Fakta Baru dari pengungkapan kasus Kematian di kalideres.

Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengungkap kematian kasus Kalideres sejak bulan Mei. Salah satu fakta yang didapatkan yaitu keluarga tertutup dengan sanak keluarga lain dan juga tetangga.

Berdasarkan keterangan beberapa saksi ternyata 4 orang yang meninggal dirumah Kalideres telah lama menutup diri baik dari keluarga inti maupun masyarakat sekitar Kita sudah sekian tahun tidak pernah berhubungan,

Kriminolog Monica Margaret mengatakan “Ketika kita melihat realitas sosial seperti ini kita jangan terburu-buru lantas langsung mengintimidasi atau memberikan stigma negative”

Kita harus peduli kepada tetangga kita satu sama lain kalau misalnya sudah dalam jangka waktu yang cukup lama tidak bisa diajak berkomunikasi bukan kepo,tapi paling tidak menjaga silaturahmi dengan tahu sejauh mana kehidupan tetangga kita gitu ya kalau bisa antar keluarga pertama kita harus saling terbuka satu sama lain saling membantu dan saling menghargai satusama lain pada dasarnya kita tetap menunggu hasil penyelidikan kepolisian terkait kasus ini.

“Kalua pak hengki belum bisa memberikan kesimpulan ini saya harap kita tunggu hasil penyelidikan kepolisian yang kita yakin pasti akan menemukan titik terang”ungkapnya

Belajar dari kasus ini tidak ada salahnya untuk kita lebih peduli dan aware terhadap masyarakat maupun tetangga di lingkungan kita maka dari itu perlu sekali untuk kita tetap menjaga silaturahmi.

Polisi Temukan Buku Mantra dan Kemenyan di Rumah Keluarga yang Tewas di Kalideres

Penyidik Polda Metro Jaya menyita sejumlah barang dari rumah keluarga yang ditemukan meninggal dunia di kawasan Kalideres, Jakarta Barat.

Sejumlah barang bukti yang didapat di dalam rumah itu antaranya buku mantra dan kemenyan yang diduga digunakan oleh salah satu penghuni untuk ritual tertentu.

“Selain itu ditemukan juga buku-buku lintas agama, serta mantra, dan kemenyan,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi saat dikonfirmasi, Selasa (29/11/2022).

Hengki mengatakan, salah satu penghuni rumah yang bernama Budianto diduga memiliki kecenderungan kerap menjalani ritual tertentu.

Fakta baru didapat setelah Tim Asosiasi Psikologi menemukan keidentikan mengenai ritual tertentu sesuai keterangan saksi dan bukti-bukti di lokasi.

“Hal ini mengakibatkan ada suatu kepercayaan dalam keluarga tersebut bahwa upaya untuk membuat kondisi lebih baik atau mengatasi masalah yang terjadi dalam keluarga, dilakukan melalui ritual tertentu,” kata Hengki.

Sebelumnya, polisi menyebut timnya juga sedang meneliti feses empat jenazah tersebut.

Hasil penelitian feses empat jenazah oleh Tim Kedokteran Forensik itu bisa membantu mengetahui penyebab kematian.

“Apakah arti dari pada temuan otopsi itu? Nanti ahli yang menjelaskan. Mungkin bisa mengungkap atau justru mematahkan praduga yang selama ini, kami belum tahu,” ujar Hengki kepada wartawan, Kamis (24/11/2022).

Menurut Hengki, tim dokter forensik akan meneliti feses yang ditemukan itu untuk mengetahui kandung-kandungan di dalamnya.

Dengan begitu, hasil penelitian feses tersebut sangat mungkin menjadi informasi kunci untuk mengungkap penyebab kematian empat anggota satu keluarga itu.

“Feses ini kami harus teliti di laboratorium Ini mengandung apa harus kita teliti lagi,” kata Hengki.

Temuan 4 mayat dalam satu rumah

Sebagaimana diketahui, empat orang anggota keluarga ditemukan tewas di dalam rumahnya, Perumahan Citra Garden 1, Kalideres, Jakarta Barat, pada 10 November 2022.

Jasad satu keluarga yang telah membusuk itu ditemukan pertama kali oleh warga setempat yang merasa terganggu dengan bau tak sedap di dekat rumah tersebut.

Keempat jasad itu, yakni Rudyanto Gunawan (71) yang ditemukan dalam posisi tertidur di atas kasur di kamar belakang.

Kemudian, istri Rudyanto bernama Margaretha Gunawan (68) ditemukan di kamar depan dalam posisi tertidur di atas kasur.

Di kamar yang sama juga ditemukan jasad anak dari Rudyanto-Margaretha bernama Dian (40), tetapi letaknya di lantai.

Terakhir, ipar dari Rudyanto bernama Budyanto Gunawan yang ditemukan dalam posisi telentang di sofa ruang tamu.

Polisi menduga mereka meninggal dunia dalam waktu yang berbeda-beda. Namun, waktu kematian satu keluarga yang dikenal sangat tertutup dari lingkungan sekitar itu diperkirakan terjadi lebih dari dua pekan.

Tak ada tanda kekerasan pada jasad mereka. Belum pula ditemukan zat/unsur berbahaya di organ dalam.

Hal lain yang menjadi sorotan adalah tidak ditemukan sari-sari makanan di lambung keempat korban tewas tersebut.

Polisi masih menyelidiki penyebab kematian satu keluarga itu. Jasad keempatnya hingga kini masih diperiksa petugas laboratorium forensik di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Sejauh ini, penyidik telah memegang sejumlah bukti dan petunjuk, mulai dari hasil otopsi empat jasad, barang-barang di tempat kejadian perkara, keterangan para saksi, baik tetangga, ketua RT maupun RW, hingga keluarga korban.

Hasil penelusuran jejak digital pada ponsel para korban pun telah dikantongi.

Temuan-temuan tersebut nantinya dirangkai dan dicocokkan satu sama lain sehingga diharapkan dapat membuka tabir gelap yang selama ini menyelimuti kasus ini.

Untuk merangkai segala temuan itu agar mengarah pada kesimpulan kasus, penyidik menggandeng sejumlah ahli.

Ahli yang turut didatangkan, antara lain ahli di bidang medical forensik kolegal, ahli di bidang patologi anatomi, ahli toksikologi, dan ahli DNA.

Komitmen Subdit Resmob Tangkap Pelaku Kejahatan

Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berkomitmen menangkap tersangka tindak kejahatan begal rekening, sekalipun harus melewati medan yang berbahaya.

Terungkapnya kasus begal rekening oleh subdit Resmob ditreskrimum Polda Metro Jaya memang tidak mudah, Medan tempat tersangka bereaksi memang sangat menantang.

Kompol Maulana Mukarom Menerangkan “memang kesulitannya bagi kami betul-betul mempunyai pengalaman yang sangat sangat amat berarti”.

Bahwa 1 Medan berat situasi jalan yang cukup menantang terus lokasinya itu memang penuh tantangan dan alhamdulillah kemarin dari subdit Resmob Polda Metro Jaya kamu berhasil melakukan penggerebekandan penangkapan di posko di tengah hutan

“Sekarang kejahatan ini makin canggih dari daerah aja bisa menjebak banyak korban jiwa tetap hati-hati dan waspada terhadap data perbankan anda”.Tutupnya.

Ungkap Kasus Di Kalideres Ditreskrimum PMJ Gunakan Alat CLA

Kasus kematian keluarga di Kalideres masih menjadi teka-teki dalam penyelidikan ini ada satu hal yang menarik dari alat yang digunakan kepolisian untuk mencari barang bukti

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi menjelaskan “Kita datangkan tim ahli untuk mencari berbagai kemungkinan termasuk kita gunakan alat canggih yaitu crime lite auto”.

Lanjut,”crime lite auto atau yang biasa di kenal CLA ini merupakan kamera berteknologi canggih di bidang forensik yang digunakan untuk mencaribukti dari tindakan criminal”.

“Kita cari apakah ada bercak darah dan sebagainya untuk memutus dugaan dugaan”

CLA mampu menangkap berbagai jenis bukti di tempat kejadian perkara seperti darah urine keringat, fragmen, tulang dan gigi rambut, residu senjata dan lain-lain dengan kecanggihan crimr lite auto ini semoga dapat mempermudah kepolisian dalam mengungkap misteri kasus meninggalnya 4.Orang di rumah kalideres.Ungkapnya

Dokter Forensik Dalami Temuan Feses dari Keluarga Tewas di Kalideres

Polda Metro Jaya bersama dengan kedokteran forensik saat ini tengah meneliti empat jasad keluarga hasil autopsi yang ditemukan tewas di Kalideres, Jakarta Barat. Salah satu hal yang diteliti dari tim kedokteran forensik saat ini yaitu feses yang ditemukan di tubuh korban dari keluarga tersebut.

“Sebagai contoh ya kemarin berdasarkan keterangan kedokteran forensik, kami menemukan feses,” ujar Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi kepada wartawan, Kamis (24/11/2022).

Hengki menuturkan, temuan tersebut saat ini tengah diteliti lebih lanjut untuk dirangkai menuju sebuah kesimpulan nanti.

Namun Hengki tidak menjelaskan lebih lanjut perihal temuan tersebut karena kedokteran forensik masih memerlukan waktu. Temuan tersebut untuk mengetahui apakah praduga soal mati karena kelaparan dapat dibenarkan, atau untuk membantahnya.

“Apakah arti dari pada temuan autopsi itu, nanti ahli yang akan memenjelaskan. Mungkin bisa mengungkap ataupun justru mematahkan mungkin praduga selama ini kita tidak tahu juga,” tandasnya.

Update Terbaru 4 Jenazah Kalideres, 1 Jenazah Sudah Wafat Sejak Mei 2022

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi mengungkap bahwa terdapat satu anggota keluarga dari 4 jenazah yang ditemukan di rumah Kalideres sudah meninggal sejak 13 Mei 2022. Ini terungkap dari keterangan salah satu saksi yang berasal dari salah satu petugas koperasi simpan pinjam (KSP) yang hendak memproses gadai sertifikat rumah tempat kejadian perkara (TKP). Penemuan identitas dari petugas KSP itu diperoleh berdasarkan pelacakan tim digital forensik melalui nomor telepon yang pernah berhubungan dengan penghuni rumah.

“Di mana salah satu nomor ini, kita telusuri, kita ambil keterangan saksi, akhirnya kita memperoleh tiga orang saksi penting dalam proses penyelidikan kami. Ternyata satu orang ini adalah mediator jual beli rumah, kami tidak sebutkan namanya,” ujar Hengki di Polda Metro Jaya, Senin (21/11/2022).

Sang mediator kemudian mengajak dua rekannya untuk meninjau rumah TKP pada tanggal 13 Mei 2022. Diketahui fakta yang diperoleh bahwa adik dari Rudyanto Gunawan, Budyanto Gunawan, proaktif menghubungi salah satu petugas KSP. Hengki menuturkan, Budyanto Gunawan diduga menyerahkan langsung sertifikat asli rumah atas nama Renny Margaretha Gunawan, istri Rudy. Rumah TKP diketahui hendak dijual seharga Rp 1,2 miliar, namun belum ada yang membeli.

“Pada tanggal 13 Mei, ternyata mediator ini ketemu dengan salah satu pegawai koperasi simpan pinjam. Oleh karenanya dibiarkan digadaikan sertifikat rumah itu. Pada saat itu pegawai koperasi simpan pinjam itu tertarik mengingat lokasi perumahan ini memiliki NJOP yang tinggi. Sedangkan pembayaran untuk simpan pinjam itu maksimal 50 persen dari NJOP, rumah maupun tanah,” kata Hengki.

Tiga petugas KSP yang tiba di rumah TKP saat itu masuk ke dalam rumah untuk melihat sertifikat, dan kemudian mencium aroma busuk di depan rumah. Budyanto saat itu beralasan selokan rumah lupa dibersihkan. Dian, anak Renny saat itu mengatakan, ibunya sedang tidur dan meminta untuk tidak menyalakan lampu kamar dengan alasan Renny yang sensitif cahaya. Ketika memasuki kamar pun aroma busuk menyengat saat pintu dibuka.

“Pada saat dibangunkan untuk mengecek sertifikat ini, dipegang-pegang agak lembut, curiga. Tanpa sepengetahuan Dian, pegawai koperasi simpan pinjam ini menghidupkan flash HP-nya,” papar Hengki.

“Begitu dilihat, langsung yang bersangkutan berteriak takbir, ‘Allahu Akbar! Ini sudah mayat!’ Di tanggal 13 Mei,” tambahnya.

Dian kemudian menyampaikan kepada pegawai yang kaget itu bahwa ibunya masih hidup dan mengaku masih memberikan minum susu dan menyisir rambutnya yang mulai rontok. Pegawai itu kemudian keluar dari rumah bersama dua rekannya. Budyanto yang mengejar mereka kemudian meminta kepada mereka untuk tidak menceritakan kondisi di dalam rumah kepada siapapun, termasuk tetangga maupun polisi.

“Tolong Pak, jangan sampai dilaporkan ke polisi, jangan dilaporkan pihak RT ataupun warga sini’. Dan ternyata tidak dilaporkan,” ucap Hengki.

“Ini yang kami sesalkan, seharusnya kita semua sebagai warga masyarakat tidak boleh permisif, kejadian seperti ini agar dilaporkan saja,” tambahnya.

“Timeline ini kami cocokkan dengan keterangan saksi-saksi yang lain seputaran TKP, menyatakan memang ini cocok waktunya. Kami minta bukti, mana bukti bahwa saudara pernah datang pada tanggal 13 Mei. Ditunjukkanlah meta data, ternyata tanggal 13 Mei,” tandasnya.

Reskrimum Polda Metro Jaya Kembangkan Proses 4 Jenazah di Perumahan Kalideres

Terkait penemuan 4 mayat yang berada didalam kamar di perumahan Kalideres Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Pol Hengki Haryadi didampingi oleh Kasubdit Jatanras AKBP Pol Indra Weinny Panjiyoga dan Dokter Forensik dan Laboratorium digital

Hengki menjelaskan, untuk tidak terjadi Miss Informasi kami belum memberikan kesimpulan tapi dalam perkembangan proses penyelidikan ujar,” Hengki kepada wartawan pada Senin (21/11/2022)

Lanjut Hengki, proses ini berkesinambungan dan menemukan perkembangan baru yakni yang bersangkutan menghubungi salah satu nomor terkait penjualan barang-barang yang ada dirumah seperti mobil, AC kulkas, TV dan blender.

Sebelumnya, Almarhum Budianto menyuruh menjual rumah ini, dengan melalui mediator berikut menyerahkan Sertifikat Asli senilai Rp 1,2 M karena tidak menemukan pembelinya sertifikat tersebut dikembalikan ke Budianto

Selanjutnya Budianto menolak menerima sertifikat yang dipegang oleh mediator, yang pada akhirnya mediator menemukan Koperasi Simpan Pinjam untuk digadaikan Karena NJOP yang tinggi orang koperasi bersedia, saat mendatangi rumah yang akan digadaikan untuk mengecek sertifikat pemilik rumah ternyata sudah meninggal dan bau busuk pungkas,” Hengki.

Penerapan Undang-Undang TPKS Subdit Renakta Polda Metro Jaya

Undang-undang tindak pidana kekerasan seksual yang disahkan pada bulan April lalu menjadi bukti bahwasanya negara turut hadir bagi korban kekerasan seksual, salah satunya dibuktikan oleh subdit renakta Polda Metro Jaya yang menjadi institusi pertama menerapkan UU tpks baik penindakan pelaku maupun pemulihan korban kekerasan seksual.

Kompol Ratna Quratul Ainy,S.iK., M.Si Kasubdit Renakta Polda Metro Jaya undang-undang tentang tindak pidana kekerasan seksual itu sendiri dituangkan dalam undang-undang Nomor 12 Tahun 2022 dan itu sudah disahkan olehPresiden Jokowi pada tanggal 9 Mei Tahun 2022 apakah undang-undang akan berlaku bagi masyarakat Indonesia dan undang-undang TPKS ini sudah kami terapkan dalam beberapa penanganan perkara yang ada di Subdit Renakta.

Mulai sekarang jangan sungkan-sungkan untuk melapor apabila kalian mengalami ataupun melihat tindak kekerasan seksual.

Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil ungkap Kasus Penipuan Modus Rekening Diretas

Keberhasilan subdit resmob ditreskrimum polda metro jaya terkait pengungkapan Kasus penipuan dengan modus social engineering masih marak terjadi.

Kompol maulana mukarom kanit 2 resmob ditreskrimum polda metro jaya menjelaskan Baru-baru ini Ditreskrimum Polda Metro Jaya mendapatkan laporan dari korban dengan modus akun bank diretas/dihack dan melakukan pembelian barang-barang tanpa sepengetahuan korban. Pelaku mengatasnamakan dari bank dan mencoba menawarkan bantuan kepada korban dengan cara memberikan arahan kepada korban untuk membuka aplikasi Whatsapp dari nomor yang telah disebutkan tersangka, kemudian korban menerima link dari nomor tersebut dan diminta untuk memasukan 16 digit nomor kartu debit dan kode OTP ke dalam link.

Lanjut, Setelah menerima adanya laporan dugaan Tindak Pidana dimaksud, Tim Opsnal Unit II dan Timsus I Subdit Tahbang/Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya melakukan penyelidikan dan penyidikan guna mengumpulkan informasi serta alat bukti terkait perkara dimaksud untuk mengungkap kasus tersebut dan menemukan tersangkanya.

“Ada 2 tersangka yang telah ditangkap oleh Tim Opsnal Unit II dan Timsus I Subdit Tahbang/Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Tersangka Inisial M (28) dan RA (33) ditangkap pada hari Rabu, 2 November 2022 di Tulung Selapan, Sumatera Selatan”.ungkap maulana

Berikut tips Untuk sobat Polda Metro Jaya agar sobat tidak menjadi korban penipuan online yang perlu diperhatikan

1 jangan mudah percaya kalau ada nomor telepon yang tidak Anda kenal menghubungi anda biasanya para pelaku mengaku dari pihak bank.

2 jangan pernah memberikan kode otp kepada siapapun karena kalau anda memberikan gampang untuk para pelaku tinggal membuka aplikasi tersebut.

3 jangan pernah mengklik klik apapun karena kalau anda mengklik link apapun yang dikirim oleh pelaku maka data pribadi anda akan diambil oleh pelaku

4 bilamana anda menjadi korban penipuan onlineagar segera untuk membuat laporan.

Polisi Dalami Aliran Dana Hasil Penjualan Mobil Kasus Kalideres

Kepolisian menemukan mobil milik dari satu keluarga yang tewas di Perumahan Citra Garden 1 Extension Kalideres, Jakarta Barat di sebuah showroom. Mobil tersebut awalnya dikabarkan hilang, namun diketahui ternyata dijual oleh salah satu korban seharga Rp160 juta.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan, pihaknya mendalami aliran dana hasil penjualan mobil tersebut.

“Kita masih dalami,” ujar Hengki kepada wartawan, Rabu (16/11/2022).

Lebih lanjut, Hengki mengatakan pihaknya akan mendalami semua temuan barang bukti, termasuk struk belanjaan, dengan pemeriksaan dan mencocokkannya di tempat kejadian perkara (TKP).

“Makanya masih dalam pemeriksaan baru nanti, kita akan cocokkan itu, kondisi mayat dengan ini dan sebagainya kita akan cocokkan,” tandasnya.