Himbauan Kepada Masyarakat Dan Keluarga Agar Terhindar Dari Kejahatan Eksploitasi Anak

Pada umumnya kejahatan eksploitasi anak kondisi saat pelaku (orang dewasa) berusaha mengambil keuntungan dari seorang anak demi keuntungan pribadi mereka sendiri.

Di Indonesia, ada beberapa bentuk eksploitasi anak tertuang dalam UU No. 23 Tahun 2022 Tentang Perlindungan Anak, antara lain:

1. Eksploitasi Ekonomi

Ini adalah bentuk penyalahgunaan tenaga anak untuk dimanfaatkan fisik dan tenaganya untuk bekerja demi keuntungan orang lain. Bentuk eksploitasi ekonomi mengarahkan anak pada pekerjaan yang seharusnya belum dikerjakannya

2. Eksploitasi Sosial

Ini adalah segala bentuk eksploitasi yang membuat perkembangan emosional dan sosial anak terhambat.

3. Eksploitasi Seksual Ini adalah bentuk eksploitasi anak yang melibatkan anak dalam aktivitas seksual yang belum dipahaminya. Seperti suatu perbuatan yang mengarahkan pada kata pornografi, asusila, perkataan porno, menelanjangi anak untuk produk pornografi atau melibatkan anak dalam bisnis prostitusi.

Sementara itu di Indonesia juga ada hukum yang mengatur eksploitasi anak, yaitu:

  • Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak mengenai larangan bagi pihak manapun, termasuk orangtua untuk mengeksploitasi anak, baik secara ekonomi dan/atau seksual.
  • Pasal 20 UU No.35/2014 menyebutkan bahwa negara, pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat, keluarga, dan orang tua/wali berkewajiban dan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan perlindungan anak.
  • Pasal 15 UU No.35/2014 Huruf (f) menyebutkan bahwa setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari kejahatan seksual.
  • Pasal 76l UU 35 Tahun 2014 yang berbunyi, setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan eksploitasi secara ekonomi dan/atau seksual terhadap anak.

Sanksi terhadap orangtua atau siapa pun yang melakukan eksploitasi anak, baik secara ekonomi dan/atau seksual adalah:/ diatur dalam Pasal 88 UU 35 Tahun 2014. Bunyi pasalnya: Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76l, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah). Perilaku eksploitasi seksual juga bisa menimbulkan trauma psikis bagi korbannya.

Diperkirakan ada 168 juta anak terkena dampak pekerja anak dan lebih dari setengahnya, 85 juta, melakukan pekerjaan berbahaya.

Satu sampai dua juta anak juga dipaksa melakukan eksploitasi seksual dan pornografi per tahun dan dengan demikian terkena trauma serius, penyakit, alkohol dan obat-obatan.

Salah satu bentuk eksploitasi anak untuk melakukan tindak kriminal, yaitu ketika seorang anak dipaksa menjual narkoba untuk orang yang lebih tua.

Pelaku sering mengiming-imingkan anak dengan uang tunai, atau barang-barang yang ingin mereka miliki. Namun, kenyataannya akan sangat berbeda, anak biasanya berakhir mendapatkan perlakukan yang buruk, kelaparan, bahkan tak jarang terancam nyawanya.

Agar masyarakat dan keluarga terhindar dari kasus eksploitasi anak polisi menghimbau untuk:

  • Kepada orang tua agar mengawasi anak anaknya agar tidak menjadi korba ekspoitasi anak
  • Kepada orang tuaRuntin meberikan kegiatan yang positif untuk mengisi waktu luang anak
  • Kepada otrang tuaMengawasi pergaulan dan teman teman anak diluar rumah
  • Teruntuk anak agar tidak mudah dibujuk oleh orang tidak dikenal dengan iming iming berupa apaun
  • Teruntuk anak agar menghindari orang orang yang tidak dikenal
  • Teruntuk anak agar jangan berpergian terlalu jauh dari lingkunagan sekitar rumah

Himbauan Kepada Masyarakat Agar Terhindar Dari Kejahatan Seksual

Pada Umumnya Kejahatan Seksual Adalah Perbuatan Yang Kesannya Merendahkan, Menghina, Menyerang Terhadap tubuh Yang Terkait Dengan Nafsu Perkelaminan Dengan Paksanan Untuk Memenuhi Asrat Seksual Seseorang

Pada umumnya Korban Kejahatan Seksual Sering Terjadi Terhadap  Remaja, Anak Dan Wanita, Yang Umumnya Terjadi di Lingkungan Tempat Kerja, Sekolah Dan Kampus, ada Lima Bentuk Contoh Kejahatan Seksual yang Perlu Kita Ketahui Yaitu :

  1. Pelecehan Gender
  2. Perilaku Menggoda
  3. Penyuapan Seksual
  4. Pemaksan Seksual
  5. Pelanggaran Seksual

Pelecehan Seksual Merupakan Kejahatan Terhadap Kesusilaan Sebagaimana Diatur Dalam Pasal 294 Ayat (2) KUHP Indonesia. Selain Itu, Pasal 86 Ayat (1) UU Ketenagakerjaan  (UU  13 Tahun 2003) Mengatur Bahwa Pekerja Berhak Atas Perlindungan Moral Dan Kesusilaan. Berikut Adalah Contoh Kasus Terbaru Kejahatan Seksual yang terjadi di lingkungan pendidikan :

Agar Masyarakat dan Keluarga Terhidar Dari Kejahatyan Sexsual Kepolisian Menghimbau Untuk :

  • Kepada para orang tua, agar lebih waspada dan mengawasi pergaulan, dan cara berpakaian anak-anak nya yang masih remaja dan di bawah umur.
  • Masyarakat Remaja, Wanita Dan Anak Agar Tidak Memakai Pakaian Yang Terlalu Terbuka Dimuka Umum.
  • Hindari Memposting Foto Foto Yang Menggunakan Pakaian Terbuka di Media Sosial.
  • Waspada Terhadap orang yang Tidak Dikenal.
  • Upayakan untuk Tidak Keluar Rumah Sendirian Pada Malam Hari.
  • Segera Datangi Keramaian Apabila Merasa Diikuti oleh orang yang dicurigai sebagai pelaku Tindak Kejahatan Seksual.
  • Segera Mencari Pertolongan Dengan Cara Berteriak Apabila Ada Oarang Yang Dicurigai sebagai pelaku Tindak Kejahatan Seksual.

Himbauan Kepada Masyarakat Agar Terhindar dari Kejahatan Pinjaman Online Ilegal

Pada umumnya kejahatan PINJOL (Pinjaman Online) Ilegal adalah suatu bentuk kejahatan yang bertujuan untuk merauk keuntungan berupa bunga pinjaman yang sangat besar kepada masyarakat, dan melakukan ancaman berupa menyebarkan data pribadi milik masyarakat kepada orang-orang terdekat.

Adapun Perlindungan UU ITE bagi Korban Pinjaman Online Ilegal adalah :

Sebagai layanan keuangan berbasis digital, aktivitas perkreditan online atau pinjaman online pasti dilakukan via sarana elektronik. Hal ini membuat segala perjanjian atau kontrak yang ditetapkan oleh pihak kreditur dan debitur dituangkan di dalam kontrak berbasis elektronik.

Terkait kontrak elektronik ini, aturannya telah dinyatakan pada UU ITE atau Informasi & Teknologi Elektronik pada pasal satu angka 17. Dalam aturan tersebut, dikatakan bahwa kontrak elektronik merupakan perjanjian dari sejumlah pihak yang dibuat via sistem elektronik. 

Kekuatan hukum dari kontrak elektronik ini bisa dilihat pada UU ITE Pasal 18 ayat satu, yang berbunyi, transaksi elektronik yang dibuat dalam kontrak elektronik memiliki sifat mengikat terhadap para pihak yang berkaitan. Maksudnya, sifat mengikat dari kontrak elektronik tidak memiliki perbedaan dari kontrak atau perjanjian pada umumnya. 

Meski begitu, secara umum, kegiatan peminjaman yang menggunakan sarana telematika mempunyai kontrak yang termasuk pada kualifikasi akta di bawah tangan. Hal ini membuat akta pada kontrak tersebut tidak bersifat otentik dan bukan merupakan akta notaris. 

Walaupun tetap bisa dijadikan sebagai bukti terhadap suatu perjanjian, kekuatan pembuktiannya tidak sesempurna akta otentik maupun akta notaris. Kelemahannya, akta tersebut sulit untuk bisa membuktikan kehadiran saksi dari akta tulisan tangan tersebut, dan jika ada pihak yang menyangkal, kebenarannya perlu dibuktikan melalui proses pengadilan. 

Agar masyarakat terhindar dari kejahatan Pinjol Ilegal Kepolisian menghimbau untuk:

  • Hindari melakukan pinjaman online pada aplikasi yang tidak dikenal / illegal
  • Jangan mempercayai apabila ada tawaran pinjaman online illegal melalu SMS / Telfon
  • Sebelum meminjam online, Selidiki terlebih dahulu aplikasi Pinjaman Online apakah sudah terdaftar di OJK atau belum

Himbauan Kepada Masyarakat Agar Terhindar dari Kejahatan Skimming (Ganjal ATM)

Pada umumnya kejahatan Skimming adalah suatu bentuk kejahatan yang bertujuan mencuri informasi dari kartu debit atau kredit milik nasabah, menggunakan alat khusus bernama Skimmer. Skimmer biasanya dibuat menyerupai bentuk mulut slot kartu ATM, sehingga sekilas terlihat sama dan sulit diidentifikasi. Saat kartu dimasukan ke ATM atau mesin EDC, maka skimmer akan secara otomatis merekam informasi dari kartu tersebut. Di saat yang bersamaan, kamera yang telah diletakkan pelaku secara tersembunyi, akan merekam saat korban memasukkan PIN-mu di keyboard mesin ATM.

Agar masyarakat terhindar dari kejahatan skimming Kapolisian menghimbau untuk:

  • Periksa mulut ATM sebelum memasukkan kartu.
  • Amati lingkungan sekitar saat menggunakan ATM.
  • Perhatikan mesin ATM secara keseluruhan.
  • Gunakan Mesin ATM yang terdapat Kamera CCTV.
  • Ganti PIN ATM secara berkala.
  • Gunakan ATM di dekat kantor cabang atau dilindungi petugas kemanan.
  • Ganti Kartu ATM menjadi Kartu Chip.
  • Bertransaksi secara cardless.

Himbauan Kepada Masyarakat Agar Terhindar dari Kejahatan Penipuan Telfon / SMS

Pada umumnya kejahatan penipuan telfon / sms dikategorikan sebagai tindak pidana penipuan yang dilakukan oleh tersangka untuk mendapatkan keuntungan dari korban berupa transfer uang / pulsa .

Modus penipuan lewat Telefon / SMS memang semakin beragam dan aksi penipu pun semakin canggih. Namun ada beberapa hal yang bisa kita cek dan masyarakat lakukan untuk memastikan apakah anda sedang ditelepon penipu atau tidak adalah :

1. Menolak menutup telepon untuk ditelepon balik

Apabila anda menerima telepon dari pihak atau institusi tertentu, dan dalam keadaan yang tidak memungkinkan untuk menerima telepon, kamu berhak untuk tidak melanjutkan pembicaraan atau meminta untuk ditelepon kembali di lain waktu.

Kalau lawan bicara menolak untuk menutup telepon atau tidak mau menelepon kembali di waktu yang berbeda, kamu patut mencurigai hal ini. Jangan lengah dan perhatikan apa yang dibahas lawan bicara. Kalau penelepon adalah penipu, mereka akan memanfaatkan situasi dengan meneruskan pembicaraan, menekanmu dengan desakan yang mengancam atau menakut-nakuti dan seakan-akan harus diputuskan saat itu juga. Kalau hal itu terjadi, segera putuskan hubungan telepon dan hubungi pihak Kepolisian untuk mengonfirmasi hal ini.

2. Terdengar tidak meyakinkan

Anggaplah anda mengangkat telepon dari nomor asing yang mengaku sebagai pihak tertentu, lalu menyampaikan bahwa akun rekening anda terdeteksi melakukan transaksi mencurigakan, padahal kamu nggak melakukan transaksi, dan nggak ada transaksi apa pun yang tercatat.

Hal pertama yang bisa kamu perhatikan adalah bagaimana cara mereka menyampaikan hal tersebut. Biasanya penipu berbicara secara gak profesional, cara bicaranya terbata-bata dan bertele-tele, serta mengarahkan kamu untuk melakukan sesuatu tanpa memberikan kesempatan buat kamu untuk berpikir panjang.

Jangan panik, anda harus tetap tenang dan berpikir jernih, tutup telepon dan segera hubungi pihak Kepolisian untuk melakukan konfirmasi. Kalau perlu, kamu bisa melakukan blokir sementara pada kartu rekening kamu.

3. Meminta kode OTP dan data pribadi

Kode OTP sering menjadi incaran para penipu. Tentu saja, karena kode OTP atau one-time password ini dibutuhkan salah satunya untuk verifikasi saat menghubungkan akun tertentu ke gadget baru.

Banyak penipu yang mengaku sebagai pihak tertentu dan meminta kode OTP dengan berbagai alasan agar bisa mengakses akun Jenius milik korban dari gadget mereka dan pada akhirnya mengambil alih akun tersebut.

Nggak hanya kode OTP, penipu biasanya juga meminta data-data pribadi lainnya seperti PIN, password, informasi di kartu, nama ibu kandung, dan lainnya. Dengan memiliki akses ke akun anda serta data-data pribadi kamu, penipu bisa mengambil uang dan melakukan tindakan ilegal dengan mengatasnamakan kamu.

Karena itu, jangan pernah memberikan kode OTP dan data pribadi ke siapa pun yang mengaku-ngaku sebagai pihak tertentu.

Agar masyarakat terhindar dari kejahatan penipuan telpon/sms kepolisian menghimbau untuk:

  • Hindari menerima telfon dari nomor yang tidak dikenal
  • Jangan langsung percaya apabila ada telfon / sms mengatakan anda mendapatkan hadiah / undian
  • Jangan langsung percaya / panik apabila ada penelfon melakukan ancaman terhadap orang terdekat yang anda kenal
  • Jangan langsung mengirimkan uang / pulsa apabila ada permintaan / ancaman melalui telepon
  • Jangan pernah mengirimkan Kode OTP dan Data Pribadi

Himbauan Kepada Masyarakat Agar Terhindar dari Kejahatan Curanmor

Pada umumnya kejahatan CURANMOR (Pencurian Kendaraan Bermotor (CURANMOR) dikategorikan sebagai tindak pidana pencurian yang dilakukan terhadap kendaraan bermotor di rumah / parkiran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 KUHP. Para pelaku curanmor biasanya beraksi ngean memanfaatkan kelengahan kita bisanya kita lupa mengunci ganda kendraan dan lupa mencabut kunci kontak kendaraan.

Terkait dengan kejahatan pencurian kendaraan bermotor ada 3 jenis kejahatan pencurian yakni:

  1. pencurian kendaraan bermotor biasa;
  2. pencurian kendaraan bermotor dengan pemberatan; dan
  3. pencurian kendaraan bermotor disertai kekerasan

ketiganya memiliki perbedaan masing-masing dalam segi pelaksanaan kejahatan pencurian kendaraan bermotor ini. Pencurian kendaraan bermotor biasa dilakukan dengan cara biasa yakni membawa kendaraan bermotor yang memang dalam keadaan ditingaal oleh pemiliknya. Pencurian kendaraan bermotor dengan pemberatan jika menurut pengertian Pasal 363 KUHP berarti dalam segi pencuriannya dengan cara merusak kendaraan bermotor, dengan kunci palsu, atau
dengan cara merusak menggunakan alat bantu. Jika, pencurian kendaraan bermotor disertai kekerasan menurut Pasal 365 KUHP memiliki arti merampas kendaraan bermotor dengan melakukan ancaman, kekerasan yang mengakibatkan luka ringan , luka berat, ataupun hingga menimbulkan kematian, dengan tujuan supaya memudahkan mengambil kendaraan bermotor milik korban. Jadi, dari ketiganya memiliki perbedaan dalam pelaksanaannya, hal ini pula mengakibatkan perbedaan dalam pemberian sanksi hukum terhadap pelakunya tergantung jenis kejahatan pencurian kendaraan bermotor yang dilakukan.

Modus kejahatan CURANMOR juga sudah mulai beragam, modus kejahatan CURANMOR yang umumnya sering terjadi contohnya:

  • Merusak kontak kendaraan dengan kunci T
  • Memakai cairan kimia
  • Pecah kaca
  • Menabrakan diri

Agar masyarakat terhindar dari kejahatan pencurian kendaraan bermotor Kepolisian menghimbau agar:

  • Parkirkan kendaraan bermotor di tempat yang aman
  • Gunakan kunci ganda saat memarkirkan kendaraan
  • Masukan kendaraan ke dalam rumah saat malam hari
  • Mengunakan CCTV diarea parkir

Himbauan Kepada Masyarakat Agar Terhindar dari Pencurian dengan Pemberatan (CURAT)

Pada umumnya pencurian dengan pemberatan (Curat) dikategorikan sebagai tindak pidana pencurian sebagaimana diatur dalam Pasal 363 KUHP. adapun jenis-jenis Curat yang sering terjadi di Masyarakat umum adalah :

1. Pencurian yang terjadi di dalam rumah atau di pertokoan, yang biasanya dilakukan dengan cara membongkar anak kunci atau masuk menggunakan alat-alat tertentu untuk mempermudah terjadinya pencurian.

Agar masyarakat terhindar dari pencurian yang terjadi di dalam rumah, Kepolisian menghimbau untuk :

  • Memastikan semua pintu sudah dalam keadaan terkunci sebelum meninggalkan rumah dalam keadaan kosong
  • Mengunci gerbang / pagar untuk mendapatkan keamanan tambahan
  • Menitipkan rumah agar di awasi oleh tetangga yang berada di depan, belakang, sebelah kiri, dan sebelah kanan rumah
  • Menyimpan barang berharga di tempat yang aman di dalam rumah
  • Memasang CCTV di luar dan di dalam rumah

2. Pencurian yang terjadi di dalam kendaraan umum seperti kereta, bus, dan tempat keramaian lainnya, yang dilakukan lebih dari satu orang, dengan cara mengelabui si calon korban dan diam-diam mengambil barang milik korban.

Agar masyarakat terhindar dari Pencurian yang terjadi di dalam kendaraan umum, Kepolisian menghimbau untuk :

  • Jangan menggunakan Perhiasan / Barang berharga secara berlebihan
  • Simpan barang berharga di tempat yang aman
  • Awasi Tas dan Dompet anda selalu di dalam keadaan ramai
  • Jangan menggunakan telefon genggam saat dalam keramaian

Himbauan Kepada Masyarakat Agar Terhindar dari Kejahatan dengan Kekerasan (CURAS)

Pada umumnya pencurian dengan kekerasan (Curas) dikategorikan sebagai tindak pidana pencurian yang dilakukan dengan kekerasan. Contohnya adalah begal dan premanisme.

1. Agar masyarakat terhindar dari kejahatan begal Kepolisian menghimbau untuk:

  • Upayakan untuk tidak keluar rumah sendirian saat malam hari
  • Hindari jalanan sepi dalam perjalanan
  • Hindari menggunakan telefon genggam saat berkendara / saat berboncengan
  • Jika ada yang dicurigai mengikuti anda, segera berkendara ke tempat ramai

2. Agar terhindar dari kejahatan Premanisme Kepolisian menghimbau untuk:

  • Jangan menggunakan Perhiasan / Barang berharga secara berlebihan saat berjalan
  • Upayakan untuk tidak keluar rumah sendirian saat malam hari
  • Hindari jalanan sepi dalam perjalanan
  • Hindari menggunakan telefon genggam saat berkendara / saat berboncengan
  • Jika ada yang dicurigai mengikuti anda, segera berjalan ke tempat ramai