruh personel untuk meminimalisir kesalahan-kesalahan yang terjadi dari perilaku-perilaku menyimpang anggota kepolisian di lapangan, meningkatkan kepercayaan publik dengan partisipasi masyarakat melalui pelaporan serta memiliki rasa kepedulian anggota dengan masyarakat.

“Aktifkan seluruh kanal laporan masyarakat baik secara offline maupun online, lakukan evaluasi secara rutin dan berkala dalam sebuah dashboard dokumentasi, mana laporan dan status laporan yang sudah ditindaklanjuti, yang dapat dilihat bukan hanya pada pimpinan tetapi juga masyarakat. Selanjutnya lakukan komunikasi yang intensif dengan pelapor tentang kondisi kasus yang ditangani secara regular,” kata Irjen Fadil.

“Ciptakan program dan terobosan dalam kinerja agar kepercayan publik kepada Polri dapat kita raih Kembali,” tutup Irjen Fadil.

Tim Gabungan Jatanras dan Ditpolair Polda Metro Jaya Tangkap 3 Pembunuh Sopir Go Car di BKT

Tim gabungan Subdit Jatanras Ditreskrimum dan Ditpolair Polda Metro Jaya berhasil menangkap 3 pelaku pembunuhan Sopir Go Car, ADR (26 tahun), yang jasadnya ditemukan di Kawasan Pergudangan Marunda Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (4/10/2022) lalu.

Tiga tersangka yang bekuk yakni AW (19 tahun), ME (24 tahun) dan MF (24 tahun). Ketiganya diringkus di

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan ketiga pelaku memiliki peran masing-masing.


“Tersangka AW adalah merencanakan ide pertama kali untuk melakukan pembegalan dan mengeksekusi korban/menusuk korban, ME mencekik leher korban dari belakang dan MF berperan memegangi kedua tangan korban dari belakang”, jelas Kombes Zulpan.

Adapun modus operandi yang digunakan pelaku, kata Kombes Zulpan, Pelaku meminta bantuan orang lain untuk memesan taksi Online melalui aplikasi Gocar untuk mengantar ke lokasi yang sepi / jauh dari pemukiman. Sesampainya dilokasi korban (Driver Gocar) dianiaya sampai meninggal dunia, kemudian jasadnya dibuang ke Kali Banjir Kanal Timur (BKT) lalu mobilnya diambil oleh pelaku.

Dari para tersangka, petugas menyita barang bukti Mobil Toyota Rush berwarna putih dengan nomor Polisi B 2232 SXD milik korban, karpet mobil, SIM, ATM, dan kartu Gocar milik korban, sebilah pisau karambit, HP milik pelaku, dan Pakaian/baju yang dipergunakan oleh tersangka pada saat melakukan aksi perampokan,

Para tersangka dikenakan Pasal 365 ayat (4) KUHP tentang pencurian, diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 (dua puluh) tahun penjara.
“Diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 (dua puluh) tahun, jika perbuatan mengakibatkan luka berat atau kematian dan dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu,” tegas Kombes Zulpan.

Polda Metro Jaya berhasil menangkap 4 pelaku penganiayaan di Bintaro Jaksel

Jakarta – Petugas gabungan Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Polsek Pesanggrahan menangkap empat pelaku yang membacok dan menganiaya seorang pria berinisial EYW (26) di Jalan Bunga Lili RT 010 RW 006, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada 4 Agustus 2022 malam. Salah satu tersangka perempuan inisial AB (21 tahun) yang merupakan mantan pacar korban.

Tersangka pertama bernama Adinda Bintang, mantan pacar EYW yang menyuruh dua lelaki lain menganiaya korban di lokasi. Sedangkan tiga pelaku lainnya masing-masing berinisial NPA (19), AMK (20), dan MHF (19). Ketiga pelaku pria itu diketahui merupakan eksekutor pembacokan kepada korban.

Penangkapan pelaku dilakukan jajaran Tim Opsnal Resmob Unit II di bawah pimpinan Kompol Maulana Mukarom.

Hasil penyelidikan polisi menemukan dugaan adanya keterlibatan mantan pacar EYW yang diduga mendalangi pembacokan kepada korban. AB lalu ditangkap oleh polisi pada Kamis (22/9/2022).

AB lalu mengakui perbuatannya dan berdalih menyimpan dendam hingga menyuruh orang lain melakukan pembacokan kepada EYW.

“Penangkapan AB membuka perkembangan penyelidikan kasus tersebut. Tiga pelaku lainnya ditangkap beberapa jam usai AB diringkus,” kata Kasubid Penmas Kompol M. Agung Julianto S.Psi saat menggelar rilis, Jumat (23/9/2022).

Kompol M. Agung Julianto S.Psi mengatakan AB secara khusus meminta bantuan kepada ketiga eksekutor tersebut untuk melakukan pembacokan kepada mantan pacarnya tersebut.

“Jadi si perempuan ini minta tolong ke pelaku, yang kebetulan mantan pacar yang bersangkutan juga,” katanya.

Para pelaku kini telah ditetapkan tersangka dan dikenakan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan, diancam dengan hukuman 5 tahun penjara. Keempat tersangka kini ditahan di Polda Metro Jaya.

Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya ungkap Pelaku ekploitasi seksual terhadap anak di Jakarta

Jakarta – Subdit Rknakta Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya melakukan konferensi pers terkait kasus ekploitasi seksual terhadap seorang remaja berinial NAT (15) untuk dijadikan pekerja seks komersial (PSK).

“terdapat dua orang tersangka yang sudah ditetapkan oleh Subdit Reknakta Direktorat Reserse Kriminal Umum sebagai tersangka,” pertama seorang perempuan berinisial EMT dan satu lagi tersangka laki-laki RR alias Ivan. kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan, Rabu (21/9/2022).

Penyidik telah mengantongi dua alat bukti untuk meningkatkan status EMT dan RR dari terlapor menjadi tersangka. Zulpan mengatakan, unsur-unsur pasal yang dipersangkakan telah terpenuhi.

Hadir dalam konferensi tersebut perwakilan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan perwakilan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) DKI Jakarta serta Plh Kasubdit Reknakta.

Dalam kasus ini Tersangka dijerat dengan Pasal 76 I Jo Pasal 88 UU No. RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan atau Pasal 12 dan atau Pasal 13 UU RI NO. 12 tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun penjara

Peristiwa ini terbongkar setelah dilaporkan orang tua korban pada 14 Juni 2022. Laporan Polisi Nomor:LP/B/2912/VI/2022/SPKT.DITKRIMUM/POLDA METRO JAYA.

Dara Arafah Apresiasi Polisi terkait Pelaku Pencurian oleh Eks ART Diungkap dengan Sangat Cepat

Dara Arafah bersyukur karena eks asisten rumah tangga (ART) Mursidah (52 tahun), yang mencuri brankas berisi uang Rp 800 juta miliknya berhasil ditangkap polisi dengan sangat cepat. Dara Arafah pun berterima kasih kepada jajaran kepolisian.

“Terima kasih kepada Polri khususnya di Polda Metro Jaya, Polres Jakut, Polres Cilacap yang menangani perkara pencurian di rumah pribadi saya dengan sangat cepat dan tanggap dan pelaku bisa ditangkap dan alhamdulillah barang berharga saya bisa diamankan pihak kepolisian,” ujar Dara Arafah dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (12/9/2022).

Dara Arafah juga menyampaikan terima kasih kepada LBH yang mendampinginya. Kasus ini jadi pelajaran baginya.

“Terima kasih kepada LBH Yusuf yang mendampingi saya dalam penanganan perkara ini, untuk masyarakat Indonesia. Semoga ke depannya ini bisa jadi pelajaran buat saya dan masyarakat di luar sana,” katanya.

Lebih lanjut Dara Arafah mengatakan pihaknya menyerahkan kedua tersangka kepada polisi.

“Karena sudah serahkan pihak berwajib kita tetap ikuti prosesnya nanti,” tuturnya.

Sebelumnya, mantan asisten rumah tangga (ART) Dara Arafah bernama Mursidah (52 tahun) dan kekasihnya telah ditangkap petugas subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Sudah jadi tersangka,” kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Indrawienny Panjiyoga, Senin (12/9/2022).

Kasus bermula ketika selebgram Dara Arafah kemalingan. Brankas berisi uang ratusan juta miliknya raib dibawa kabur mantan asisten rumah tangganya (ART), Mursidah (52 tahun).

Pencurian brankas senilai ratusan juta rupiah milik Dara Arafah itu terjadi pada Minggu (4/9/2022) lalu. Dara lalu melaporkan kejadian pencurian brankas tersebut ke Polres Metro Jakarta Utara.

Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) diketahui CCTV yang berada di rumah Dara Arafah telah dirusak pelaku. Pihak kepolisian pun kemudian mendalami kasus tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengungkapkan ada dua pelaku dalam kasus pencurian brankas milik Dara Arafah. Pelaku pun berhasil ditangkap di dua lokasi pada Jumat (9/9/2022).

“Jadi ada dua pelaku utama yang berhasil kita amankan. Yang satu di Banyumas dan yang satu di Ciracas,” kata Kombes Zulpan.

Menurut Kombes Zulpan, pelaku diduga telah merencanakan aksi pencurian dengan merusak kedua CCTV tersebut.

Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ringkus Dua Perampok Mengaku Anggota TNI yang Gasak Uang Rp300 Juta di Jakarta Selatan

Jakarta-Penyidik Subdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menangkap dua perampok yang mengaku anggota TNI gadungan dengan modus korban tabrak lari di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, pada 29 Agustus 2022.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan, dua orang tersangka tersebut adalah ES (49 tahun) dan AS (53 tahun). Keduanya berpura-pura sebagai korban kemudian dengan menggunakan senjata jenis air softgun lalu mencari sasaran untuk diperas dan rampas.

“Pelaku memepet kendaraan korban dan menuduh korban adalah pelaku tabrak lari dan pelaku mengaku sebagai anggota TNI,” kata Kombes Zulpan di Polda Metro Jaya, Kamis (8/9/2022).

Kombes Zulpan menuturkan, keduanya telah beraksi sebanyak 19 kali dan terakhir di Jalan Pasar Minggu, Kalibata Pancoran, Jakarta Selatan pada Senin 29 Agustus 2022. Pelaku sempat menggasak uang senilai Rp300 juta yang ada di dalam mobil lalu kabur.

“Korban berteriak maling dan dibantu oleh Aiptu Haryanto anggota lalu lintas mengejar kedua pelaku hingga di Jalan Duren Tiga kendaraan yang ditumpanginya macet lalu pelaku kabur,” jelasnya.

Zulpan menambahkan, petugas Subdit Kejahatan dan Kekerasan, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya yang menerima laporan lalu bergerak dan berhasil meringkus kedua pelaku.

“Kami mengimbau kepada warga untuk tidak percaya apalagi kalau tidak merasa menabrak sebaiknya mencari kantor polisi terdekat,” katanya.

Kasubdit Kejahatan dan Kekerasan, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Panji Yoga mengatakan, kepada penyidik dua pelaku mengaku sudah melakukan aksinya selama 19 kali.

“Sudah sering biasanya dapatkan Rp1-2 juta. Baru kali dapat besar,” katanya.

Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa 1 buah tas berisi uang Rp300 juta. Kedua pelaku dijerat dengan Pasal 355 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 9 tahun.