pada 10 Juli 2018

Selasa, 10 Juli 2018 07:32 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Seorang penjambret, BS (25 tahun) terpaksa ditembak mati petugas Polsek Metro Cengkareng, Jakarta Barat, pada Senin (9/7/2018) dinihari.

Ia tewas seketika saat timah panas tembus didadanya ketika polisi akan menangkapnya di Bulak Tembok Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat.  BS terpaksa diberikan tindakan tegas karena berupaya merebut pistol petugas.

"BS adalah penjambret kelompok saber. BS kami tembak mati ketika hendak menunjukkan keberadaan temannya yang masih buron, yaitu DW, PB dan RB. Bukannya menunjukan tempat persembunyian rekan-rekannya, Bobi langsung berontak serta nyaris rebut pistol anggota di lokasi, walaupun tangan diborgol," kata Kapolsek Metro Cengkareng, Kompol Khoiri, Senin.

BS, kata Kapolsek, merupakan penjambret kelas teri tapi terbilang cukup berpengalaman dalam aksinya menjambret di jalanan. Saat beraksi di jalan, Bobi tidak sendirian, melainkan bersama ketiga rekannya yang masih buron.

"Saya memberikan pilihan kepada tiga pelaku. Kalau tak mau seperti rekannya Bobi, silakan menyerahkan diri segera. Saya beri waktu 2x24 jam," kata Khoiri dengan nada tegas.

Kanit Reskrim Polsek Metro Cengkareng, AKP Antonius mengatakan, kelompok saber ini terbilang doyan menjambret di sekitar kawasan Kembangan, Cengkareng, dan Pesing. Saber atau sapu bersih, kata AKP Antonius, cukup kejam terhadap korbannya.

"Di Cengkareng sudah ada lima laporan yang libatkan kelompok ini," kata Antonius. Penangkapan BS, kata AKP Antonius, bermula dari polisi melakukan observasi wilayah. Di saat itu terlihat pasangan suami istri, Yugi Purwanto (32 tahun) dan Ayu Rosilah (42 tahun), panik dan berteriak minta tolong di sekitar Jalan Gunung Galunggung, Cengkareng Timur, Cengkareng, Minggu (8/7/2018) malam.

"Pasutri ini korban jambret. Pasutri ini terjatuh dari motor, lantaran tas milik korban (Ayu) telah dijambret. Di lokasi kejadian, aksi kejar-kejaran terjadi," katanya.

"Yang tertangkap duluan ini BS. Kami segera lakukan pengembangan. Bobi tak menyerah dan berusaha kabur. Sehingga, saat kami ingin BS tunjukkan keberadaan ketiga rekannya, ia malah melawan polisi. Sehingga, kami berikan tindakan tegas dan terukur," katanya.

sumber:PUSKOMINFO

Comments(30)

Sean on 23 May 2015, 10:40AM

Cras sit amet nibh libero, in gravida nulla. Nulla vel metus scelerisque ante sollicitudin commodo. Cras purus odio, vestibulum in vulputate at, tempus viverra turpis.

Strong Strong on 21 May 2015, 11:40AM

Cras sit amet nibh libero, in gravida nulla. Nulla vel metus scelerisque ante sollicitudin commodo. Cras purus odio, vestibulum in vulputate at, tempus viverra turpis.

Emma Stone on 30 May 2015, 9:40PM

Cras sit amet nibh libero, in gravida nulla. Nulla vel metus scelerisque ante sollicitudin commodo. Cras purus odio, vestibulum in vulputate at, tempus viverra turpis.

Nick Nilson on 30 May 2015, 9:40PM

Cras sit amet nibh libero, in gravida nulla. Nulla vel metus scelerisque ante sollicitudin commodo. Cras purus odio, vestibulum in vulputate at, tempus viverra turpis.

Leave A Comment