Ini Salah Satu Modus Pelecehan Seksual Terhadap Anak

Salah satu modus yg saat ini tren dalam pelecehan seksual terhadap anak yakni ‘CHILD GROOMING’

‘CHILD GROOMING’ merupakan teknik manipulasi dimana pelaku pelecehan terhadap anak membangun kepercayaan dan terjalin hubungan baik dengan korban sehingga korban tidak merasa akan di eksloitasi secara seksual

Waspadai Jebakan Transaksi COD

Kasus pembunuhan saat transaksi COD mobil kemarin harus menjadi kewaspadaan bersama

Dalam melakukan transaksi yang berawal dari marketplace, kita tidak mengenal betul profil penjual ataupun pembeli. Jika memang akan melakukan transaksi COD, kita harus lebih waspada dan berhati-hati

Dampak Pelecehan Seksual Terhadap Anak

Pelecehan seksual terhadap anak memiliki dampak yang luar biasa.

Secara psikologis, anak tidak hanya berpotensi mengalami trauma berat yang berkepanajngan namun juga pertumbuhan pola pikirnya akan terganggu. Gangguan pola pikir ini sangat mungkin mempengaruhi gangguan perilaku seksual. Di sisi lain, anak juga berpotensi tertular penyakit kelamin.

Temuan Subdit Renakta Polda Metro Jaya

Berdasarkan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), ada 11.016 kasus kekerasan seksual pada tahun 2022. Dari jumlah kasus tersebut, hampir 90% adalah kekerasan seksual terhadap anak-anak. Angka ini sangat mengkhawatirkan kita semua terlebih bagi orang tua yang memiliki anak.

Temuan Subdit Renakta Polda Metro jaya, mayoritas kasus-kasus pelecehan terhadap anak justru pelakunya adalah orang-orang dalam lingkup terdekat.

Titik Terang Kasus Penemuan 2 Jenazah Ibu dan Anak di Cinere

Kasus penemuan 2 mayat ibu dan anak di Perumahan Bukit Cinere Indah Jl. Puncak Pesanggrahan VIII No.39 RT 01/016, Cinere, Kota Depok yang ditangani oleh Subdit Jatanras Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menemukan titik terang.

“Berdasarkan metode Scintific Crime Investigation terdapat dugaan kuat bahwa adanya niat dari Grace Arijani Harapan dan David Arianto Wibowo untuk mengakhiri hidupnya sejak tahun 2017,” ujar Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki.

Kesimpulannya dari hasil Inter-Kolaborasi Profesi dalam rangka Scientific Crime Investigation yang dilakukan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya bersama dengan Puslabfor Mabes Polri, Kedokteran Forensik, Digital Forensik, Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo dan Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia, sehingga penyelidikan dihentikan karena tidak ditemukan unsur pidana.