POLRI DAERAH METRO JAYA
DIREKTORAT RESERSE KRIMINAL UMUM


15 Desember 2017
Polres Metro Bekasi Tetapkan Tiga Anak Sebagai Tersangka Pengeroyok di Setu Bekasi

Reskrimum

Jumat, 15 Desember 2017 22:41 WIB

PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Tiga anak di bawah umur di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pengeroyokan. Tersangka, DA, 17 tahun, AM, 17 tahun dan MR, 17 tahun, ditangkap karena telah mengeroyok remaja lainnya, yakni AS, 16 tahun dan MI, 18 tahun,  menggunakan tangan kosong dan celurit hingga terkapar bersimbah darah.


Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Candra Sukma Kumara mengatakan, polisi juga menangkap tiga rekan tersangka yakni, FF, 18 tahun,  VH, 18 tahun dan AYP, 19 tahun.


Sementara satu tersangka lagi berinisial TG, 19 tahun, masih diburu polisi.


Menurut Kapolres, kasus pengeroyokan ini terjadi di depan Perumahan Griya Setu Permai, Desa Ciledug, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi pada Minggu (10/12/2017) lalu. Sebelumnya, kelompok tersangka dan korban sempat saling ejek di media sosial Facebook.


"Ujungnya kedua belah pihak sepakat untuk bertemu untuk tawuran," kata Kapolres di Mapolrestro Bekasi Jalan Ki Hajar Dewantara, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi pada Jumat (15/12/2017) petang.


 Merasa tertantang dengan ajakan kelompok tersangka, kedua korban bersama tiga rekannya yakni AA, 16 tahun, MH, 16 tahun dan AAA, 16 tahun, bergegas ke lokasi. Setibanya di sana, mereka langsung menghampiri para pelaku yang sedang berkumpul di depan Perumahan Griya Setu.


Dengan nada tinggi, korban AS kemudian bertanya ke para tersangka hingga tersulut emosi. "Lu semua anak mana?," kata Kapolres menirukan ucapan AS.


Bukannya menjawab, salah satu pelaku TG kembali melontarkan pertanyaan yang sama ke kelompok korban. Korban AS lalu menjawab bahwa mereka adalah anak remaja yang tinggal di belakang perumahan.


 "Tersangka TG kemudian menuding bahwa kelompok korban inilah yang ingin menyerang warga Setu," ujar Kapolres.


 Saat situasi mulai memanas, kata Candra, tiba-tiba nada bicara korban AS berubah menjadi lunak. Dia membantah ingin menyerang kelompok tersangka dan mengklaim disuruh oleh rekannya bernama Jumet untuk datang ke lokasi.


 "Bukan bang, kita nggak tahu apa-apa cuma disuruh Jumet," jelas Kapolres seperti yang diucapkan AS.


Kesal dengan ucapan korban, tersangka TG langsung memukul kepala AS dengan tangan kosong. Bahkan rekan tersangka sempat menarik korban sampai terjatuh dari atas sepeda motornya. Niat AS untuk melarikan diri juga digagalkan oleh TG yang langsung menabraknya menggunakan sepeda motor.


Melihat korban tersungkur, para pelaku secara brutal mengeroyok AS menggunakan tangan kosong dan membacoknya memakai celurit hingga terkapar tidak berdaya. Bukan hanya AS, kata Kapolres, korban MI juga diamuk kelompok tersangka saat berusaha melarikan diri. Nasibnya juga serupa dengan AS. Dia mengalami luka di sekujur tubuh hingga babak belur dan luka bacokan.


 "Untuk ketiga teman korban lainnya berhasil kabur terlebih dahulu tanpa kena pukulan maupun bacokan," jelasnya.


Kapolsek Setu AKP Akhmadi menambahkan, warga yang mendengar keramaian itu langsung membubarkan aksi para tersangka. Oleh warga sekitar, kedua korban lalu dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan.


 "Kondisi korban kini mulai membaik pasca mendapat perawatan tim medis," kata AKP  Akhmadi.


AKP Akhmadi mengatakan, polisi langsung bergerak cepat dengan menangkap para tersangka di daerah Setu dan Cikarang Utara. Mereka diamankan tanpa perlawanan di rumahnya masing-masing pada Kamis (14/12/2017) malam. "Mereka mengakui perbuatannya dan menyesal," ujarnya.


Akibat perbuatannya tersangka dijerat Pasal 170 KUHP ayat 2 tentang pengeroyokan yang mengakibatkan korban luka parah dengan ancaman penjara di atas 10 tahun.